Citizen6, Jakarta Malang benar nasib bocah perempuan tak berdosa ini. Karena bermain-main, bocah perempuan berusia 2 tahun ini dikubur hidup-hidup oleh teman-temannya sendiri.
Peristiwa tragis itu berawal saat sekelompok anak memutuskan untuk bermain di sebuah pemakaman. Seperti dilansir dari worldwideweirdnews.com, anak-anak yang berusia 7 tahun itu melakukan permainan yang meniru sebuah ritual pemakaman.
Baca Juga
- Ditinggal Tidur, Ular Piton 3 Meter Serang Anak Kecil
- Foto-foto 'Anak dan Mainan Mereka' Ungkap Hal yang Mengejutkan
Mereka menggali tanah dan mengubur bocah yang tak tahu apa-apa itu di dalamnya.
Advertisement
Anak-anak lain menimbun tubuh bocah tersebut dengan tanah dan air sambil menyanyikan lagu kematian tradisional. Permainan itu benar-benar menyerupai sebuah pemakaman yang sebenarnya.
Saat tubuh bocah itu ditarik keluar dan dibersihkan dari tanah yang berlumpur, mereka baru sadar anak perempuan itu sudah meninggal.
Bocah perempuan yang berusia 2 tahun ini tinggal bersama neneknya di Kakamega karena ibunya tinggal di kota lain untuk bekerja. Tak disebutkan mengapa bocah tersebut diperbolehkan diajak bermain oleh anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa.
Menyadari cucu kesayangan tak pulang, sang nenek mencari pertolongan. Menurut polisi setempat, peristiwa ini adalah sebuah kecelakaan yang sangat tragis. Bocah laki-laki yang berusia 7 tahun kemudian menghilang. Polisi menduga dia lari dari kampung karena ketakutan.
Pemimpin lokal mengatakan, bocah itu kemudian dimakamkan secara layak. Mereka juga akan melakukan ritual untuk membersihkan anak-anak yang terlibat dengan kematian bocah tersebut.
Â
**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150531/original/011713400_1741077091-Kuda1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370019/original/097624000_1791544375-asap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041778/original/033342300_1733738907-Sampul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383535/original/061676900_1793090887-bpjs_kesehatan_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1157333/original/027527100_1456800596-01032016-bayi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)