Sukses

Begini Strategi Jitu saat Harga Kripto Lesu

Liputan6.com, Jakarta - Cryptocurrency mengawali 2022 dengan cukup tertatih-tatih karena pergerakan harganya yang terus naik turun bak roller coaster. Bahkan, harga Bitcoin sebagai cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar harus turun ke titik terendah sejak sempat menyentuh harga tertinggi pada November 2021. 

Seperti diketahui banyak hal yang mempengaruhi harga pada pasar kripto, misalnya regulasi sebuah negara soal cryptocurrency hingga kerusuhan yang sempat terjadi di Kazakhstan yang berdampak pada para penambang kripto di sana. 

Menyikapi hal tersebut, Marketing Growth Pintu sekaligus pengamat kripto, Timothius Martin menuturkan, sangat sulit untuk membaca pergerakan harga kripto

“Sangat sulit untuk memprediksi pergerakan harga aset crypto dalam jangka waktu yang pendek. Banyak faktor fundamental ataupun teknikal yang memberikan volatilitas harga pasar,” kata Timothius pada Liputan6.com, ditulis Sabtu (29/1/2022). 

“Namun jika kita lihat dalam jangka waktu lebih panjang seperti tahunan, maka akan lebih mudah dalam melihat prospek maupun rrsiko dari investasi crypto," ujar dia. 

Seiringan dengan hal tersebut, Timothy memberikan strategi yang bisa dilakukan investor untuk menghadapi kondisi pasar yang saat ini cukup bergejolak. 

Dia menuturkan, salah satu strategi investasi yang bisa digunakan adalah Dollar Cost Averaging (DCA). 

"Salah satu strategi investasi yang bisa dipertimbangkan adalah Dollar Cost Averaging (DCA), di mana investor menabung secara rutin (misalnya setiap minggu atau setiap bulan) dengan jumlah nominal yang sama,” ujar Timothy. 

“Metode ini akan membantu menormalisasi fluktuasi harga jangka pendek yang sulit ditebak. Metode ini bisa ditemukan pada aplikasi crypto, misalnya Pintu, karena menyediakan kalkulator perhitungan DCA sehingga bisa membantu investor baru dengan mudah,” pungkasnya. 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Harga Kripto pada 29 Januari 2022

Sebelumnya, harga Bitcoin, Ethereum dan jajaran kripto teratas terlihat kembali menguat pada Sabtu pagi, 29 Januari 2022. Kripto yang sempat melemah sebelumnya, pagi ini mulai beranjak naik.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat dalam satu hari terakhir sebesar 4,89  persen dan 2,56 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga BTC berada di level USD 37.834,73 per koin atau setara Rp 544,1 juta (asumsi kurs Rp 14.383 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) sebagai kripto terbesar kedua yang sebelumnya melemah, hari ini kembali menguat sebesar 8,41 persen dalam satu hari terakhir. Namun dalam sepekan masih melemah sebesar 2,97 persen. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 2.538,25 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) yang pagi ini terlihat melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB melemah sebesar 1,05 persen dan dalam sepekan sebesar 0,88 persen. Hal itu membuat BNB berada di level USD 385,31 per koin. 

Sedangkan, Solana (SOL) pagi ini berhasil kembali menguat dalam satu hari terakhir sebesar 3,91 persen. Namun dalam sepekan masih meradang sebesar 16,86 persen. Saat ini harga SOL berada di level USD 91,60 per koin.

Adapun, Cardano (ADA) mengikuti jejak Solana yang berhasil menguat dalam 24 jam terakhir sebesar 1,18 persen. Meskipun begitu, dalam sepekan ADA masih melemah sebesar 7,04 persen. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 1,05 per koin.

Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD coin (USDC), meskipun sedikit turun, tetapi masing-masing harganya masih stabil. USDT masih berada di level USD 1,00. Namun, USDC harganya sedikit menurun ke level USD 0,9994.