Kelompok Bersenjata Irak Menculik Gubernur Anbar

Gubernur Provinsi Anbar, Raja Nawaf Farhan al Mahalawi diculik kelompok gerilyawan Irak. Para penyandera menuntut Amerika Serikat menarik mundur seluruh pasukannya dari Kota Qaim, Irak.

Diterbitkan 11 Mei 2005, 06:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Qaim: Kelompok bersenjata Irak menculik dan menyandera Raja Nawaf Farhan al Mahalawi, Gubernur Provinsi Anbar, Irak, baru-baru ini. Menurut pihak keluarga, Al-Mahalawi diculik di Kota Qaim, Irak, dan dibawa ke Ramadi. Para penculik menuntut penarikan pasukan Amerika Serikat dari Qaim.

Al-Mahalawi disandera menyusul operasi militer besar-besaran pasukan AS di Kota Qaim. Dalam pertempuran sengit itu sedikitnya 100 anggota kelompok bersenjata Irak tewas. Menurut juru bicara militer AS Kolonel Steve Boylan, militer AS tak akan mengindahkan tuntutan itu. Ini karena wilayah Qaim diyakini menjadi tempat persembunyian gerilyawan dari luar Irak. Kota itu juga sejak lama dicurigai menjadi salah satu rute penyelundupan senjata.

Penculikan dan penyanderaan marak terjadi di wilayah Irak. Para penculik umumnya meminta pasukan asing ditarik mundur dari wilayah Irak. Sebelumnya, gerilyawan Irak menculik lima warga Australia yang sedang bekerja di Negeri 1001 Malam. Kelompok pemberontak meminta pemerintah Australia supaya menarik seluruh pasukannya [baca: Lima Warga Australia Diculik di Irak].(TOZ/Ijx)