Resep Cireng Mercon Ayam Suwir yang Pedasnya Menggigit

Resep cireng mercon isi ayam suwir pedas, kulit renyah kenyal dengan isian yang menggigit. Simak cara membuat dan tips anti alotnya sampai tuntas!

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Resep cireng mercon jadi buruan pencinta camilan pedas yang mencari sensasi "meledak" di setiap gigitan. Perpaduan kulit aci yang renyah di luar, kenyal di dalam, dengan isian ayam suwir super pedas membuat jajanan khas Sunda ini sulit ditolak. Meski terlihat rumit, membuat cireng mercon isi ayam suwir di rumah sebenarnya sederhana dan hanya butuh bahan yang mudah ditemukan.

Cireng merupakan bentuk singkat dari aci digoreng dalam bahasa Sunda yang berarti tepung tapioka goreng, di mana camilan ini berasal dari Jawa Barat. Jajanan berbahan aci ini juga dijajakan pedagang keliling di kawasan Priangan sejak awal 1980-an, lalu menyebar ke warung, kantin sekolah dan pasar tradisional di seluruh penjuru negeri.

Kepopuleran cireng isi melahirkan banyak varian, salah satu yang paling dicari adalah versi mercon. Isian ayam suwir yang ditumis bersama cabai rawit dan cabai keriting inilah yang membuat cireng biasa naik kelas menjadi camilan bercita rasa berani. Bagi Anda yang ingin mencoba camilan khas Sunda dengan tantangan rasa, resep ini layak masuk daftar coba akhir pekan.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber.

Sekilas tentang Cireng Mercon

Cireng termasuk keluarga jajanan berbahan aci yang akrab di lidah masyarakat Sunda, bersama cilok, cimol dan cilor. Yang membedakannya, adonan aci pada cireng digoreng hingga kulitnya garing, sementara cilok direbus dan cimol dibentuk bulat kecil. Tekstur khas cireng inilah yang selalu dicari, yaitu renyah di luar dan kenyal di dalam.

Istilah "mercon" merujuk pada tingkat kepedasan yang meledak seperti petasan. Berbeda dari cireng bumbu rujak yang mengandalkan cocolan pedas-manis-asam di luar, cireng mercon menyembunyikan isian ayam suwir super pedas di dalam kulitnya. Mengacu pada Auguste Escoffier School of Culinary Arts, bagian terpedas dari cabai sebenarnya bukan bijinya, melainkan bagian putih atau plasenta tempat biji menempel, sehingga membuang bagian ini dapat menurunkan level pedas bila diperlukan.

Bahan-bahan Cireng Mercon

Isian ayam suwir mercon:

  • 300 gram dada ayam, rebus dan suwir halus
  • 15 buah cabai rawit merah
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh kaldu bubuk
  • 3 sendok makan minyak untuk menumis

Kulit cireng:

  • 250 gram tepung tapioka
  • 60 gram tepung terigu
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 1 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh kaldu bubuk
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 250 ml air panas mendidih
  • minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

Pilih ayam suwir pedas dari bagian dada karena lebih mudah disuwir. Sesuaikan jumlah cabai dengan selera; jika ingin lebih menggigit, tambah cabai rawit. Selain menambah rasa, cabai rawit juga mengandung capsaicin yang memberi sensasi hangat. Untuk kulit, gunakan tepung tapioka berkualitas yang dipadu sedikit terigu agar adonan mudah dibentuk.

Cara Membuat Cireng Mercon

  1. Rebus dada ayam hingga matang dan empuk, angkat, lalu suwir halus.
  2. Haluskan cabai rawit merah, cabai merah keriting, bawang merah, dan bawang putih.
  3. Panaskan 3 sendok makan minyak, tumis bumbu halus bersama daun jeruk dan serai hingga harum dan matang.
  4. Masukkan ayam suwir, bumbui garam, gula, dan kaldu bubuk, lalu masak hingga bumbu meresap dan isian agak kering. Angkat dan dinginkan.
  5. Campur tepung tapioka, tepung terigu, bawang putih halus, garam, kaldu bubuk, dan merica dalam satu wadah.
  6. Tuang air panas mendidih sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan spatula, lalu uleni hingga adonan kalis dan mudah dibentuk.
  7. Ambil sedikit adonan, pipihkan di telapak tangan atau gilas tipis dengan botol.
  8. Beri 1-2 sendok teh isian ayam suwir mercon di tengah, tutup, dan rapatkan pinggirannya membentuk bulat pipih.
  9. Panaskan minyak dengan api sedang cenderung kecil, lalu goreng cireng hingga kuning keemasan dan kulitnya renyah.
  10. Angkat, tiriskan, dan sajikan cireng mercon selagi hangat.

Tips agar Hasil Maksimal

  • Pastikan air benar-benar mendidih. Air harus dalam kondisi mendidih saat disiramkan ke tepung tapioka agar patinya matang; jika airnya kurang panas, kulit cireng justru menjadi keras dan alot.
  • Goreng dengan api sedang cenderung kecil. Suhu terlalu tinggi membuat uap air terperangkap dan cireng berisiko meletup; teknik ini penting agar hasil menggoreng cireng tidak meledak dan minim menyerap minyak.
  • Jangan menguleni adonan terlalu lama. Uleni secukupnya sampai kalis. Menguleni berlebihan justru bikin cireng isi ayam menjadi keras setelah dingin.
  • Rapatkan pinggiran cireng. Pastikan tepi adonan tertutup rapat supaya isian ayam suwir tidak bocor dan minyak tidak masuk saat digoreng.
  • Pahami sains kerenyahannya. Merujuk riset yang dipublikasikan National Library of Medicine, proses menggoreng adonan bertepung melibatkan gelatinisasi pati, penguapan air, dan denaturasi protein yang bersama-sama membentuk lapisan kulit renyah.

Variasi dan Substitusi

Cireng mercon keju lumer. Selipkan sepotong kecil keju cheddar atau mozzarella di tengah isian ayam suwir sebelum kulit ditutup. Saat digoreng, keju meleleh dan berpadu dengan isian pedas, menciptakan sensasi gurih-lumer yang kontras dengan rasa mercon.

Substitusi isian jeroan atau bakso. Ganti ayam suwir dengan ati ampela rebus yang dipotong kecil atau bakso sapi yang dibelah, lalu tumis dengan bumbu mercon yang sama. Tekniknya identik, hanya bahan intinya yang berbeda, cocok untuk yang bosan dengan isian ayam suwir biasa.

Tambahan cocolan bumbu rujak. Meski sudah pedas dari dalam, sebagian orang suka mencocol cireng dengan bumbu rujak. Dalam buku Dari Dapur Rumput Laut Bergizi dengan Inovasi (2021) karya Purwanti Pahrurodji disebutkan bahwa bumbu rujak cireng pada umumnya terdiri dari cabai merah, cabai rawit, gula merah, asam jawa, dan garam. Anda bisa menyiapkan bumbu rujak cireng sebagai pelengkap opsional.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cireng Mercon

Kenapa cireng mercon jadi keras dan alot?

Penyebab paling umum adalah air yang kurang panas saat mencampur tepung atau adonan yang diuleni terlalu lama. Air mendidih diperlukan untuk mengaktifkan pati tapioka agar teksturnya kenyal, bukan keras. Ikuti trik membuat kulit cireng yang kenyal dan tidak alot supaya hasilnya tetap empuk meski sudah dingin.

Bagaimana cara menyimpan cireng mercon sebagai stok frozen?

Bentuk dan isi cireng lebih dulu, susun tanpa saling menempel, bekukan hingga kaku, lalu pindahkan ke wadah kedap udara. Sebaiknya cireng tidak dimasukkan ke freezer dalam kondisi masih panas. Saat ingin disantap, goreng langsung tanpa perlu dicairkan. Pelajari juga trik menyimpan makanan frozen dan hindari kesalahan menyimpan frozen food yang bikin cireng cepat rusak.

Apa bedanya cireng mercon dengan cireng biasa?

Cireng biasa umumnya polos dan disajikan dengan cocolan seperti bumbu rujak, sedangkan cireng mercon memiliki isian ayam suwir super pedas di dalam kulitnya. Level cabai pada cireng mercon jauh lebih tinggi, sehingga sensasi pedasnya langsung terasa begitu digigit.

Â