Bitcoin Terancam Turun, Analis Ingatkan Trader Jangan Panik

Analis menilai, bitcoin (BTC) dapat lepas dari koreksi tajam.

Diterbitkan 20 Juni 2026, 15:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan momentum pemulihan dalam beberapa hari terakhir. Mata uang kripto terbesar di dunia itu kini bergerak mendekati level terendah tahunannya di kisaran US$ 59.000 atau Rp 1,05 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.820), memicu kekhawatiran harga masih berpotensi melemah lebih lanjut.

Meski demikian, sejumlah data pasar menunjukkan pelaku pasar tidak perlu terlalu pesimistis. Penurunan arus masuk Bitcoin ke sejumlah bursa kripto besar mengindikasikan tekanan jual mulai berkurang. Selain itu, data likuidasi juga menunjukkan adanya peluang pemulihan harga setelah fase pelemahan saat ini.

Mengutip Cointelegraph.com, Sabtu (20/6/2026), upaya pemulihan Bitcoin sebelumnya terhenti sebelum mampu menembus area resistensi penting di kisaran US$ 67.500 hingga US$ 70.500. Tekanan jual kembali muncul ketika harga mendekati rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 hari dan 100 hari yang masih menjadi penghalang kenaikan.

Kegagalan menembus area tersebut membuat struktur pergerakan harga berubah menjadi lebih bearish dalam jangka pendek. Saat ini Bitcoin diperdagangkan di bawah pola saluran naik yang sebelumnya menopang tren kenaikan.

Analis pasar melihat area US$ 60.700 sebagai zona dukungan terdekat sebelum harga berpotensi menguji kembali level terendah tahunan di sekitar US$ 59.000. Jika area tersebut ditembus, pasar dapat mengalami tekanan tambahan dalam waktu singkat.

Data likuidasi menunjukkan terdapat sekitar US$ 4 miliar posisi long ber-leverage yang terkonsentrasi di dekat level US$ 59.000. Jika harga menyentuh area tersebut, gelombang likuidasi paksa berpotensi terjadi dan memperbesar tekanan jual di pasar.

Meski demikian, indikator Relative Strength Index (RSI) sudah mendekati area oversold atau jenuh jual. Kondisi ini sering kali menjadi sinyal bahwa pasar mulai mendekati titik terendah sebelum terjadi pemantulan harga yang cukup kuat.

Analis Ingatkan Jangan Terlalu Pesimistis

Sejumlah analis kripto menilai pasar masih memiliki peluang untuk menghindari penurunan yang lebih dalam. Analis yang dikenal dengan nama Killa mengatakan Bitcoin kemungkinan hanya akan mendekati area likuiditas di bawah US$ 60.000 tanpa harus benar-benar jatuh jauh di bawah level tersebut.

Menurut dia, pasar sering bergerak berlawanan dengan ekspektasi mayoritas trader. Ketika banyak pelaku pasar menunggu penurunan yang lebih dalam, harga justru berpotensi berbalik arah lebih cepat dari perkiraan.

Pandangan serupa juga disampaikan trader kripto LP yang memperkirakan pembentukan titik terendah jangka pendek dapat terjadi menjelang akhir Juni 2026. Setelah fase tersebut, peluang pemulihan harga dinilai semakin terbuka.

Data likuidasi turut mendukung skenario tersebut. Setelah area US$ 59.000, konsentrasi likuiditas besar berikutnya berada di sekitar US$ 68.000 dengan nilai posisi mencapai lebih dari US$ 4,75 miliar. Keberadaan likuiditas yang besar di level lebih tinggi itu menunjukkan adanya potensi target kenaikan apabila pasar berhasil menyelesaikan fase koreksi yang sedang berlangsung.

Arus Masuk Bitcoin ke Bursa Turun Tajam

Sementara itu, data dari CryptoQuant menunjukkan arus masuk Bitcoin ke sejumlah bursa utama mengalami penurunan signifikan pada 19 Juni 2026. Kondisi ini menjadi salah satu sinyal tekanan jual mulai berkurang. Analis CryptoQuant, Amr Taha, mencatat arus masuk Bitcoin dari investor kategori menengah ke Binance hanya sekitar 3.500 BTC.

Di Coinbase jumlahnya mendekati 3.000 BTC, sedangkan Coinbase Prime sekitar 1.700 BTC. Angka tersebut merupakan level terendah sejak 4 April 2026. Dalam pasar kripto, arus masuk ke bursa biasanya dipantau sebagai indikator potensi aksi jual karena investor perlu memindahkan aset ke bursa sebelum menjualnya. Dengan berkurangnya jumlah Bitcoin yang masuk ke bursa, tekanan jual jangka pendek dinilai mulai mereda. Artinya, lebih sedikit investor yang bersiap melepas kepemilikannya pada harga saat ini.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Â