Liputan6.com, Jakarta - Ciri anak yang suka tidur dengan satu kaki di luar selimut memiliki penjelasan tersendiri. Kebiasaan ini mungkin terlihat menggemaskan, terutama ketika anak tetap membiarkan salah satu kakinya terbuka meskipun sudah diselimuti berulang kali.
Dalam psikologi, ciri anak yang suka tidur dengan satu kaki di luar selimut tidak bisa dijadikan patokan untuk menilai kepribadian. Posisi tersebut lebih sering berkaitan dengan pengaturan suhu tubuh, kenyamanan fisik, dan preferensi masing-masing anak saat beristirahat.
Meski begitu, ciri anak yang suka tidur dengan satu kaki di luar selimut dapat dibahas dari sisi kebiasaan dan perkembangan perilaku. Rutinitas sebelum tidur terkadang memberikan gambaran tentang cara anak mengenali kebutuhan diri hingga mengembangkan kemandirian.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari Times of India tentang ciri anak yang suka tidur dengan satu kaki di luar selimut, Jumat (6/11/2026).
1. Menyukai kenyamanan dengan caranya sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3091205/original/027544500_1585737818-annie-spratt-86KXmkRWAMA-unsplash.jpg)
Setiap anak memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan kenyamanan ketika hendak tidur. Ada yang membutuhkan suasana kamar gelap, bantal kesayangan, atau selimut dengan posisi tertentu. Mengeluarkan satu kaki dari balik selimut juga bisa menjadi salah satu cara anak menyesuaikan lingkungan tidurnya agar terasa lebih nyaman.
Anak biasanya mulai mengenali hal-hal yang membuat mereka mudah terlelap. Ketika menemukan kebiasaan yang dirasa menyenangkan, mereka cenderung mengulanginya setiap malam. Rutinitas yang konsisten juga dapat membantu anak merasa lebih aman dan tenang menjelang waktu tidur.
Advertisement
2. Memiliki keinginan untuk mandiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5135906/original/055873700_1739797258-Bedtime_Affirmations.jpg)
Sebagian anak senang menentukan sendiri bagaimana mereka ingin tidur. Mereka mungkin ingin mengatur posisi bantal, memilih selimut, atau membiarkan salah satu kakinya tetap terbuka meskipun orang tua sudah berulang kali merapikan tempat tidurnya.
Kebiasaan kecil tersebut bisa menjadi bagian dari proses anak mengenali keinginan dan preferensinya sendiri. Seiring bertambahnya usia, anak mulai mengembangkan kemandirian melalui berbagai keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menentukan rutinitas sebelum tidur.
Namun, kemandirian tidak dapat dinilai hanya dari posisi tidur. Perkembangan tersebut turut dipengaruhi oleh pola asuh, pengalaman, dan kesempatan yang diberikan kepada anak untuk membuat pilihan.
3. Peka terhadap sensasi fisik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243750/original/080381400_1749112719-close-up-cute-kid-sleeping.jpg)
Salah satu alasan paling sederhana anak tidur dengan satu kaki di luar selimut adalah merasa kepanasan. Ketika suhu tubuh berubah menjelang tidur, anak mungkin secara alami mencari posisi yang membuatnya lebih nyaman.
Kaki juga berperan dalam membantu tubuh melepaskan panas. Pembuluh darah di bagian telapak kaki dapat membantu mengatur suhu tubuh sehingga membiarkan kaki terbuka bisa menjadi cara sederhana untuk mengurangi rasa gerah.
Anak yang mudah menyadari perubahan suhu atau ketidaknyamanan fisik mungkin lebih sering mengubah posisi selimutnya. Hal ini lebih berkaitan dengan respons tubuh terhadap lingkungan daripada menunjukkan karakter kepribadian tertentu.
Advertisement
4. Menyukai rutinitas yang sudah familiar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137003/original/080468100_1739896420-Anak_Tidur.jpg)
Anak cenderung mengulangi kebiasaan yang membuat mereka merasa tenang. Jika tidur dengan satu kaki di luar selimut sudah menjadi bagian dari rutinitas malam, mereka mungkin terus melakukannya karena merasa lebih mudah terlelap dengan posisi tersebut.
Dalam dunia psikologi tidur, kebiasaan seperti ini dapat berkaitan dengan asosiasi tidur, yaitu kondisi atau aktivitas tertentu yang terbiasa dilakukan sebelum seseorang tertidur. Contohnya memeluk boneka, mendengarkan lagu pengantar tidur, atau menggunakan selimut kesayangan.
Rutinitas yang konsisten dapat membantu anak mengenali waktu istirahat dan mempersiapkan diri untuk tidur. Kebiasaan tersebut juga berhubungan dengan kualitas tidur dan kesejahteraan emosional yang lebih baik.
5. Mampu beradaptasi dengan perubahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205081/original/032905000_1666841353-little-cute-girl-bed-with-toy.jpg)
Anak yang sering mengubah posisi selimut ketika tidur mungkin sedang menyesuaikan diri dengan perubahan suhu tubuh atau kondisi lingkungan. Mereka tidak selalu harus berada dalam posisi yang sama sepanjang malam karena tubuh membutuhkan tingkat kenyamanan yang berbeda.
Membiarkan satu kaki berada di luar selimut bisa menjadi salah satu bentuk penyesuaian sederhana. Anak mungkin menarik selimut kembali ketika merasa dingin atau mengeluarkan kakinya saat mulai merasa gerah.
Kemampuan beradaptasi sendiri berkembang melalui temperamen, pengalaman, dan lingkungan. Jadi, kebiasaan tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa anak memiliki kepribadian yang lebih fleksibel. Namun, hal ini bisa memperlihatkan bagaimana mereka menemukan cara untuk memenuhi kebutuhan fisiknya.
Advertisement
6. Sedang belajar mengatur kebutuhan diri sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3119047/original/066647700_1588580511-mother-and-child-resting-on-bed-3764543.jpg)
Kebiasaan mengubah posisi tidur, menggeser selimut, atau membiarkan satu kaki tetap terbuka juga dapat menjadi bagian dari proses anak belajar mengenali kebutuhan tubuhnya. Mereka mulai memahami kapan merasa kepanasan, kedinginan, atau membutuhkan posisi yang berbeda agar bisa beristirahat dengan nyaman.
Dalam psikologi perkembangan, kemampuan mengenali dan merespons kondisi diri sendiri berkaitan dengan regulasi diri (self-regulation). Keterampilan ini berkembang secara bertahap selama masa kanak-kanak dan membantu anak mengelola respons terhadap berbagai situasi.
Meski tidur dengan satu kaki di luar selimut bukan bukti bahwa anak memiliki kemampuan regulasi diri yang lebih baik, kebiasaan tersebut bisa menjadi contoh sederhana bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan kebutuhan fisiknya tanpa selalu membutuhkan bantuan orang tua.
Penjelasan dari Sisi Psikologi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3955512/original/006761600_1646710479-baby-g005b259c4_640.jpg)
Terlepas dari berbagai anggapan yang beredar di media sosial, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tidur dengan satu kaki di luar selimut dapat memprediksi kepribadian anak. Posisi tidur tersebut juga tidak bisa dijadikan penanda bahwa seorang anak lebih percaya diri, cerdas, mandiri, atau kreatif dibandingkan teman seusianya.
Penjelasan yang lebih masuk akal berkaitan dengan pengaturan suhu tubuh, kenyamanan sensoris, kebiasaan, dan rutinitas sebelum tidur. Selama anak dapat tidur dengan nyenyak, bangun dalam kondisi segar, dan tidak menunjukkan gangguan tidur, kebiasaan membiarkan satu kaki di luar selimut umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.
Pada akhirnya, kepribadian anak terbentuk melalui banyak faktor, mulai dari genetik, hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, pengalaman, hingga lingkungan tempat mereka tumbuh. Jadi, satu kaki kecil yang menyembul dari balik selimut mungkin memang terlihat menggemaskan, tetapi kebiasaan tersebut lebih mungkin menunjukkan preferensi kenyamanan daripada menggambarkan karakter anak.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Ciri Anak yang Suka Tidur dengan Satu Kaki di Luar Selimut
Apa penyebab anak suka tidur dengan satu kaki di luar selimut?
Anak mungkin merasa kepanasan atau lebih nyaman ketika salah satu kakinya tidak tertutup. Kebiasaan ini juga bisa terbentuk karena preferensi posisi tidur yang membuatnya lebih mudah terlelap.
Apakah tidur dengan satu kaki di luar selimut menunjukkan sifat mandiri pada anak?
Belum tentu. Kebiasaan tersebut tidak secara langsung membuktikan kemandirian, tetapi anak memang sedang belajar mengenali preferensi dan kebutuhan tubuhnya sendiri.
Apakah tidur dengan satu kaki di luar selimut baik untuk anak?
Kebiasaan ini umumnya tidak berbahaya selama anak merasa nyaman dan mendapatkan tidur yang cukup. Membiarkan kaki terbuka juga dapat membantu tubuh melepaskan panas.
Apakah kebiasaan tidur anak dapat menggambarkan kepribadiannya?
Kebiasaan tidur terkadang mencerminkan preferensi dan rutinitas anak, tetapi tidak bisa digunakan untuk menentukan kepribadian. Karakter anak terbentuk melalui faktor genetik, pola asuh, pengalaman, dan lingkungan.
Kapan orang tua perlu memperhatikan kebiasaan tidur anak?
Orang tua perlu lebih memperhatikan jika anak sering terbangun, sulit tidur, tampak kelelahan pada siang hari, atau menunjukkan tanda gangguan tidur lainnya. Jika kondisi tersebut berlanjut, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391542/original/015530900_1793938826-cek_fakta_transfer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391836/original/022843100_1793953592-HL_anak_tidur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)