Bitcoin Masuk Fase Datar, Tekanan Jual Masih Berlanjut

Harga Bitcoin bergerak sideways seiring aliran modal baru yang melemah. Analis menilai pasar kripto masuk fase konsolidasi.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan harga Bitcoin diperkirakan akan memasuki fase datar atau sideways dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, yang menilai aliran modal baru ke pasar Bitcoin mulai mengering di tengah tekanan jual yang masih berlangsung.

Menurut Ki Young Ju, berbeda dengan siklus sebelumnya, tekanan jual kali ini tidak diimbangi masuknya dana segar dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat Bitcoin kehilangan momentum untuk mencatat kenaikan signifikan dalam jangka pendek.

“Bitcoin menghadapi tekanan jual yang berkelanjutan, sementara modal baru mulai mengering. Karena itu, pasar berpotensi bergerak datar dalam waktu yang cukup lama, bukan mengalami lonjakan atau kejatuhan tajam,” kata Ki Young Ju dikutip dari Coinmarketcap, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, situasi ini berpotensi membuat pasar kripto terasa membosankan, terutama bagi trader jangka pendek yang mengincar pergerakan harga cepat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut justru membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk mengakumulasi Bitcoin secara bertahap saat harga relatif stabil.

Dalam fase ini, harga Bitcoin diperkirakan bergerak di kisaran sempit, tanpa volatilitas ekstrem seperti reli besar atau koreksi tajam yang kerap terjadi pada fase pasar sebelumnya.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Pasar Kripto Lebih Matang

Ki Young Ju menilai tren konsolidasi Bitcoin berpeluang berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah. Artinya, harga Bitcoin cenderung bergerak di antara level support dan resistance tanpa perubahan signifikan.

Fase konsolidasi ini dinilai sebagai periode pendinginan setelah reli bullish yang cukup kuat sebelumnya. Kondisi tersebut juga mencerminkan pasar kripto yang mulai lebih matang, dengan ekspektasi investor yang lebih rasional.

“Alih-alih mengalami kejatuhan tajam, Bitcoin kemungkinan besar akan bertahan dalam pola konsolidasi sideways untuk beberapa waktu,” ujarnya.

Minimnya euforia investor ritel serta absennya fear of missing out (FOMO) dari institusi besar menunjukkan pasar masih menunggu narasi baru atau katalis kuat. Meski volatilitas jangka pendek menurun, faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi global atau kejutan kebijakan tetap berpotensi mengguncang pasar.

Untuk sementara, Bitcoin dinilai memasuki fase tenang yang menguji kesabaran pelaku pasar, sekaligus menjadi momen refleksi sebelum arah tren berikutnya terbentuk.