Elon Musk Rekrut Desainer Kripto

Elon Musk rekrut Benji Taylor, kepala desain baru platform media sosial X untuk mengembangkan layanan pembayaran digital.

Diterbitkan 29 Maret 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Platform media sosial milik Elon Musk, X, terus memperkuat ekspansi ke sektor keuangan dengan merekrut kepala desain baru yang memiliki pengalaman mendalam di industri kripto. Langkah ini menandai keseriusan X dalam mengembangkan layanan pembayaran digital di dalam platformnya.

Mengutip laman Coindesk.com, Sabtu (28/3/2026) Benji Taylor, sosok yang kini memimpin desain di X, mengumumkan penunjukannya dalam sebuah unggahan. Ia akan mengawasi pengembangan desain produk, termasuk yang berkaitan dengan integrasi X dengan xAI dan SpaceX.

Taylor bukan nama baru di dunia kripto. Ia merupakan pendiri Los Feliz Engineering, tim di balik dompet kripto self-custody Family. Perusahaan tersebut kemudian diakuisisi oleh Aave Labs pada 2023, di mana Taylor sempat menjabat sebagai chief product officer hingga Oktober 2025.

Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai kepala desain di Base, jaringan blockchain berbasis Ethereum yang dikembangkan oleh Coinbase. Pengalaman panjang ini membuat Taylor dinilai memiliki keahlian kuat dalam merancang produk berbasis kripto.

Pimpinan produk X, Nikita Bier, bahkan mengaku telah lama mengikuti karya Taylor dan mendorong perekrutannya. Ia menyebut salah satu produk Taylor sebagai desain terbaik yang pernah ia lihat.

X Money Makin Dekat Meluncur Masuknya Taylor terjadi di saat X tengah bersiap meluncurkan layanan pembayaran bertajuk X Money. Layanan ini disebut akan hadir pada April dan menawarkan berbagai fitur seperti transaksi antar pengguna (peer-to-peer), setoran bank, kartu debit, hingga cashback di lebih dari 40 negara bagian di Amerika Serikat.

Selain itu, X Money juga sempat dikaitkan dengan rencana pemberian imbal hasil hingga 6% bagi pengguna. Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan apakah layanan tersebut akan mengadopsi teknologi blockchain atau melibatkan aset kripto secara langsung. Rekrutmen ini memperkuat sinyal X tengah membangun fondasi serius untuk menjadi pemain baru di sektor layanan keuangan digital.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

Bank Sentral Korea Selatan Mulai Rekrut Ahli Kripto Berpengalaman

Sebelumnya, Bank sentral Korea Selatan atau Bank of Korea akan mempercepat pengangkatan ahli kripto berpengalaman. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk kembali menghidupkan rencana mata uang digital bank sentral atau central bank digital currency (CBDC).

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Kamis (26/3/2026), Bank of Korea ingin merekrut 10 karyawan baru. Jumlah ahli kripto yang berpengalaman tidak diungkapkan, demikian dilaporkan media Korea Selatan EToday.

Dalam pemberitahuan resmi Bank of Korea, setidaknya satu dari ahli itu akan bekerja sebagai analis pasar aset digital mulai Juli 2026.

Perekrutan dan perubahan fokus ke CBDC ini terjadi setelah keputusan pemerintah menominasikan seorang tokoh yang dikenal skeptis terhadap stablecoin,  the Bank for International Settlements Monetary Economy Bureau Chief Shin Hung-song untuk jabatan Gubernur Bank of Korea.

Rekrut Ahli Berpengalaman

EToday melaporkan, setelah bergabung dengan Bank of Korea, ahli aset digital baru ini akan ditugaskan untuk meneliti dan menganalisis berbagai isu penting di kripto.

Ini termasuk dampak yang dapat ditimbulkan oleh kripto, stablecoin dan aset tokenisasi terhadap stabilitas keuangan serta regulasi domestik dan internasional.

Sistem keuangan dan pembayaran Korea Selatan berubah dengan cepat, seiring dengan meningkatnya adopsi kripto dan stablecoin.

Bank Sentral Korea (BOK) menanggapi hal ini dengan merombak sistem internalnya menjelang pemberlakuan undang-undang yang akan mencabut larangan lama terhadap penerbitan kripto dan stablecoin di wilayah Korea Selatan.

Pemerintah ingin perusahaan teknologi dan bank meluncurkan stablecoin yang dipatok ke won untuk membantu mereka memfasilitasi pembayaran lintas batas.

Bank sentral Korea Selatan menyebutkan, para pelamar untuk posisi baru di BOK harus memiliki pengalaman kerja minimal lima tahun.

Menghidupkan Kembali Proyek Hangang

Perekrutan besar-besaran ini terjadi seminggu setelah BOK mengumumkan akan memulai kembali inisiatif mata uang digital bank sentralnya, yang disebut Proyek Hangang.

BOK menghentikan Proyek Hangang tahun lalu setelah uji coba selama dua tahun, dengan alasan peserta uji coba menganggap koin tersebut terlalu merepotkan untuk digunakan dibandingkan dengan platform pembayaran tanpa uang tunai yang sudah ada.

"Won digital adalah solusi untuk masalah yang sebenarnya tidak ada di Korea Selatan,” kata seorang peserta uji coba yang meminta namanya dirahasiakan kepada DL News pada 2024.

Namun, alih-alih berfokus secara eksklusif pada pembuatan versi won Korea berbasis blockchain untuk penggunaan ritel, iterasi terbaru dari Proyek Hangang tampaknya berfokus pada potensi won digital di sektor pemerintahan dan bisnis.