Sukses

Cek Fakta: Hoaks Raja Salman Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Pada Selasa (21/7/2020), pemilik akun Facebook, Reza Fauzan mengunggah tiga artikel yang menyebut penguasa Arab Saudi, Raja Salman telah mangkat.

Disebutkan oleh salah satu artikelnya di situs Arrahmahnews.com, Raja Salman mangkat karena kudeta menguat.

Bahkan, di postingan sebelumnya, pada hari yang sama, Reza Fauzan telah memaparkan penyebab kematian Raja Salman, yakni karena kopi. Postingan itu viral karena sudah dibagikan sebanyak 73 kali.

Berikut narasinya:

 

"~ BERITA YANG SANGAT AMAT DIRAHASIAKAN (MOST OFF RECORD)!!!

{Akhirnya nggak sia2 begadang demi menanti info ini sejak malam & ba'da subuh 05:01 wib barulah info ane dapatkan!} ūüĎĆūüĎć

Dikabarkan Raja Salman telah meninggal dan terindikasikan keracunan beberapa jam yang lalu!

Para pengawas politik takut akan terjadinya pertumpahan darah di dalam keluarga Saud dalam mempersoalkan kematian Raja ataupun perebutan kekuasaan.

Bahkan bisa mengakibatkan terjadi dua kemungkinan... Kudeta+Chaos dan boleh jadi akan terjadi bangkitnya revolusi rakyat Hijaz!

Berita bocoran atas mangkatnya Raja Salman dikarenakan kopi beracun . Saat ini ada 300'an Amir-amir dan para pangeran lainnya ditahan dibawa ketempat yg dirahasiakan! Sebagiannya lagi mendapatkan tahanan rumah!

Angkatan darat, laut & udara dalam keadaan siap siaga penuh! Tentara militer saudi beserta pasukan-pasukan khusus mulai tersebar ditempat komando militernya masing-masing.

NB:Info ini kami dapatkan dari sumber yang bisa dipercaya! Semoga berita ini fix benar adanya... Agar Bangsa dan Rakyat Yaman tak lagi terdzalimi! The last... Smoga ane ga kena banned lagi!"

Benarkah Raja Salman sudah wafat?

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Tim Cek Fakta Liputan6.com mencari kebenaran Raja Salman telah meninggal dunia melalui situs pencarian google. Dari sana, tidak ditemukan kabar kalau Raja Salman sudah meninggal dunia.

Hanya saja, pada Senin (20/7/2020), seperti yang dilaporkan Bangkok Post dan The Economic Times yang mengutip dari Saudi Press Agency, Raja Salman masuk rumah sakit. Media Thailand, Bangkok Post memberitakan hal tersebut melalui artikel dengan judul: 'Saudi king, 84, admitted to hospital: royal court'.

Dalam artikel tersebut, Raja Salman masuk rumah sakit pada Senin pukul 05.29 waktu setempat. Raja berusia 84 tahun itu menjalani sejumlah tes terkait kolesistitis atau peradangan pada kantong empedu.

Kemudian pada pukul 12.36 waktu setempat, SPA melaporkan Raja Salman masih dapat beraktivitas seperti biasanya. Raja Salman mengirimkan ucapan selamat kepada Raja Belgia, Phillippe terkait Hari Nasional Belgia.

"Atas namanya sendiri dan atas nama Pemerintah dan rakyat Kerajaan Arab Saudi, Penjaga Dua Masjid Suci berharap kesehatan dan kebahagiaan Raja yang baik terus menerus dan Pemerintah serta rakyat Belgia terus maju dan makmur," tulis Saudi Press Agency dalam laporannya, Senin 20 Juli 2020.

Pada malam harinya, Saudi Press Agency menyebut Raja Salman mendapat telepon penting dari Emir Kuwait, Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabar. Raja Salman juga diberitakan mendapat telepon dari Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa.

Keesokan harinya, Selasa 21 Juli 2020 pukul 17.21 waktu setempat, SPA melaporkan Raja Salman menerima telepon dari Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Mereka semua berharap kesehatan Raja Salman kembali membaik.

"Penjaga Dua Masjid Suci berterima kasih kepada Presiden atas perasaan persaudaraannya yang tulus," tulis Saudi Press Agency dalam laporannya.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Kabar mengenai Raja Salman telah meninggal dunia merupakan berita hoaks. Faktanya, Raja Salman hanya masuk rumah sakit untuk menjalani sejumlah tes terkait kolesistitis atau peradangan pada kantong empedu.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.