Liputan6.com, Jakarta: Rapat dengar pendapat antara Komisi III DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi berlangsung di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/5). Anggota Dewan menanyakan apakah KPK akan melanjutkan penyidikan di Komisi Pemilihan Umum hanya sebatas hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan.
Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas yang hadir mendampingi Ketua KPK Taufiequrachman Ruki menyatakan penyidikan KPK tak terbatas pada hasil audit BPK di KPU. Erry menambahkan, saat ini KPK telah memperluas pemeriksaan pada dua proyek KPU lain di luar laporan BPK.
Hasil audit investigatif BPK antara lain menyebutkan ada indikasi pelanggaran pada proyek pengadaan kotak suara dan terdapat rekayasa untuk memenangkan PT Survindo Indah Prestasi untuk pengadaan logistik pemilu. BPK juga menemukan adanya komitmen dari perusahaan itu untuk memberikan dana kepada KPU jika mereka memenangkan tender.
Saat memberikan menjelaskan kepada Komisi II DPR, Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin menyatakan dugaan penyimpangan dana sebesar Rp 4 miliar dari pengadaan kotak suara terjadi lantaran perbedaan presisi ukuran bahan aluminium. KPU menghitung ketebalan 0,8 milimeter setelah dibulatkan. Sedangkan BPK menghitung ketebalan 0,76 milimeter. Nazaruddin juga menyayangkan BPK yang tidak menjelaskan metodologi dan sampel homogen yang diambil dari lebih dua juta kotak suara [baca: KPU Memberikan Klarifikasi di DPR].(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)
Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas yang hadir mendampingi Ketua KPK Taufiequrachman Ruki menyatakan penyidikan KPK tak terbatas pada hasil audit BPK di KPU. Erry menambahkan, saat ini KPK telah memperluas pemeriksaan pada dua proyek KPU lain di luar laporan BPK.
Hasil audit investigatif BPK antara lain menyebutkan ada indikasi pelanggaran pada proyek pengadaan kotak suara dan terdapat rekayasa untuk memenangkan PT Survindo Indah Prestasi untuk pengadaan logistik pemilu. BPK juga menemukan adanya komitmen dari perusahaan itu untuk memberikan dana kepada KPU jika mereka memenangkan tender.
Saat memberikan menjelaskan kepada Komisi II DPR, Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin menyatakan dugaan penyimpangan dana sebesar Rp 4 miliar dari pengadaan kotak suara terjadi lantaran perbedaan presisi ukuran bahan aluminium. KPU menghitung ketebalan 0,8 milimeter setelah dibulatkan. Sedangkan BPK menghitung ketebalan 0,76 milimeter. Nazaruddin juga menyayangkan BPK yang tidak menjelaskan metodologi dan sampel homogen yang diambil dari lebih dua juta kotak suara [baca: KPU Memberikan Klarifikasi di DPR].(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/437852/original/110505bKPK-komisi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)