Sukses

Sisi Gelap Dubai, Perempuan Pekerja Seks Dibayar Ratusan Juta untuk Jadi Kloset Para Konglomerat

Liputan6.com, Jakarta- Topik terkini TikTok datang dari cerita-cerita influencer terkenal di Dubai dengan tren “Dubai Porta Potty”.

Dubai Porta Potty merupakan tren yang sudah menjamur di Dubai ketika pria atau pejabat kaya di Dubai menerbangkan gadis-gadis Instagram/Influencer terkenal ke Dubai. Mereka mendatangkan gadis-gadis tersebut untuk fantasi seksual dan permainan yang cukup ‘aneh’, seperti membuang tinjanya ke mulut gadis-gadis tersebut. 

Gadis-gadis tersebut biasanya menjalani kehidupan mewah di Dubai sebagai imbalan dari apa yang mereka beri untuk para pria atau pejabat kaya tersebut. 

Salah satu orang yang membuat cerita ini menjadi viral adalah pengguna TikTok @chennifar.

Video lain menunjukkan seorang wanita berusia 26 tahun membacakan kontraknya yang setuju untuk diterbangkan ke Dubai untuk melakukan tindakan seksual tertentu pada kliennya yang merupakan seorang Sultan. Selain itu, dalam kontrak tersebut juga disetujui wanita itu akan melakukan tindakan seksual untuk dirinya sendiri. Ia juga akan ikut berhubungan seksual dengan saudara laki-laki sultan tersebut yang masih di bawah umur.

Dia mengatakn bahwa dua minggu sebelum ia diterbangkan ke Dubai, dia akan menerima uang sebanyak 25.000 USD atau Rp. 300 juta, dan sisanya dibayarkan setelah semua kesepakatan di kontrak selesai. 

Ada juga klip NSFW online yang menunjukkan wanita sedang buang air besar yang didgua sedang dalam peran Dubai Porta Potty-nya.  

Lalu, bagaimana gadis-gadis tersebut dapat terlibat dengan para pria kaya Dubai dan menjalankan pekerjaan menjijikan demi uang ratusan juta?

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Situs Dubai Porta Potty

Menurut Africa Insider, laporan terkait Dubai Porta Potty telah ada sejak awal 2016 dan ada beberapa pengakuan dari para gadis yang sempat melakukannya 

Bahkan ada satu situs web yang tampaknya didedikasikan untuk merekrut ‘si toilet manusia’ untuk orang kaya di Dubai yaitu dubaiportapotty.top.  Situs tersebut secara eksklusif melayani fetish seksual yang melibatkan tinja. 

Dubai memang memiliki reputasi dalam mendatangkan banyak pekerja seks dan memperdagangkan perempuan untuk pekerjaan seks selama beberapa dekade. Bahkan, Dubai disebut sebagai pusat pariwisata seks internasional. 

Dalam sebuah artikel pada 2016, Americans for Democracy & Human Rights in Bahrain (ADHRB) melaporkan bagaimana praktik ini. ADHRB melaporkan bahwa perempuan-perempuan dipaksa masuk dalam prostitusi melalui dua cara.

Ada yang diperdagangkan ke dalam prostitusi dengan janji-janji posisi sebagai sekretaris atau pekerja rumah tangga, ada juga sesama perempuan yang memperdagangkan perempuan lainnya. Kadang perempuan-perempuan itu dipikat dengan cara menjual cerita-cerita positif bagaimana tinggal di UEA, padahal mereka diperdagangkan untuk prostitusi.

 

 

 

3 dari 4 halaman

Apa yang Dilakukan?

Gadis-gadis yang bersedia dibayar untuk memenuhi kepuasan lelaki kaya tersebut biasanya difasilitasi dengan pesawat first class hingga hotel bintang 5.

Saat datang ke Dubai, mereka akan bertemu dengan kliennya di sebuah ruangan kosong dengan satu ember dan beberapa ‘mainan seks’. Setelah itu, kliennya akan masuk dan mengambil ember lalu membuang tinjanya di ember tersebut. Setelah itu, tinja hasil produksi tersebut diberikan kepada gadis pekerja seks untuk dimakan dan kemudian gadis tersebut akan melakukan apapun yang kliennya inginkan. 

Bahkan, gadis tersebut diketahui tidak diperkenankan berjalan menggunakan kakinya, tapi menggunakan perutnya. Kadang, lelaki tersebut meminta gadis-gadis ini ‘bermain’ dengan unta, bukan dengan manusia. 

Setelah melakukan apa yang disepakati dengan kliennya, gadis tersebut juga diketahui dipekerjakan untuk saudara laki-laki kliennya. 

4 dari 4 halaman

Siapa 'Klien' Dubai Porta Potty?

Dubai kaya akan ekspatriat yang memiliki pengaruh besar di banyak sektor ekonomi di dunia. Mulai dari pejabat politik Rusia yang datang ke Dubai untuk mencuci uang politik mereka dengan membeli properti di Dubai, ada juga organisasi kriminal terbesar salah satunya organisasi milik Daniel Joseph Kinahan yang juga mencuci uangnya dengan membeli properti di Dubai, hingga pengusaha Italia yang kabur dari pajak dan mencuci uangnya di Dubai dengan membuka restaurant. 

Hal tersebut diperkuat dengan fakta bahwa banyak orang kaya di luar Dubai yang memiliki harta di Dubai dan lebih dari setengah pemilik properti di Dubai bukan orang asli Dubai. Jadi, bisnis Dubai Portta Potty biasanya dijalankan oleh orang-orang kaya seperti mereka. Bukan hanya sultan-sultan Dubai. 

Dubai Porta Potty juga menjadi budaya tertutup di Dubai yang akhirnya diadaptasi oleh banyak ekspartian yang ingin mencoba pengalaman ‘ekstrem’ ini.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS