Sukses

Cineto, Bioskop Mandiri Jepara

Citizen6, Jepara: Siapa yang tidak tahu tentang Kota Jepara, selain terkenal karena kota kelahiran salah satu pahlawan nasional yaitu R.A Kartini. Kota ini juga terkenal dengan kerajinan ukirnya. Namun, jauh daripada itu ternyata tidak banyak sarana hiburan yang tersedia di Jepara seperti misalnya bioskop. Berbeda dengan Jakarta, saat ini tidak ada lagi bioskop di Jepara. 
 
Atas dasar itulah, Achmad R. Yazid, selaku Manajer Operasional dari Pabrik Film membuat Bioskop Mandiri di Jepara. Bersama keempat temannya yang lain, dia menjadi project officer untuk program nasionalnya itu. " Untuk periode pertama Bioskop Mandiri di Jepara, saya bersama teman-teman memutuskan untuk menyewa rumah yang kemudian kami beri nama CINETO, sebuah Rumah Apresiasi " tutur Yazid. Cineto terbentuk secara mandiri atas inisiasi lima orang dimana kelima orang tersebut patungan bersama demi menutup biaya operasionalnya. " Total untuk Bioskop Mandiri Februari kemarin, diluar biaya sewa rumah kami menghabiskan satu juta," tambahnya. 
 
Selama 14 hingga 19 Februari 2012, CINETO memutarkan film " Valentine " karya Pabrik Film dan dalam periode itu total seperti yang disebutkan oleh Achmad R. Yazid mereka mendapatkan enam penonton. " Kecewa pasti ada, tapi kami merasa ini tetap sebuah kesuksesan. Mempunyai ruang eksibisi sendiri adalah kesuksesan pribadi. Jika terus mengeluh soal penonton yang minim tentu akan selalu jadi masalah, tetapi kami sadar jika ini memang yang pertama dan jalan masih panjang, " tambah Yazid. 
 
Diluar biaya operasional yang masih menjadi tanggungan dari masing-masing pribadi, Cineto tetap berharap ini menjadi awal untuk sebuah target yang besar. " Tidak selamanya, film atau pun sesuatu yang berhubungan dengan indie di identikkan dengan gratis. Film Indie pun punya harga. Jika melihat hubungan transaksional antara pembuat film, pemutar, dan penonton, saya rasa itu sudah terjalin tinggal bagaimana membuat ini lebih baik lagi. " 
 
Untuk kedepannya, CINETO akan tetap beroperasi dengan menjadi Rumah Apresiasi bagi seluruh komunitas, tidak tertutup bagi film saja tetapi juga musik, foto, video, lukisan dan apapun yang membutuhkan ruang. "Jepara butuh hiburan", tandasnya. (Pengirim: Pandhu Adjisurya)