Sukses

NASA Kirimkan 4 Awak Program Artemis II untuk Eksplorasi di Bulan

Liputan6.com, Jakarta NASA akan mengirimkan empat astronaut dalam program Artemis yang kedua pada 2024. Artemis kedua menjadi misi berawak terjadwal pertama dari pesawat luar angkasa Orion NASA, yang dijadwalkan akan diluncurkan pada November 2023.

Program ini akan membangun keberadaan yang lebih lama di bulan dengan melibatkan beberapa negara. Dalam misinya, ada empat kru yang terlibat, yaitu tiga pria dan seorang wanita asli Kanada dan Amerika Serikat. Mereka adalah Reid Wiseman, Jeremy Hansen, Victory Glover, dan Christina Koch. Christina Koch terpilih menjadi satu-satunya astronot perempuan yang pernah ditugaskan dalam misi ke bulan. 

Christina Koch memiliki pengalaman yang sangat berharga dalam penerbangan luar angkasa. Sebelumnya, dia berhasil memecahkan rekor di luar angkasa selama 328 hari dan kembali ke Bumi pada 2020 bersama dua astronot lainnya yang berasal dari Badan Antariksa Eropa. Artinya, pengalaman dari astronot wanita dengan penerbangan luar angkasa terpanjang dalam sejarah NASA.

Dilansir dari BBC, Christina tidak hanya memecahkan rekor selama 328 hari saja, tetapi juga berhasil menyelesaikan 5.248 orbit bumi dengan menempuh jarak 223 juta kilometer atau setara dengan 139 juta mil. Selain itu, dia juga menyelesaikan misinya dengan berhasil mencetak rekor sebanyak 6 spacewalks untuk pertama kalinya bersama astronot perempuan lain.  

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini

2 dari 3 halaman

Persiapkan Eksplorasi di Bulan

Saat berada di luar angkasa, Christina memiliki misi untuk bantu NASA pergi ke Mars dengan bereksperimen dan penyelidikan kekuatan vertebral yang berfokus pada membantu mengembangkan penanggulangan terhadap dampak penerbangan luar angkasa. 

NASA mengatakan, Christina juga bagian dari penyelidikan sel ginjal yang mempelajari perkembangan batu ginjal dan osteoporosis di luar angkasa serta penyelidikan kristal mikrogravitasi yang dapat mengarah pada perawatan kanker lebih baik. 

“Misi Koch yang diperpanjang akan memberi kesempatan pada para peneliti untuk mengamati efek penerbangan luar angkasa dalam durasi panjang,” jelasnya. 

Tentu saja, misi ini akan membuka peluang baru dalam eksplorasi di bulan dengan jangka panjang. Harapannya bisa memberikan penemuan ilmiah, industri, komersial, kemitraan akademik, dan generasi artemis yang dapat menjadi pendekatan eksplorasi Bulan ke Mars yang dilakukan oleh NASA. 

3 dari 3 halaman

Keberlangsungan Misi Artemis II

Misi Artemis II akan berlangsung selama sekitar 10 hari yang diawali dengan misi astronaut yang akan diluncurkan ke luar angkasa menggunakan roket Space Launch System (SLS) NASA yang besar. 

Setelah mengitari bumi selama kurang dari dua hari, mereka akan berangkat ke bulan tanpa memasuki orbit. Tujuan utama dari misi ini adalah untuk sepenuhnya menguji sistem pendukung kehidupan dan manuver pesawat ruang angkasa. 

Jarak perjalanan yang akan ditempuh oleh awak Artemis II adalah sekitar 370.000 kilometer dari Bumi. Namun, rekor perjalanan ke luar angkasa masih dipegang oleh misi Apollo 13 yang berhasil menempuh jarak sejauh 400.171 kilometer. 

Setelah mengelilingi Bulan, kru Artemis II akan kembali ke bumi. Jika misi ini berjalan lancar akan menjadi langkah terakhir sebelum manusia kembali dikirim ke permukaan bulan pada 2025.

Nah, sambil menunggu perjalanan krus Artemis II ke bulan pada November 2023, kamu mungkin ingin mengetahui gambaran para kru NASA yang terbang ke luar angkasa. Kamu dapat mengetahuinya dengan menonton sejumlah film dengan perjalanan manusia ke bulan di platform streaming. 

Agar kenyamananmu saat nonton film di platform streaming tak buffering alias berjalan lancar, pastikan kamu menggunakan jaringan internet yang kuat atau wifi rumah. Buat kamu yang memiliki rumah dengan lantai dua dan seterusnya, ada baiknya menggunakan Wifi Externder yang dapat memperluas jaringan wifi. Dengan begitu, kamu dapat menonton film di platform streaming dengan lancar.

 

 

(*)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini