Seorang Santri Dikeroyok Hingga Tewas

Eko Poernomo, santri Ponpes Sabilurrosyidin, Surabaya, Jatim, tewas dikeroyok karena diduga sering mencuri uang temannya. Polisi akan membongkar makam Eko untuk penyidikan lebih lanjut.

Diterbitkan 05 Mei 2002, 07:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Surabaya: Eko Poernomo, santri Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya, Jawa Timur, dikeroyok teman-temannya sesama santri hingga tewas, baru-baru ini. Kematian Eko baru terungkap setelah dua hari. Pasalnya, pihak ponpes sengaja menutup-nutupi kematian santrinya.

Kasus Pembunuhan Eko terungkap setelah petugas dari Kepolisian Sektor Kota Gayungan, Surabaya Selatan, menerima laporan adanya kematian yang tak wajar di Ponpes Sabilurrosyidin. Namun, pihak keluarga dan ponpes menolak mayat Eko diperiksa karena waktunya sudah sore dan jenazah almarhum akan segera dimakamkan. Setelah almarhum dimakamkan, warga melaporkan bahwa sebelum meninggal Eko dianiaya oleh teman-temanya sesama santri.

Polisi akhirnya menangkap Fajar Arif Fianto dan Dedy Apriliyanto, teman korban yang mengaku menganiaya Eko. Mereka mengaku membunuh Eko karena kesal atas ulah almarhum. Menurut Arif, Eko sering mencuri uang dan battery charger handphone di ponpes. Selain itu, Eko juga sering memfitnah jika keluar bersama Arif dari Ponpes.

Selain dua tersangka, polisi juga meminta keterangan tiga santri lainnya yang diduga mengetahui peristiwa pengeroyokan Eko. Sementara itu, pengasuh Ponpes Salbilurosyidin Kiai Haji Semoga Jaya masih belum bisa dikonfirmasi karena sedang berada di Kediri, Jatim. Dalam waktu dekat, polisi akan membongkar makam Eko untuk penyidikan lebih lanjut.(PIN/Hasan Sentot dan Joko S.B)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6