Cedera Raul Fernandez Ternyata Lebih Parah, Tetap Sukses Naik Podium di Mandalika

Raul Fernandez semula diduga hanya patah satu tulang jari tangan kanan saat menjalani MotoGP Indonesia 2026.

Diterbitkan 11 Oktober 2026, 16:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Cedera tersebut membuat Fernandez menghadapi tantangan besar, bukan hanya dalam menahan rasa sakit, tetapi juga saat mengendarai motor. Jari telunjuk yang biasa digunakan untuk mengerem tidak bisa difungsikan secara normal, sehingga ia harus menyesuaikan teknik pengeremannya.

Tim Trackhouse Racing pun bergerak cepat melakukan sejumlah penyesuaian pada posisi setang dan tuas rem agar Fernandez tetap bisa mengendalikan motornya dengan lebih nyaman.

Motor Diubah

Dalam wawancara dengan program After the Flag milik MotoGP, Fernandez menjelaskan bahwa masalah utamanya bukan sekadar posisi setang, melainkan bagaimana ia bisa melakukan pengereman dengan kondisi tangan yang cedera.

“Biasanya saya mengerem menggunakan jari telunjuk, tetapi pagi itu saya tidak bisa menggunakannya. Ketika naik motor untuk mencoba apakah saya masih bisa balapan atau tidak, saya kembali ke posisi tangan seperti biasanya. Namun, masalahnya adalah bagaimana saya bisa mengerem,” jelasnya.

Setelah berdiskusi dengan tim, perubahan dilakukan pada posisi tangan serta pengaturan tuas rem. Fernandez kemudian mencoba motor di lintasan untuk memastikan dirinya masih mampu mengikuti balapan.

Meski merasa cukup nyaman di atas motor, ia menyadari bahwa perubahan teknik pengereman membuat seluruh referensi berkendaranya selama akhir pekan harus disesuaikan kembali.

“Semua referensi saya benar-benar kembali ke titik nol. Cara saya mengerem dan melewati tikungan menjadi sangat berbeda. Itu sulit untuk dikendalikan, tetapi pada akhirnya kami berhasil menyelesaikan balapan dan meraih podium yang luar biasa,” tuturnya.

Menahan Rasa Sakit demi Podium

Perjuangan Fernandez semakin berat ketika balapan memasuki paruh kedua. Setelah melewati sekitar 13 hingga 14 lap, ia mengaku mulai kehabisan tenaga akibat harus terus berkonsentrasi mengendalikan motor sekaligus menahan rasa sakit pada tangannya.

Menjaga fokus menjadi tantangan tersendiri karena sedikit kesalahan dalam pengereman atau saat memasuki tikungan bisa berakibat fatal. Di tengah kondisi tersebut, Fernandez tetap mampu mempertahankan performanya hingga melewati garis finis di posisi kedua.

“Setelah 13 atau 14 lap, saya hampir benar-benar kehabisan tenaga. Rasa sakitnya sangat luar biasa. Menjaga fokus pada setang dan berusaha tidak melakukan kesalahan menjadi sangat sulit,” kata Fernandez.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti ketangguhan Fernandez dalam menghadapi situasi yang jauh dari ideal. Bukan hanya harus mengatasi cedera serius, ia juga dituntut beradaptasi dengan teknik berkendara yang berbeda di tengah persaingan balapan kelas utama.

Podium di Mandalika pun terasa jauh lebih istimewa bagi Fernandez. Di balik hasil gemilang tersebut, tersimpan perjuangan yang selama balapan tidak banyak diketahui publik: menahan rasa sakit akibat patah dua jari, mengubah cara pengereman, dan tetap menjaga konsentrasi hingga akhir lomba.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan