Perusahaan Penimbun Bitcoin Strategy Bertahan di Indeks Nasdaq 100

Bermula dari perusahaan perangkat lunak bernama MicroStrategy kini berubah menjadi perusahaan penimbun bitcoin (BTC) Strategy.

Diterbitkan 14 Desember 2025, 12:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan raksasa penimbun bitcoin (BTC), Strategy mempertahankan posisi di Nasdaq 100. Hal ini melanjutkan kiprah Strategy, perusahaan penimbun bitcoin selama setahun di indeks acuan itu saat analis mempertanyakan model bisnis.

Mengutip Channel News Asia, ditulis Minggu, (14/12/2025), sejumlah pengamat pasar menilai model bisnis Strategy yang lebih inovatif dalam membeli dan menyimpan bitcoin yang telah melahirkan puluhan peniru, lebih menyerupai model bisnis investasi reksa dana.

Kekhawatiran telah meningkat mengenai keberlanjutan perusahaan perbendaharaan kripto, yang sahamnya terbukti sangat sensitif terhadap fluktuasi Bitcoin.

Selain itu, Nasdaq menyebutkan, Biogen, CDW Corporation, Globalfoundries, Lululemon Athletica, On Semiconductor, dan Trade Desk dikeluarkan dari indeks acuan bursa yang didominasi saham teknologi tersebut.

Pendatang baru termasuk Alnylam Pharmaceuticals, Ferrovial, Insmed, Monolithic Power Systems, Seagate Technology, dan Western Digital.

Strategy awalnya merupakan perusahaan perangkat lunak, MicroStrategy, tetapi beralih ke investasi bitcoin pada 2020. Perusahaan ini dimasukkan ke dalam Nasdaq 100 pada Desember lalu di bawah subkategori teknologi indeks tersebut.

Penyedia indeks global MSCI juga telah menyatakan kekhawatiran tentang keberadaan perusahaan perbendaharaan aset digital dalam tolok ukurnya. MSCI akan memutuskan pada Januari apakah akan mengecualikan Strategy dan perusahaan serupa.

Perubahan Nasdaq diperkirakan berlaku pada 22 Desember. Indeks Nasdaq 100 melacak perusahaan non-keuangan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar yang terdaftar di bursa tersebut.

Perusahaan Elon Musk SpaceX Pindahkan Bitcoin Jelang IPO

Sebelumnya, perusahaan antariksa swasta SpaceX memindahkan bitcoin (BTC) lebih dari USD 94 juta atau Rp 1,56 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.666) pada Rabu, 10 Desember 2025, berdasarkan data on-chain. Aksi perusahaan yang dibangun miliarder Elon Musk itu menjelang rencana menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 2026.

Mengutip Yahoo Finance, Kamis (11/12/2025), alamat bitcoin yang diberi label milik SpaceX oleh perusahaan analisis blockchain Arkham Intelligence mentransfer sekitar 1.021 BTC secara total ke dua alamat yang dibagi menjadi jumlah 407 BTC dan 614 BTC.

“SpaceX baru saja mentransfer USD 94 juta BTC. Mereka telah memindahkan sekitar USD 100 juta BTC setiap minggu selama sekitar dua bulan terakhir.” Tulis Arkham di platform X.

Langkah ini adalah yang terbaru dalam serangkaian transfer dari perusahaan Elon Musk tahun ini karena dilaporkan sedang mempersiapkan IPO yang berpotensi memecahkan rekor. Proses pencatatan publik dapat membuat perusahaan mengumpulkan lebih dari USD 30 miliar atau Rp 500,09 triliun dengan valuasi USD1,5 triliun, berdasarkan laporan dari Bloomberg.

Saat ini, belum jelas apakah transfer baru-baru ini, atau transfer apa pun sebelumnya tahun ini, ada hubungannya dengan potensi IPO. Perwakilan perusahaan tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Decrypt.

Meskipun transfer reguler mulai terjadi awal tahun ini, sebelum transaksi tersebut, SpaceX belum menyentuh kepemilikan Bitcoin-nya selama tiga tahun. Terakhir, mereka mentransfer sekitar USD 100 juta atau Rp 1,66 triliun dalam BTC minggu lalu.

 

Kepemilikan Bitcoin

Perusahaan yang berbasis di Starbase, Texas ini pernah memiliki sebanyak 25.000 BTC pada 2022, tetapi kepemilikannya telah menyusut selama bertahun-tahun.

Pada Rabu, perusahaan tersebut memiliki 8.285 BTC senilai sekitar USD 770 juta atau Rp 12,83 triliun, menurut data dari BitcoinTreasuries.net. Hal itu cukup untuk menjadikannya perusahaan swasta terbesar keempat yang memegang aset tersebut. Angka tersebut akan menjadikannya pemegang terbesar ke-14 jika mempertahankan posisinya ketika menjadi perusahaan publik.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.