Sukses

4 Koleksi Museum Ini Membuat Kamu Tak Bisa Tidur Nyenyak

Liputan6.com, Jakarta - Biasanya, orang-orang pergi ke museum untuk menikmati benda seni, budaya, sejarah, atau ilmu pengetahuan. Namun tahukah Anda? Ada beberapa museum yang justru menyimpan koleksi yang terbilang tak masuk akal.

Kerangka manusia, peti mati, mumi, kantong mayat, dan bagian tubuh manusia disimpan di museum-museum ini. Bukannya menginspirasi mungkin Anda justru merinding dan mimpi buruk setelah berkunjung ke museum-museum ini.

1. Museum Dupuytren, Paris

Museum ini memiliki koleksi anatomi yang menggambarkan penyakit dan malformasi. Meski tampak menyeramkan, sebenarnya yang dipajang di sini hanyalah model lilin anatomi.

Museum ini juga memiliki koleksi guci yang berisi cairan yang berisi bagian-bagian tubuh manusia cacat, kembar siam, maupun bayi yang lahir dengan organ internal yang melekat. Di sini juga terdapat model lilin dari kepala manusia dengan penyakit aneh maupun cacat lahir yang tak dapat dijelaskan.

2. El Museo de Las Momias, Meksiko

- 

Disebut juga museum mumi. Sudah tentu koleksi museum ini tak jauh-jauh dari mumi. Namun demikian, mumi-mumi yang disimpan di sini menunjukkan tradisi brutal dan memalukan yang menjadi bukti kesadisan bangsa Romawi kuno.

Museum ini memiliki total 111 mumi dari semua usia, dari anak-anak hingga dewasa. Museum yang menunjukkan mumi dalam bentuk aslinya juga menyimpan mumi korban wabah kolera dari tahun 1865-1958.

2 dari 2 halaman

The Glore Psychiatric Museum

3. The Glore Psychiatric Museum, Amerika Serikat

Museum ini menyimpan bukti sejarah berusia 130 tahun dari rumah sakit jiwa negara tersebut. Dari museum ini, anda dapat belajar sejarah pengobatan kesehatan mental.

Koleksi museum ini termasuk peralatan medis, seragam staf, foto, dan karya seni yang diciptakan oleh pasien rumah sakit jiwa. Bahkan, museum ini menyimpan benda-benda yang diambil dari perut pasien sakit jiwa seperti 453 paku, 105 pin rambut, 115 peniti, dan berbagai macam paku, baut, kancing.

4. Lombroso's Museum of Criminal Anthropology, Italia

- 

Ahli pembaca wajah pelaku kriminal Cesare Lombroso menciptakan museum ini pada tahun 1898. Lombroso terobsesi dengan ide perilaku menyimpang dan kecenderungan kriminal. Ini yang membuat museum ini penuh dengan berbagai bentuk tengkorak manusia. Malahan, kepala Lombroso sendiri juga disimpan di sini.

Benda-benda yang biasa digunakan dalam tindak kejahatan juga dipajang di sini, seperti senjata, alat pembedah, dan lainnya. Puluhan kerangka lengkap, otak, dan model lilin dari penjahat juga disimpan di sini. Setidaknya, terdapat 400 tengkorak yang disimpan di sini.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6