Pakai Lensa Kontak Sembarangan, Waspada Infeksi Berujung Disabilitas Netra

Disabilitas netra dapat terjadi gegara cara penggunaan lensa kontak yang keliru.

Diterbitkan 05 Maret 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian orang lebih suka menggunakan lensa kontak ketimbang kacamata karena dapat membantu penglihatan tanpa mengubah penampilan.

“Lensa kontak memang praktis, tetapi jika digunakan sembarangan justru bisa membahayakan mata,” mengutip tulisan yang ditinjau ulang dokter spesialis mata Joko Satrio, Kamis (5/3/2026).

Kebiasaan tidur dengan lensa kontak, tidak membersihkannya dengan benar, atau memakainya melebihi waktu yang dianjurkan bisa meningkatkan risiko infeksi serius seperti keratitis.

“Selain itu, penggunaan lensa kontak yang lebar dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan kebutaan permanen akibat tumbuhnya pembuluh darah baru yag masuk kedalam kornea mata,” jelas dokter yang bertugas di KMN Eyecare.

Maka dari itu, ia menyarankan untuk selalu memastikan tangan bersih saat memasang atau melepas lensa kontak, serta ikuti aturan pemakaian yang disarankan dokter.

Selain menggunakan lensa kontak sembarangan, ada berbagai kebiasaan sederhana lain yang dapat memicu kerusakan mata, yakni:

Habiskan Banyak Waktu di Depan Layar

Era digital membuat banyak orang sulit lepas dari layar gawai, komputer, maupun televisi. Sayangnya, menatap layar terlalu lama bisa menimbulkan Computer Vision Syndrome (CVS) dengan gejala mata kering, perih, dan penglihatan buram.

Untuk mengurangi risikonya, lakukan aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Cara ini membantu mata kembali rileks.

Malas Pakai Kacamata Hitam di Luar Ruangan

Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat merusak struktur mata. Dalam jangka panjang, sinar UV berlebihan meningkatkan risiko katarak, degenerasi makula, hingga kanker mata.

Menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV 100 persen bukan sekadar aksesori, tetapi langkah penting untuk menjaga kesehatan mata saat beraktivitas di luar ruangan.

Gaya Hidup Kurang Sehat

Tidak hanya berbahaya bagi organ tubuh lain, merokok dan konsumsi alkohol berisiko merusak mata. Kebiasaan merokok dapat mempercepat kerusakan retina dan meningkatkan risiko degenerasi makula serta katarak.

Pola makan yang buruk dan sering begadang juga dapat memengaruhi sirkulasi darah dan oksigenasi ke mata, sehingga memperburuk kesehatan penglihatan.

Membaca Sambil Tiduran

Membaca dalam posisi berbaring membuat mata harus bekerja lebih keras karena jarak dan sudut pandang tidak ideal. Kebiasaan ini menyebabkan mata mudah lelah dan penglihatan menjadi kabur.

Apabila dibiarkan terus menerus dan berlangsung lama, risiko gangguan refraksi mata pun akan meningkat.

Membaca dengan Pencahayaan Buruk

Membaca dengan cahaya yang terlalu redup membuat mata harus fokus lebih keras. Sebaliknya, cahaya yang terlalu terang atau langsung menyorot ke mata juga bisa menyebabkan silau dan ketidaknyamanan.

Gunakan pencahayaan yang cukup, idealnya dari belakang atau samping bahu, agar mata tetap nyaman.

“Kesehatan mata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia atau penyakit, tetapi juga dari kebiasaan sehari-hari. Beberapa kebiasaan itu perlu dihindari agar mata tetap sehat dan berfungsi optimal,” pungkasnya.