Sukses

6 Hoaks Sepekan, dari Masker Baracun sampai Obat Kanker

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks yang beredar di tengah masyarakat semakin beragam, kondisi ini menuntut kita untuk berhati-hati agar tidak percaya pada informasi palsu tersebut.

Untuk memudahkan masyarakat membedakan informasi yang benar dan hoaks, Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri sejumlah informasi viral di media sosial, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Berikut 6 hoaks yang beredar dalam sepekan.

1. Mengenakan Masker Hirup Racun Sebabkan Infeksi Pneumonia Bakterial dan Hipoksia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim mengenakan masker menghirup racun sebabkan infeksi pneumonia bakterial dan hipoksia. Kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 24 Juli 2022.

Unggahan klaim mengenakan masker menghirup racun sebabkan infeksi pneumonia bakterial dan hipoksia tersebut berupa foto ilustrasi organ paru-paru, terdapat tulisan sebagai berikut.

"Bacterial PneumiaWhen you exhale your body is eliminating toxins and unhealty bacteria. By eraring a mask the toxic matter is trapped on the fabric and you're inhaling it all back in, causing infections like bacterial pneumia and hypoxia."

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"pneumonia bakteriSaat Anda menghembuskan napas, tubuh Anda membuangRacun dan bakteri tidak sehat.... melaluimasker, zat beracun terperangkap kain saat Anda menghirup semuanya lagiMenyebabkan infeksi seperti pneumonia bakterial dan hipoksia."

Benarkah klaim mengenakan masker menghirup racun sebabkan infeksi pneumonia bakterial dan hipoksia? Simak dalam artikel berikut ini...

 

2. Pilot Citilink Meninggal Dunia Akibat Vaksin Covid-19

Beredar di media sosial postingan yang menyebut pilot Citilink meninggal dunia karena vaksin covid-19. Postingan ini beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 22 Juli 2022.

Dalam postingannya terdapat dua judul artikel berita yakni:

"Garuda Indonesia dan Citilink Pastikan Pilot dan Awak Kabin Sudah Vaksin Covid-19" dan "Pilot Citilink Meninggal Dunia Usai Terbang Selama 15 Menit, Pesawat Mendarat Darurat".

Dalam dua judul artikel tersebut disertai tulisan "Before" pada judul artikel pertama dan "After" pada judul artikel kedua.

Akun tersebut menambahkan narasi: "Resiko Penerbangan Pasca Vaksinasi"

Lalu benarkah postingan yang menyebut pilot Citilink meninggal dunia karena vaksin covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 4 halaman

Hoaks Selanjutnya

3. Penyakit Bell's Palsy Disebabkan Angin Dingin

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim penyakit Bell's Palsy disebabkan oleh angin dingin. Postingan itu tersebar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 27 Juli 2022.

Berikut isi postingannya:

"PENYAKIT BELL'S PALSY?(Muka mati sebelah)

Ada seseorang merasakan hidupnya sehat-sehat saja, tapi tiba-tiba di suatu pagi, pas dia bangun tidur mendadak mukanya tidak bisa bergerak sama sekali dan tidak bisa dikendalikanDia pikir kena stroke ringan, tapi setelah diperiksa Gula darah, kolesterol & tekanan darahnya juga normal & setelah didiagnosa lebih lanjut ternyata dia kena serangan yang namanya "BELL'S PALSY". Penyebabnya adalah: "ANGIN DINGIN"

Ternyata dia tidak sadar kalau dia sering terkena angin AC atau kipas angin di kantor maupun rumahnya & dia juga sering mengarahkan AC di mobilnya kearah badan & mukanya. Hal ini adalah penyebabnya, meski dia tidak merokok, tidak minum alkohol, dan dia selalu hidup sehat. Alhasil, separoh mukanya tidak bisa bergerak. Dia tidak bisa senyum, matanya yang kanan tidak bisa berkedip & bahkan lidahnya tidak bisa gerak ke sebelah kanan. Hal ini disebabkan karena PERADANGAN SARAF ke-7, yang letaknya ada di BELAKANG TELINGA sampai ke LEHER kita.

Makanya mulai sekarang lindungi leher anda dengan syal atau jangan duduk di spot yang terkena langsung angin AC. Jangan arahkan semburan angin AC langsung ke tubuh dan muka kita!!!. "BELL'S PALSY" Disease ini bisa juga menyebabkan angin duduk/masuk angin ke jantung (akibat lainnya bisa mendadak meninggal) atau kena paru-paru basah dan lain-lain.

Sumber : DR.WILLIAM MBA

Semoga bermanfaat..."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim penyakit Bell's Palsy disebabkan oleh angin dingin? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini

 

4. BMKG Sebut Bakal Terjadi Tsunami Trofi untuk MU

 Beredar di media sosial postingan yang disebut berasal dari BMKG yang mengklaim akan terjadi tsunami tropi untuk MU. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 16 Juli 2022.

Dalam postingannya terdapat narasi dari @infoBMKG sebagai berikut:

"Peringatan untuk segala jenis kehidupan di Bumi bahwasannya terjadi getaran hebat di Dataran Eropa yang sebentar lagi akan menyebabkan Tsunami Tropi buat King EMYU (njirr gw aja sampe merinding dan bergetar untuk mengetik ini) #BMKG"

Lalu benarkah postingan yang disebut berasal dari BMKG yang mengklaim akan terjadi tsunami tropi untuk MU? Simak dalam artikel berikut ini...

 

3 dari 4 halaman

Hoaks Berikutnya

5. Mengoleskan Hidrogen Peroksida ke Kulit Dapat Mengobati Kanker

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim hidrogen peroksida dapat mengobati kanker dengan menggosokan ke kulit. Informasi diunggah salah satu akun Facebook, pada 26 Juni 2022.

Unggahan klaim hidrogen peroksida dapat mengobati kanker dengan menggosokan ke kulit tersebut berupa tulisan sebagai berikut.

"Hidrogen peroksida dapat mengobati kanker. Cukup dengan menggosokkan 1 atau 2 kali sehari pada permukaan kulit.

Dulu ingat ini hanya untuk membunuh belatung saat mencuci luka kaki diabetes.

Ternyata ada banyak ilmu bermanfaat yang di sembunyikan."

Disertai dengan tayangan video seorang yang sedang nenulis dalam video tersebut terdapat tulisan "HIDROGEN PEROKSIDA BOLEH MERAWAT KANSER baru tau.

Anda akan dapat H202 dan itu perioksida"

Benarkah hidrogen peroksida dapat mengobati kanker dengan menggosokan ke kulit? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

 

6. Jokowi Bagikan Kaus Kampanye Terselubung 3 Periode ke Penduduk Ende

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Presiden Joko Widodo atau Jokowi datangi rumah penduduk Ende bagikan kaus kampanye terselubung 3 periode. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 3 Juni 2022.

Unggahan klaim Jokowi datangi rumah penduduk Ende bagikan kaus kampanye terselubung 3 periode menampilkan Jokowi memasuki sejumlah rumah warga dengan memberikan kantung berwarna putih dan merah.

Dalam video terdapat tulisan "MISI JOKOWI" tulisan tersebut meniban tulisan "Biro Pers, Mediam dan Informasi Sekretariat Presiden".

Unggahan video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"💥💥 Breakingnews

"Diiringi gonggongan Anjing di malam hari yg gelap,bisa2 nya jokowi mendatangi

setiap rumah penduduk di Ende-NTT utk mem-bagi2 kan kaos utk kampanye

terselubung 3 periode,mem-bagi2 kan kaos & bingkisan di malam hari.apakah saran

dari paranormal Jokowi..? Krn aneh jika ada persiden mendatangi rakyat nya di

tengah malam,apa tidk ada waktu siang di wilayah ende..?

Ingat setiap apapun yg akan dibuat persiden ttap di waktu malam hari;

Pengumuman pilpres tengah malam,kenaikan2 BBM tengah malam,

Ini bagi2 kaus tengah malam gulita,

APA AGENDA TUGAS NEGARA KAAH..?? Serem ya persiden kampanye

terselubung,itu curi star Om,mana Polisi niih tangkap pelakunya..? Jgn hanya kaus ny saja yg ditangkap..

Pelaku nya juga...harus ditangkap krn jelas langgar Konstitusi!!!

#Tolak3periode

#rezimGagal

#rezimKorup

#JokowiMundur

#MakzulkanJokowi"

Benarkah klaim Jokowi datangi rumah penduduk Ende bagikan kaus kampanye terselubung 3 periode? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.