Donald Trump Ampuni Pendiri Binance Changpeng Zhao, Ini Dampak ke Ekosistem BNB

CEP BNB Network David Namdar menyampaikan harapan setelah Presiden AS Donald Trump beri pengampunan kepada Changpeng Zhao.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mantan CEO Binance Changpeng Zhao yang mendapatkan pengampunan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diperkirakan dapat membuka jalan bagi Changpeng Zhao untuk kembali menjabat sebagai pimpinan bursa kripto terbesar di dunia.

CEO BNB Network, David Namdar meramal, pengampunan ini berpotensi mengangkat koin BNB, yang awalnya merupakan token asli Binance ke tingkat legitimasi yang lebih tinggi. Demikian mengutip dari laman the Block, Rabu (29/10/2025).

Ia menuturkan, pengampunan ini menghilangkan sesuatu yang berlebihan yang pernah merusak reputasi aset tersebut.

"Binance terus tumbuh, BNB terus tumbuh, terlepas dari semua yang telah terjadi,” ujar Namdar.

Ia menuturkan, pengampunan itu dapat menjadi bahan bakar roket bagi bursa dan ekosistem token yang memacu pertumbuhan tambahan yang signifikan.

Setelah mengaku bersalah pada 2023 karena gagal mempertahankan program anti pencucian uang yang efektif, Zhao menjalani hukuman empat bulan di penjara Amerika Serikat dan dibebaskan tahun lalu. Sebagian dari hukumannya, termasuk larangan seumur hidup kembali menjalankan Binance.

Pengampunan Trump terhadap Zhao dirayakan oleh banyak orang di industri aset digital karena Zhao, yang juga dikenal sebagai CZ, adalah salah satu tokoh paling terkenal di dunia kripto.

Terlepas dari jangkauan Binance dan jumlah pemegang BNB yang besar, Namdar mengatakan di AS, analis riset yang meliput Bitcoin, Ethereum, Solana, dan XRP seringkali mengabaikan BNB.

"Anda tahu, 80% hingga 90% pengguna Binance menyimpan dan menggunakan BNB untuk membayar biaya perdagangan yang lebih rendah," ujar dia.

BNB, Mata Uang Kripto Terbesar Kelima

Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 158 miliar atau Rp 2.622 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.599) BNB merupakan mata uang kripto terbesar kelima di dunia. Namdar mengatakan,banyak investor di komunitas AS telah menghindari BNB, sebagian karena masalah hukum yang melibatkan Zhao dan Binance.

Memperjuangkan BNB adalah salah satu tugas utama Namdar karena perusahaannya, BNB Network (resminya CEA Industries), telah mengadopsi strategi yang melibatkan akumulasi token.

Pada Agustus, CEA Industries yang terdaftar di Nasdaq mengumpulkan USD 500 juta melalui penempatan privat untuk membeli BNB sebagai aset cadangan kas utamanya. Token ini telah naik sekitar 90% selama setahun terakhir.

Namdar juga melihat pengampunan tersebut dapat membuka jalan bagi kembalinya Binance ke AS, yang akan sangat menguntungkan bagi token tersebut. "Ini fenomena yang aneh karena bursa terbesar tidak dapat menerima pelanggan AS," ujarnya.

Komisi Sekuritas dan Bursa AS menggugat divisi Binance di AS pada 2023 karena diduga melanggar undang-undang sekuritas. Pada yang sama, Binance.US menghentikan setoran fiat.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Donald Trump Ampuni Changpeng Zhao

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengampuni pendiri Binance, Changpeng Zhao, yang sebelumnya mengaku bersalah atas tuduhan memfasilitasi pencucian uang saat memimpin bursa mata uang kripto tersebut. Hal itu disampaikan dalam pernyataan Gedung Putih, Kamis, 23 Oktober 2025 waktu setempat.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Sabtu (25/10/2025), pengampunan Zhao, yang dikenal luas sebagai CZ, terjadi dua bulan setelah The Wall Street Journal melaporkan usaha kripto milik keluarga Trump, yang telah menghasilkan sekitar USD 4,5 miliar atau Rp 74,68 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.597) sejak pemilu 2024, telah dibantu oleh "kemitraan dengan platform perdagangan rahasia yang diam-diam dikelola oleh Binance."

"Presiden Trump menjalankan kewenangan konstitusionalnya dengan memberikan pengampunan kepada Zhao, yang dituntut oleh Pemerintahan Biden dalam perang mereka melawan mata uang kripto," ujar sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam sebuah pernyataan.

 

 

Alasan Donald Trump

"Dalam upaya mereka untuk menghukum industri mata uang kripto, Pemerintahan Biden mengejar Zhao meskipun tidak ada tuduhan penipuan atau korban yang dapat diidentifikasi," kata Leavitt.

Trump, yang ditanya pada Kamis malam mengapa ia mengampuni Zhao, berkata, "Saya tidak tahu, dia direkomendasikan oleh banyak orang."

"Banyak orang mengatakan dia tidak bersalah atas apa pun," kata Trump.

"Jadi saya memberinya pengampunan atas permintaan banyak orang yang sangat baik."

NBC News, mengutip dokumen pengungkapan publik dari Senin, melaporkan bahwa Binance pada September telah menggunakan jasa pelobi Charles McDowell, yang merupakan teman putra presiden, Donald Trump Jr.