Bank Sentral Inggris Kaji Ulang Aturan Ketat Stablecoin

Bank of England mempertimbangkan ulang aturan ketat terkait stablecoin berbasis pound sterling.

Diterbitkan 17 Mei 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bank of England tengah mempertimbangkan ulang sejumlah aturan ketat terkait stablecoin berbasis pound sterling setelah pelaku industri aset digital memperingatkan bahwa pembatasan kepemilikan dan syarat cadangan dana yang terlalu ketat bisa menghambat adopsi.

Melansir Coinmarketcap, Minggu (17/5/2026), Deputi Gubernur Sarah Breeden mengatakan kepada Financial Times bahwa bank sentral sedang meninjau alternatif atas rencana pembatasan sementara jumlah stablecoin yang bisa dimiliki individu maupun perusahaan. 

Selain itu, BoE juga mengevaluasi aturan yang mewajibkan minimal 40% aset cadangan stablecoin disimpan sebagai deposito tanpa bunga di bank sentral, karena dinilai terlalu konservatif.

Langkah ini diambil saat United Kingdom berupaya menjadi pusat kompetitif untuk industri aset digital, sembari tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Saat ini, stablecoin berbasis pound masih sangat kecil dibanding pasar stablecoin global yang nilainya mencapai sekitar USD 300 miliar dan masih didominasi token berbasis dolar AS.

Sebelumnya, dalam proposal regulasi yang dirilis November 2025, BoE mengusulkan batas kepemilikan stablecoin Inggris sebesar 20.000 pound sterling untuk individu dan sekitar USD 13,5 juta untuk perusahaan pada masa transisi awal.

Bank sentral beralasan aturan tersebut diperlukan untuk mencegah perpindahan dana besar-besaran dari bank komersial ke bentuk uang digital baru. 

 

Hambat Penggunaan Stablecoin

Namun, pelaku industri menilai kebijakan itu terlalu rumit diterapkan dan berpotensi menghambat penggunaan stablecoin untuk kebutuhan korporasi seperti pembayaran gaji, treasury, hingga penyelesaian transaksi.

Kepala Kebijakan Eropa di Coinbase, Katie Haries, menyambut positif perubahan sikap BoE.

"Kami sudah lama mengatakan bahwa pembatasan kepemilikan stablecoin sama saja dengan membatasi inovasi. Risikonya nyata dan signifikan terhadap daya saing Inggris,” ujarnya. 

Menurutnya, menciptakan regulasi yang memungkinkan stablecoin berkembang dan memberi manfaat bagi pengguna adalah "ambisi yang tepat," sekaligus menjadi hal yang diinginkan industri kripto dan masyarakat luas.

Pendekatan baru yang lebih fleksibel dinilai dapat menentukan apakah stablecoin berbasis pound bisa menjadi pesaing serius bagi stablecoin dolar, khususnya dalam pembayaran lintas negara dan pasar kripto domestik.