Sukses

Memaknai Diam Bersama Komunitas Pantomim

Citizen6, Jakarta Diam menjadikan kita lebih banyak mengamati dan lebih banyak mendengar. Sehingga kita bisa belajar memahami banyak orang, bukan melulu ingin dipahami. “Pantomim mengajarkan saya dan teman-teman di komunitas belajar mengenai betapa pentingnya arti DIAM,” ungkap Banon Gautama anggota dari Komunitas Pantomim Indonesia.

Mengikuti beberapa komunitas teater, akhirnya Banon dikenalkan dengan seni pantomim. Lalu Banon mencoba mendirikan grup pantomim sendiri namun tak lama kemudian bubar. Pada akhir tahun 2010, berlokasi di taman barito jakarta selatan, pantomimer yang saat itu berkumpul berikrar membuat sebuah komunitas untuk menyatukan lintas generasi pantomim di Indonesia. Dengan tujuan sebagai wadah silaturahmi bagi pecinta pantomim dan temen-temen yang ingin lebih deket lagi dengan pantomim.

Di Indonesia diakui oleh Banon perkembangan pantomim cukup sehat. “Tak perlu buru-buru booming banget, yang penting seni pantomim bisa terus menghiasi hati para pecintanya itu sudah rahmat berkah Tuhan yang sangat melimpah,” ujarnya.

Ada banyak genre yang bermunculan dan hal ini dinilai sah-sah saja karena memperkaya budaya pantomim Indonesia. Ada seni pantomim yang berkolaborasi dengan tari tradisi dan sulap. Ada juga yang hadir dalam bentuk musikalisasi puisi, teater, musik efek, dan masih banyak lagi. Yang paling utama adalah tugas pantomimer untuk membahagiakan sesama dan memperindah cantiknya dunia lewat kesenian khususnya pantomim.

“Kategori itu hanyalah pengamat yang menilai. Para seniman tugasnya cuma berkarya, tak perlu mengkotak-kotak kan ini masuk aliran apa, itu masuk aliran mana. Kewajiban nya berkarya, itu sudah,” tutur Banon.

Kegiatan dari Komunitas Pantomim Indonesia yaitu mengadakan pentas pantomim, Mime Street, Sosialisasi pantomim di Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, dan acara Charity serta beberapa workshop pantomim di kampus-kampus. Kedepannya komunitas ini menginginkan pantomim bisa lebih dekat ke hati para masyarakat. Serta Pantomim lebih mudah di apresiasi oleh semua kalangan.

Jika Anda berminat bergabung dengan komunitas ini, langsung saja cek cara jadi anggota dengan mengunjungi indomime.wordpress.com. “Banyak temen-temen yang minder, takut berhadapan dengan banyak orang ketika bicara dan malu berekspresi. Padahal kita butuh mengekspresikan diri, agar jiwa kita mendapatkan penyaluran yang sehat atau pelampiasan emosi,” ujar Banon.

Banon juga mengungkapkan, kesenian merupakan tempat mensucikan jiwa, membersihkan hati, dan menajamkan empati. “Sehingga kita mampu mengerti serta mudah tergores hatinya saat melihat yang lain susah, tak tegaan, yang akhirnya mudah menolong orang lain, lebih peka perasaan,” tutup Banon.
Twitter: @indomime

Penulis:

Nabilah Rahmagitha

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.