Manchester United Disebut Legenda Klub Mirip Sirkus

Manchester United sedang dilanda kekisruhan menyusul kekalahan dari Atletico Madrid di ajang Liga Champions. Roy Keane buka suara dan menilai klub mirip sirkus.

OlehThomas
Diterbitkan 16 Oktober 2026, 17:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Keane menilai status pemain senior tidak cukup ditentukan oleh keberanian berbicara. Kontribusi, kepemimpinan, dan konsistensi penampilan juga menjadi faktor penting, terutama ketika tim sedang membutuhkan figur yang bisa membantu mengangkat performa kolektif.

"Saya tidak melihatnya sebagai pemain senior di Manchester United. Saya melihatnya sebagai seorang bek tengah yang masih melakukan banyak kesalahan," ujar Keane.

Kritik tersebut menambah panjang daftar sorotan terhadap Martinez setelah pernyataannya mengenai manajemen klub menjadi perbincangan di kalangan pengamat sepak bola Inggris.

Ruang Ganti MU Kembali Jadi Sorotan

Keane juga menyinggung persoalan karakter dan kepemimpinan di ruang ganti Manchester United. Ia mengaku masih memiliki sejumlah pertanyaan mengenai soliditas skuad Setan Merah.

Meski demikian, Keane tidak serta-merta memperkirakan pernyataan Martinez akan memicu perpecahan besar di antara para pemain.

Menurutnya, situasi ruang ganti Manchester United memang sudah menyisakan sejumlah persoalan yang perlu dibenahi.

Sorotan terhadap kondisi internal klub semakin besar karena Martinez tidak hanya membahas performa tim, tetapi juga mempertanyakan kebijakan perekrutan pemain dan dukungan manajemen kepada pelatih Michael Carrick.

Pernyataan tersebut memunculkan perdebatan mengenai batas antara kritik yang konstruktif dan komentar yang berpotensi mengganggu keharmonisan tim.

Masa Depan Martinez Ikut Jadi Perhatian

Kontroversi tersebut juga membuat masa depan Martinez di Old Trafford menjadi bahan pembicaraan. Kontrak bek berusia 28 tahun itu dijadwalkan berakhir pada penghujung musim, meski Manchester United memiliki opsi untuk memperpanjangnya selama satu tahun.

Situasi tersebut menambah ketidakpastian di tengah kebutuhan klub untuk membangun kembali stabilitas tim.

Manchester United kini menghadapi tantangan untuk meredakan polemik internal sekaligus memperbaiki performa di lapangan. Sementara itu, kritik Keane memperlihatkan bahwa persoalan Setan Merah bukan semata-mata soal hasil pertandingan, melainkan juga menyangkut kepemimpinan, komunikasi, dan kepercayaan di dalam klub.

Bagi Manchester United, pembenahan menyeluruh menjadi pekerjaan penting jika ingin kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris dan Eropa.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All