Sukses

Membanggakan, Tokoh Silat Jawa Barat Bawa Silat Tradisional Banten ke Benua Eropa

Liputan6.com, Bandung - Pencak silat semakin diminati oleh komunitas internasional. Selain menjadi salah satu cabang olahraga baru yang dipertandingkan di Asian Games 2018, pencak silat juga akan kembali diperkenalkan di Eropa.

Tokoh silat Jawa Barat Gending Raspuzi kembali dijadwalkan mengajarkan silat tradisional kepada para praktisi bela diri dalam rangkaian workshop di empat negara Eropa. Workshop silat tradisional ini adalah yang ketiga kalinya digelar di benua Eropa.

Gending dijadwalkan akan memberikan materi silat tradisional Sunda, Ulin Makao, kepada komunitas bela diri di lima kota seperti Hannover (Jerman), Rotterdam dan Maastricht (Belanda), Dublin (Irlandia), dan Saint-Brieuc (Perancis) selama bulan September 2018. Ulin Makao sendiri adalah aliran silat yang berasal dari Banten. Nama aliran ini mengandung kata Makao karena pengembangnya memang memiliki hubungan dengan Cina.

“Pendekar silat Banten terdahulu terlibat duel dan kalah dengan pendekar yang berasal dari Cina Makau. Karena kalah duel, maka pendekar silat tersebut berguru kepada sang pendekar Cina Makao tersebut dan berhasil memenangkan duel berikutnya. Atas keberhasilannya, pendekar silat tersebut mengembangkan sistem bela dirinya dan dinamakan Ulin Makao,” tutur Gending di sela-sela Workshop Silat Ulin Makao di Lembaga Budaya Sunda Universitas Pasundan, Minggu (29/7).

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Meskipun berasal dari Banten, nama Ulin Makao tidak banyak dikenal karena aliran ini memang memiliki banyak varian nama.

“Nama aliran silat seringkali diambil dari nama tempat asalnya, nama penyebarnya, atau nama permainannya. Misalnya, Maenpo Cikalong berasal dari Cikalong dan  aliran Cimande dari Tarikolot di Bogor. Aliran Madi disebarkan oleh bang Madi.”

“Aliran Ulin Makao ini juga banyak sebutannya. Ada yang menyebut Ulin Abu, diambil dari nama pendekarnya Ki Abu Arwanta. Ada juga yang menyebut Ulin Sawah, karena merujuk pada tempat tinggal Ki Abu Arwanta,” lanjut Gending.

Gending sendiri mempelajari aliran Ulin Makao dari Agus Iim Suryana, Ki Asnawi, dan Ki Arba. Ia berasal dari perguruan silat Panglipur, Manderaga, Pagar Kancana, dan Sekar Pusaka, dan telah belajar secara pribadi kepada guru-guru silat dari berbagai aliran seperti Cimande, Sera, Sabandar, Timbangan dan aliran silat tradisional Sunda lainnya.

Demi menjaga warisan ilmu silat tradisional agar tidak terlupakan, Gending mendirikan Lembaga Pewarisan Pencak Silat Indonesia (Garis Paksi) yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan pencak silat Indonesia, khususnya silat tradisional di Jawa Barat.

Dalam tiga tahun terakhir, Garis Paksi telah memberikan materi workshop lintas negara di lima negara Eropa, Dubai, dan Brunei Darussalam. Setelah Eropa, Gending akan memperkenalkan silat tradisional di Adelaide, Australia, di bulan November berikutnya.

Pengirim:

Mohammad Shihab

Manajer Komunikasi

Lembaga Pewarisan Pencak Silat Indonesia

Makanan Enak Asal Indonesia Tapi Jarang Diketahui
Loading
Artikel Selanjutnya
Sandiaga Ingin Pencak Silat Jadi Penggerak Ekonomi Warga Jakarta
Artikel Selanjutnya
Asian Games 2018: Pencak Silat Optimistis Raih Juara Umum