Sukses

Bikin Melongo, Melon Ini Terjual Seharga Rp 400 Juta

Liputan6.com, Jakarta - Melon bisa jadi buah yang sering kalian temui sehari-hari. Bukan hanya nikmat dijadikan jus, melon juga biasanya dimakan langsung sebagai pencuci mulut. Selain nikmat, melon juga memiliki berbagai macam manfaat bagi tubuh. Selain itu, harganya yang cukup murah juga membuat melon kerap menjadi pilihan.

Namun, berbeda dengan melon Yubari King dari Sapporo, Jepang ini. Melon ini baru saja terjual seharga 3,2 Juta Yen atau setara dengan Rp 415 Juta untuk dua buah melon. Ini mengalahkan rekor sebelumnya senilai Rp 194 Juta pada tahun 2016.

Melon berharga fantastis ini dibeli oleh Shinya Noda. Dia merupakan residen Hokuyu Pack, sebuah perusahaan distributor buah dan sayuran di Negeri Sakura tersebut. Dia memutuskan untuk membelinya dengan harga tersebut sebagai bentuk perayaan 30 tahun dirinya berbisnis.

Melon termahal di dunia itu akan dipajang selama satu bulan dan kemudian akan dipotong dan dibagikan kepada pelanggan setianya.

Melon Yubari King diketahui tumbuh di Yubari, sebuah daerah di Jepang yang kerap menghasilkan buah dengan kualitas tinggi.

2 dari 2 halaman

Tak Hanya Melon

Nyatanya tak hanya melon, sebelumnya ada juga stroberi White Jewel yang juga berharga fantastis. Berbeda dengan stroberi kebanyakan yang berwarna merah, stroberi jenis White Jewel berwarna putih dan berukuran sangat besar. Rasa juga sangat manis.

Mengenai harga, satu buah White Jewel dibanderol $40 atau setara Rp500 ribu. Tak hanya itu, ada juga apel Sekai-ichi yang dibanderol seharga Rp 295 ribu perbuah. Apel ini diklaim sebagai apel terbaik dan termanis di dunia.

*Pantau hasil hitung cepat atau Quick Count Pilkada Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Sumsel, Bali dan Sulsel di sini dan ikuti Live Streaming Pilkada Serentak 9 Jam Non Stop hanya di Liputan6.com.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Hasil Piala Dunia 2018, Pertandingan Tadi Malam
Artikel Selanjutnya
Membanggakan, Ensemble Gitar Klasik Asal Yogyakarta Borong Gelar di Jepang