6 Cara Membersihkan Mesin Cuci agar Tidak Bau, Panduan Tetap Higienis

Cara membersihkan mesin cuci agar tidak bau, mulai dari cuka hingga perawatan filter, demi pakaian bersih.

Diterbitkan 31 Mei 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara membersihkan mesin cuci agar tidak bau penting diketahui supaya peralatan rumah tangga tetap higienis dan nyaman digunakan setiap hari. Mesin cuci yang jarang dirawat biasanya menyimpan sisa deterjen, kotoran, serta kelembapan yang memicu munculnya aroma tidak sedap pada pakaian.

Perawatan rutin dapat membantu menjaga performa mesin cuci tetap optimal dalam jangka panjang. Dengan menerapkan cara membersihkan mesin cuci agar tidak bau, bagian tabung, filter, hingga saluran pembuangan dapat terhindar dari penumpukan kerak dan jamur yang mengganggu kebersihan cucian.

Selain membuat pakaian lebih segar, kebiasaan merawat alat elektronik rumah tangga juga membantu mengurangi risiko kerusakan. Banyak orang mulai menerapkan cara membersihkan mesin cuci agar tidak bau menggunakan bahan sederhana karena langkahnya praktis dan mudah dilakukan sendiri di rumah.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara membersihkan mesin cuci agar tidak bau, Selasa (26/5/2026).

1. Bersihkan Drum dengan Cuka Putih

Cuka putih dikenal sebagai bahan pembersih alami yang efektif untuk mengatasi bau tidak sedap pada mesin cuci. Kandungan asam di dalamnya membantu meluruhkan kerak, sisa deterjen, hingga jamur yang menempel di bagian dalam drum.

Jika tabung mesin cuci jarang dibersihkan, kotoran akan terus menumpuk dan memicu aroma apek pada pakaian setelah dicuci. Karena itu, membersihkan drum secara rutin menjadi langkah penting agar mesin cuci tetap higienis dan nyaman digunakan setiap hari.

Cara membersihkannya cukup mudah. Tuangkan sekitar dua cangkir cuka putih ke dalam drum atau kompartemen deterjen, lalu jalankan mesin cuci tanpa pakaian menggunakan siklus air panas.

Untuk mesin cuci bukaan atas, diamkan campuran air dan cuka selama kurang lebih satu jam agar kerak dan bakteri lebih mudah terangkat.

Setelah proses selesai, bagian dalam mesin biasanya terasa lebih segar dan bau tidak sedap pun berkurang secara signifikan.

2. Tambahkan Washing Soda untuk Membersihkan Kerak

Selain cuka putih, washing soda juga bisa digunakan untuk membersihkan mesin cuci agar hasilnya lebih maksimal. Washing soda memiliki kemampuan kuat dalam mengangkat endapan air keras, minyak, dan sisa sabun yang menempel di tabung mesin cuci.

Penumpukan kerak sering kali menjadi penyebab utama munculnya bau apek karena kotoran bercampur dengan kelembapan di dalam mesin.

Cara penggunaannya cukup praktis. Taburkan sekitar 300 gram washing soda langsung ke dalam drum mesin cuci, kemudian jalankan siklus pencucian kosong menggunakan air panas.

Kombinasi washing soda dan cuka membantu membersihkan bagian dalam mesin secara menyeluruh sekaligus menetralkan bau tidak sedap. Jika dilakukan secara rutin, tabung mesin cuci akan tetap bersih dan performa mesin pun lebih terjaga.

3. Rawat Karet Pintu secara Rutin

Karet pintu pada mesin cuci, terutama tipe front loading, sering menjadi tempat berkumpulnya air, sisa deterjen, rambut, hingga debu halus. Area yang lembap tersebut sangat mudah ditumbuhi jamur dan bakteri sehingga menimbulkan bau apek yang mengganggu.

Tidak sedikit orang hanya fokus membersihkan drum mesin cuci, padahal bagian karet pintu juga perlu mendapat perhatian khusus agar kebersihan mesin tetap terjaga.

Setelah selesai mencuci, biasakan mengelap bagian karet pintu menggunakan kain bersih hingga tidak ada air yang tertinggal. Angkat sedikit lipatan karetnya untuk memastikan tidak ada kotoran yang menumpuk di sela-sela.

Jika terdapat noda membandel atau jamur, gunakan campuran air hangat dan cuka putih lalu sikat perlahan memakai sikat berbulu lembut. Setelah dibersihkan, pastikan bagian karet benar-benar kering agar tidak lembap dan kembali memicu bau tidak sedap.

4. Bersihkan Laci Deterjen secara Berkala

Laci deterjen sering kali menjadi bagian yang terlupakan saat membersihkan mesin cuci. Padahal, sisa deterjen dan pelembut pakaian dapat mengeras serta menumpuk di bagian tersebut.

Jika dibiarkan terlalu lama, kerak yang terbentuk akan memicu munculnya bau apek dan menghambat aliran deterjen saat proses pencucian berlangsung.

Untuk membersihkannya, lepaskan laci deterjen dari mesin cuci lalu rendam di dalam air hangat yang sudah dicampur sedikit sabun atau cuka putih.

Setelah beberapa menit, sikat seluruh bagian laci menggunakan sikat kecil agar kerak dan sisa deterjen terangkat sempurna.

Jangan lupa membersihkan juga bagian dalam tempat laci berada karena area tersebut sering menyimpan kotoran tersembunyi. Setelah selesai, bilas hingga bersih dan keringkan sebelum dipasang kembali.

5. Biasakan Membuka Pintu Mesin Setelah Mencuci

Kebiasaan menutup rapat pintu mesin cuci setelah digunakan ternyata dapat menyebabkan bau apek lebih cepat muncul. Bagian dalam mesin yang masih lembap akan menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bau tidak sedap tidak hanya muncul pada mesin cuci tetapi juga menempel pada pakaian yang dicuci berikutnya.

Agar mesin cuci tetap segar, biasakan membuka pintu mesin beberapa sentimeter setelah selesai mencuci. Sirkulasi udara yang baik membantu mengeringkan sisa air di dalam tabung dan mengurangi kelembapan berlebih.

Cara sederhana ini sangat efektif untuk mencegah pertumbuhan jamur sekaligus menjaga bagian dalam mesin tetap bersih lebih lama.

6. Bersihkan Filter Mesin Cuci

Filter mesin cuci memiliki fungsi penting untuk menyaring serat kain, rambut, debu, dan berbagai kotoran selama proses pencucian. Jika filter terlalu kotor, aliran air dapat terganggu sehingga mesin cuci bekerja kurang optimal.

Selain itu, penumpukan kotoran pada filter juga dapat menjadi sumber bau tidak sedap karena sisa air dan kotoran bercampur di dalamnya.

Untuk membersihkannya, matikan mesin cuci dan lepaskan filter dari tempatnya. Bilas filter di bawah air mengalir sambil menyikat bagian yang dipenuhi kotoran menggunakan sikat lembut.

Jika kerak sulit dibersihkan, rendam filter di dalam air hangat yang dicampur cuka putih selama beberapa menit agar kotoran lebih mudah terangkat.

Setelah filter benar-benar bersih dan kering, pasang kembali ke mesin cuci. Membersihkan filter secara rutin membantu menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus mencegah munculnya bau apek.

Pertanyaan Seputar Cara Membersihkan Mesin Cuci agar Tidak Bau

Mengapa mesin cuci saya bau tidak sedap?

Bau tidak sedap pada mesin cuci sering disebabkan penumpukan residu deterjen, mineral air, jamur, dan bakteri di drum serta bagian lainnya.

Bahan apa yang efektif untuk membersihkan drum mesin cuci?

Cuka putih dan washing soda sangat efektif membersihkan drum mesin cuci dari endapan mineral, lemak, jamur, dan menetralkan bau.

Seberapa sering saya harus membersihkan filter mesin cuci?

Filter mesin cuci sebaiknya dibersihkan setiap 1 hingga 3 bulan sekali untuk mencegah penyumbatan dan bau tidak sedap.

Apa manfaat membuka pintu mesin cuci setelah selesai mencuci?

Membuka pintu setelah mencuci memungkinkan udara bersirkulasi, mengeringkan kelembapan, dan mencegah pertumbuhan jamur serta bakteri penyebab bau apek.

Bagaimana cara membersihkan karet pintu mesin cuci yang berjamur?

Bersihkan karet pintu dengan kain lembap, lalu gunakan campuran cuka dan air hangat untuk noda membandel atau jamur, sikat lembut, dan pastikan kering.