Paralympic Training Center untuk Atlet Disabilitas Sudah Rampung, Ini Fasilitasnya

Sudah rampung, Paralympic Training Center punya fasilitas standar internasional untuk atlet difabel.

Diterbitkan 11 Juni 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kabar baik untuk para atlet difabel Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan pembangunan Paralympic Training Center di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Fasilitas ini adalah salah satu bentuk dukungan bagi kemajuan prestasi atlet penyandang disabilitas.

Menteri PU, Dody Hanggodo berharap pusat pelatihan ini dapat menjadi wadah pembinaan untuk para atlet paralimpiade nasional yang berkualitas, sehingga dapat meningkatkan performa di kancah internasional.

“Saya yakin Indonesia memiliki potensi besar dalam mencetak atlet paralimpiade berbakat. Dengan pembangunan Paralympic Training Center ini, diharapkan para atlet paralimpiade Indonesia dapat berlatih dengan lebih optimal dan terarah,” kata Dody dalam keterangan resmi dikutip pada Rabu (11/6/2025).

Paralympic Training Center berlokasi di kaki Gunung Lawu, tidak jauh dari kawasan Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri di Desa Delingan, Karanganyar. Pembangunannya dilaksanakan sejak Desember 2023 dan tuntas pada Desember 2024 dengan biaya APBN senilai Rp421,9 miliar.

Pusat pelatihan olahraga disabilitas ini dibangun di atas lahan seluas 80.262 meter persegi dengan total luas bangunan 34.346 meter persegi. Terdiri dari gedung GOR 1 seluas 17.482 meter persegi dan gedung asrama seluas 16.864 meter persegi. Gedung asrama terdiri dari 2 tower rumah susun setinggi 4 lantai dengan kapasitas 188 kamar yang dapat menampung 392 atlet.

Fasilitas Paralympic Training Center Karanganyar

Selain itu, sejumlah fasilitas yang modern dan lengkap juga dibangun, antara lain: 

  • kolam renang utama; 
  • kolam pemanasan; 
  • kolam recovery; 
  • arena boccia; 
  • arena menembak; 
  • arena tenis meja dan wheelchair tenis meja; 
  • arena badminton; 
  • arena angkat besi; 
  • arena blind judo; 
  • ruang multifungsi; 
  • lapangan sepak bola; 
  • lintasan atletik 400 meter; 
  • lintasan lompat jauh; 
  • lintasan lompat tinggi; dan
  • lintasan tolak peluru.

 

 

Rencanakan Pembangunan Tahap Dua

Direktur Jenderal Prasarana Strategis, Maulidya Indah Junica, mengatakan semua fasilitas olahraga di Paralympic Training Center sudah dipastikan berstandar internasional.

Selain untuk pembinaan atlet nasional, pusat pelatihan ini juga dapat digunakan untuk joint training bersama atlet-atlet mancanegara.

“Kami juga telah merencanakan pembangunan tahap 2 untuk menambah 1 gedung GOR dan 1 gedung asrama lagi agar dapat menampung lebih banyak atlet dan fasilitas cabang olahraga lainnya,” kata Maulidya.