Ducati Yakin Aprilia Bakal Lakukan Ini Demi Amankan Gelar Juara MotoGP

Pembalap Aprilia dan Ducati bersaing memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, meyakini Aprilia pada akhirnya akan menerapkan strategi team order untuk memperbesar peluang merebut gelar juara dunia MotoGP 2026. Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan yang logis dalam persaingan menuju takhta juara dunia.

Pembalap andalan Ducati, Marc Marquez, saat ini masih tertinggal dua poin dari Jorge Martin yang memimpin klasemen sementara setelah MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026). Tardozzi pun menilai Aprilia berpotensi menginstruksikan para pembalapnya untuk membantu Martin dalam perebutan gelar juara dunia.

"Saya tidak ragu bahwa cepat atau lambat Aprilia akan menerapkan team order. Menurut saya, itu merupakan keputusan yang tepat dan logis. Saya juga akan melakukan hal yang sama," ujar Tardozzi kepada Sky Italia.

Ducati sempat memberikan kejutan di Mandalika dengan mengalahkan dominasi Aprilia pada sesi Sprint, Sabtu (10/10/2026). Marquez berhasil memanfaatkan insiden di Tikungan 1 serta masalah tekanan ban yang dialami Martin saat memimpin balapan untuk meraih kemenangan.

Hasil tersebut membawa Marquez ke puncak klasemen kejuaraan dunia untuk pertama kalinya pada musim ini. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Aprilia bangkit pada balapan utama.

Aprilia mencatatkan sejarah dengan menguasai empat posisi teratas dalam balapan utama. Sementara itu, Marquez harus puas finis di posisi keenam.

Meski demikian, hasil tersebut tidak sepenuhnya merugikan Ducati. Martin hanya mampu finis di posisi ketiga, di belakang Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez. Dengan demikian, selisih poin Marquez dari Martin tetap terjaga pada angka dua.

"Bagi kami, datang dengan tertinggal dua poin dari Martin dan pulang dengan selisih yang sama merupakan sebuah keberhasilan," kata Tardozzi.

"Masalah sebenarnya adalah Aprilia telah membuktikan bahwa mereka jauh lebih unggul, terutama di sini."

 

Ducati Berharap Kompetitif di Australia

Tardozzi berharap Ducati mampu memberikan perlawanan lebih kuat pada seri berikutnya di Australia. Menurutnya, peluang untuk memperjuangkan gelar juara dunia masih terbuka apabila Ducati bisa mempertahankan daya saingnya.

"Jika kami mampu bertahan di Australia nanti, saya pikir persaingan untuk gelar juara dunia masih bisa kami kelola," tuturnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Aprilia sebelumnya mengindikasikan bahwa strategi team order belum akan diberlakukan selama pembalapnya masih memiliki peluang matematis untuk menjadi juara dunia. Namun, Tardozzi memperkirakan situasi tersebut dapat berubah seiring semakin dekatnya akhir musim. Ia juga memiliki pengalaman terkait keputusan serupa ketika Ducati menerapkan instruksi kontroversial bertajuk 'Mapping 8' kepada Jorge Lorenzo dalam persaingan gelar juara dunia pada 2017. Menurut Tardozzi, kepentingan tim dan peluang meraih gelar juara dunia menjadi pertimbangan utama ketika menentukan apakah seorang pembalap perlu membantu rekan setimnya. Setelah balapan di Mandalika, hanya delapan pembalap yang masih memiliki peluang matematis untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2026. Jika Ducati menerapkan pendekatan serupa, tim asal Italia tersebut memiliki tiga pembalap yang secara matematis sudah tersingkir dari persaingan gelar, yakni Francesco Bagnaia, Fermin Aldeguer, dan Franco Morbidelli. Ketiganya secara teori dapat diminta membantu Marquez apabila situasi balapan memungkinkan. Akan tetapi, kondisi ketiga pembalap tersebut membuat skenario itu tidak mudah diterapkan. Bagnaia belum kembali naik podium sejak jeda musim panas, sedangkan Morbidelli jarang menembus posisi 10 besar. Aldeguer juga mengalami cedera patah tulang tangan kanan setelah kecelakaan pada balapan Minggu di Mandalika.

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan