Sukses

Bitcoin Betah di Rp 297 Juta, Analis Ingatkan Cermati Level Resistance dan Support Ini

Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan pasar kripto menjelang akhir Juni 2022 terpantau masih menunjukkan pelemahan. Kripto terbesar, Bitcoin masih bertengger di kisaran USD 20.000 atau sekitar Rp 297,6 juta, meski sebelumnya sempat berada di kisaran USD 21.000 beberapa hari lalu. 

Pada perdagangan Kamis (30/6/2022) siang, Bitcoin diperdagangkan pada harga USD 20.055 per koin. Jika dibandingkan pada Kamis dini hari, Bitcoin sempat turun ke level USD 19.972, karena banyaknya tekanan di pasar kripto. Altcoin lainnya seperti Ethereum dan Cardano masing-masing turun 4 persen dan 1,73 persen. 

Mengenai pergerakan pasar kripto dan bitcoin pada akhir Juni 2022 ini, Country Manager, Luno Indonesia, Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan Bitcoin belum menunjukkan pergerakan harga yang signifikan pada pekan ini.

“Saat analisis ini kami tulis, Bitcoin bergerak di level support USD 20.000 (sekitar Rp 296 juta) dengan rata-rata pergerakan 200 minggu (200-week Moving Average) di angka USD 22.500 (sekitar Rp 333 juta), yang juga merupakan titik resistensi teratas yang terpenting,” kata Jay dalam keterangan tertulis, Kamis (30/6/2022). 

"Jika Bitcoin mampu melewati kondisi saat ini, level selanjutnya yang perlu diperhatikan berada di kisaran USD 30.000 atau sekitar Rp 444 juta," lanjut Jay. 

Adapun Jay menambahkan, di sisi lain jika Bitcoin tidak dapat mempertahankan level support di USD 20.000 sekitar Rp 296 juta, level support mingguan terdekat yang perlu diperhatikan juga adalah USD 16.000 sekitar Rp 237 juta.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Harga Kripto Kamis Pagi 30 Juni 2022

Sebelumnya, menjelang akhir Juni 2022, harga Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau alami pergerakan harga yang kompak pada Kamis (30/6/2022) pagi. Mayoritas kripto jajaran teratas masih terjebak di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis pagi, 30 Juni 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 0,60 persen persen dalam 24 jam, tetapi masih menguat 1,41 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 20.253 per koin atau setara Rp 301,1 juta (asumsi kurs Rp 14.868 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga masih ambles pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH turun 4,16 persen, tetapi masih menguat 5,39 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.114 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) juga tertahan di zona merah. Dalam 24 jam terakhir BNB melemah 4,21 persen. Namun BNB masih menguat 3,18 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 221,60 per koin. 

 

3 dari 5 halaman

Harga Kripto Lainnya

Kemudian Cardano (ADA) pagi ini juga harus masih terkoreksi. Dalam satu hari terakhir ADA terkoreksi 1,35 persen, tetapi masih menguat tipis 1,82 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4698 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga masih terpuruk. Sepanjang satu hari terakhir SOL melemah 4,91 persen dan 1,32 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 34,25 per koin.

XRP tetap melemah pagi ini. XRP turun 3,03 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih menguat 2,72 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3324 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Dengan begitu membuat USDT berada di level USD 0,9989 dan USDC dihargai USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) melemah 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi harganya masih bertahan di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto kembali melemah cukup besar pada hari ini yaitu di level USD 904,1 miliar dari hari sebelumnya di level USD 917,1 miliar. 

4 dari 5 halaman

Pasar Kripto Lanjutkan Koreksi Dampak Sentimen Negatif dari Industri

Sebelumnya, Bitcoin selama 10 hari terakhir, berhasil bertengger di atas USD 20.000 atau sekitar Rp 297,2 juta. Namun pada Kamis (30/6/2022) dini hari, Bitcoin sempat turun ke level USD 19.954 menurut data dari Coinmarketcap. 

Namun, penurunan tak terjadi lama, Bitcoin kembali naik di kisaran USD 20.000. Kripto terbesar itu masih bertahan di sekitar USD 20.200, bahkan di tengah berbagai sentimen negatif berita industri terbaru yang memicu kecemasan. Salah satunya laporan perintah oleh pengadilan Kepulauan Virgin Inggris untuk likuidasi dana lindung nilai kripto Three Arrows Capital. 

Analis senior Oanda, Edward Moya mengatakan banyak sekali berita buruk di industri kripto belakangan ini.

"Kekhawatiran berkembang bahwa runtuhnya Three Arrows Capital dapat memicu penularan pasar lebih lanjut,” kata Moya dikutip dari CoinDesk, Kamis, 30 Juni 2022.

Sedikit perubahan dari polanya sepanjang tahun, kripto menyimpang dari indeks saham utama AS, yang datar selama Rabu setelah Powell mengatakan inflasi dapat terus meningkat, akibat dampak mengganggu dari pandemi COVID-19, dan menegaskan kembali Komitmen Fed untuk mengatasi tekanan harga bahkan dengan mengorbankan resesi.

5 dari 5 halaman

Bencana Three Arrows Berlanjut

Komentar Powell menawarkan sedikit kenyamanan bagi investor kripto yang sudah bergulat dengan bencana Three Arrows yang sedang berlangsung. 

Perusahaan telah menderita kerugian besar dalam penurunan tajam baru-baru ini dan menghadapi kemungkinan kebangkrutan setelah mengeluarkan setidaknya USD 400 juta dalam likuidasi. 

Pialang kripto Voyager Digital mengeluarkan pemberitahuan ke 3AC minggu ini setelah dana tersebut gagal melakukan pembayaran yang diperlukan atas pinjaman sebesar 15.250 bitcoin dan USD 350 juta dalam USDC. Saham Voyager jatuh setelah mengungkapkan eksposurnya ke 3AC.

3AC telah menjadi investor aktif dalam industri aset digital dalam beberapa tahun terakhir dengan investasi di seluruh NFT, keuangan terdesentralisasi, perusahaan blockchain layer 1 dan perusahaan kripto.

Di tengah kasus 3AC yang terjadi, Moya pesimis tentang potensi bitcoin ke depan untuk mempertahankan harganya di level USD 20.000.