Sukses

Cek Fakta: Foto Pendeta di Kenya Ajak Puluhan Orang Minum Dettol Tak Terkait Corona COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang seorang pendeta di Kenya yang mengajak puluhan orang meminum cairan antiseptik Dettol agar kebal terhadap virus corona atau COVID-19 beredar di media sosial.

Kabar ini beredar lewat sebuah artikel berjudul "Ikuti Pendeta Minum Dettol Agar Kebal Corona, Puluhan Orang ini Tewas Semua" yang ditayangkan situs ragamberita.fun.

Dalam artikel tersebut terdapat sebuah gambar yang memperlihatkan seorang wanita yang tengah meminum Dettol. Berikut narasinya:

Rufus Phala seorang pendeta Gereja Kristen Rohani AK di Makgodu, Limpopomade, Kenya, yang juga mengaku sebagai nabi, menempuh cara tidak lazim kepada para pengikutnya agar bisa kebal dari virus corona.

Rhufus menyuruh pengikut setianya untuk meminum Dettol, disinfektan rumah tangga yang biasa untuk membasmi kuman agar bisa terhindar dari virus corona.

Menurut laporan Kenya Today, Senin(23/3), akibat perintah Nabi palsu ini sekitar 59 orang dilaporkan tewas, sementara 4 lainnya dalam kondisi kritis setelah mereka menenggak Dettol.

Kepada para pengikutnya, Rufus menyebutkan, zat yang dikandung Dettol dapat menangkal ancaman virus corona baru. Dan, cairan itu harus diberikan secara oral. Artinya harus diminum para jemaat.

Termasuk bagi mereka yang sudah tertular virus mematikan itu. Pastor ini meyakinkan mereka bahwa disinfektan itu memiliki sifat penyembuhan yang dapat menyembuhkan mereka dari Covid-19.

Ulah Pendeta Rufus bukan kali ini saja, jauh sebelum kejadian itu, santer dilaporkan tentang praktik nylenehnya dengan menyuruh jemaatnya untuk meminum deterjen dan disinfektan seperti merek Jik dan Dettol.

Pendeta Phala pernah membuat para jemaat minum desinfektan di masa lalu yaitu di tahun 2018, Phala menyuruh loyalisnya meminum deterjen, dan mengklaim itu adalah darah Yesus.

Para pengikutnya percaya pendeta memiliki kekuatan misterius untuk mengubah ’Jik (merek deterjen)’ menjadi darah Yesus setelah mengucapkan mantra yang kuat. Phala juga berusaha untuk melegitimasi metodenya dengan mengutip sebuah cerita di dalam Injil di mana Yesus memberikan anggur kepada jemaatnya untuk diminum, memberi tahu mereka bahwa itu adalah darahnya.

Pada tahun 2016, pendeta Phala juga menyuruh pengikutnya meminum cairan Dettol. Ia mengklaim Dettol memiliki kekuatan penyembuhan rahasia dan itu akan menyembuhkan mereka dari semua penyakit.

 

Benarkah klaim tersebut? 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang seorang pendeta di Kenya yang mengajak puluhan orang untuk meminum cairan antiseptik Dettol agar kebal terhadap virus corona atau COVID-19.

Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tersebut ke situs pencari Yandex. Hasilnya, ditemukan gambar identik di artikel berjudul "Pastor makes members drink Dettol for healing" yang ditayangkan situs newmail-ng.com pada 9 Desember 2016.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa seorang pendeta dari Gereja Kristen Spiritual AK, Makgodu, Limpopo, Afrika Selatan, Rufus Phala menginstruksikan para pengikutnya untuk meminum cairan antiseptik Dettol.

Dia juga mengklaim telah menerima pesan WhatsApp dari orang-orang yang telah disembuhkan dengan mematuhi perintahnya untuk minum cairan desinfektan itu.

Namun, tidak ada ditemukan adanya korban tewas akibat ajakan dari Rufus Phala kepada para pengikutnya untuk meminum cairan antiseptik, Dettol.

 

Gambar Tangkapan Layar Berita dari Situs newmail-ng.com

 

Kabar bahwa 59 jemaat tewas setelah meminum Dettol yang diklaim bisa menyembuhkan COVID-19 belakangan menyebar. Salah satunya dimuat situs www.daily-sun.com yang kemudian menghapus berita itu.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Kabar tentang seorang pendeta di Kenya yang mengajak puluhan orang meminimum cairan antiseptik Dettol agar kebal terhadap virus corona atau COVID-19 ternyata tidak benar.

Foto yang diunggah dalam artikel berjudul "Ikuti Pendeta Minum Dettol Agar Kebal Corona, Puluhan Orang ini Tewas Semua" tak terkait dengan virus corona atau COVID-19.

Foto tersebut pertama kali diunggah pada Desember 2016, jauh sebelum virus corona COVID-19 muncul.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.