Harga 5 Gadget Ini Diprediksi Naik pada 2027

Naiknya harga komponen memori memengaruhi harga 5 perangkat elektronik atau gadget ini. Apa saja?

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi penggemar teknologi pada 2026 jelas bukan perkara mudah, dan bayang-bayang tahun 2027 pun tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda membaik sebagaimana harga perangkat elektronik atau gadget akan semakin naik.

Raksasa teknologi seperti Samsung bahkan telah memperingatkan kelangkaan komponen akan berlanjut hingga 2028. Kondisi ini berpotensi menjadikan 2027 sebagai salah satu periode terberat bagi industri teknologi.

Dilansir BGR, Senin (12/10/2026), tekanan harga tidak hanya menimpa ponsel pintar, namun juga perangkat hiburan hingga pelengkap seperti powerbank dan router.

Faktor utamanya adalah lonjakan biaya memori RAM dan ruang penyimpanan NAND flash yang seringkali dipicu oleh tingginya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta layanan awan (cloud).

Meskipun demikian, beberapa perangkat juga menghadapi masalah lainnya seperti baterai hingga regulasi ketat.

Berikut lima perangkat yang diprediksi akan makin menguras kantong konsumen menjelang 2027.

 
 

1. Smartphone

Langkah Apple yang menaikkan harga iPhone 18 diprediksi akan menjadi tren yang terus berlanjut hingga 2027.

Meskipun Apple sempat mengunci harga komponen pada kuartal akhir 2026, lonjakan biaya DRAM dan penyimpanan diperkirakan bakal mendorong kenaikan harga baru setelahnya.

Produsen lain pun menghadapi situasi serupa. Menurut laporan Omdia, ketersediaan ponsel pintar di bawah harga USD 400 (sekitar Rp 7,1 jutaan) diperkirakan merosot hingga 22% akibat kenaikan biaya memori.

Bahkan, lini Samsung Galaxy S27 dirumorkan bakal mengalami kenaikan harga. Analisis dari IDC menegaskan harga tinggi saat ini akan menjadi standar baru, dengan dampak terberat dirasakan pada segmen ponsel entry-level.

 
 

2. Powerbank

Meski tidak terlalu bergantung pada RAM, pengisi daya portabel (powerbank) tetap terkena dampak kenaikan harga bahan baku baterai lithium-ion.

Senyawa kimia penting seperti lithium heksafluorofosfat dan lithium karbonat mengalami lonjakan harga sepanjang 2026. Hal ini makin diperparah dengan perebutan pasokan baterai oleh industri kendaraan listrik dan pusat data AI.

Di sisi lain, regulasi keselamatan yang ketat dari otoritas penerbangan Tiongkok (CAAC), mewajibkan sertifikasi 3C dan uji ketahanan suhu ekstrim. Hal tersebut membuat biaya produksi powerbank menjadi meningkat secara signifikan. 

 
 

3. TV Stick

Perangkat pemutar media seperti Roku, Amazon Fire Stick, hingga Apple TV turut menjadi korban krisis komponen.

Di Amerika Serikat (AS), Roku bahkan telah menaikkan harga hingga 60% pada 2026, memicu kenaikan harga Roku Ultra dari USD 100 (sekitar Rp 1,7 jutaan) menjadi USD 150 (sekitar Rp 2,6 jutaan). Sementara itu, Amazon dan Apple juga mengambil langkah serupa.

Mengingat krisis komponen diperkirakan bertahan hingga 2027, kecil kemungkinan harga perangkat ini akan turun dalam waktu dekat. Pengguna bisa menunggu hingga masa pakai lima tahun, sehingga kemungkinan harga sudah kembali stabil pada masa itu.

 
 

4. Konsol Game

Sama seperti ponsel pintar, konsol game turut merasakan tekanan kenaikan DRAM dan penyimpanan. CEO Xbox, Asha Sharma, dalam memo internalnya membeberkan bahwa perusahaan mengalami krisis komponen perangkat keras pada Juni 2026.

Pada musim liburan 2027, biaya penyimpanan yang harus dibayar Microsoft diperkirakan melonjak hingga lima kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Harga Xbox Series X sendiri tercatat telah naik sekitar 60% sejak pertama kali diluncurkan.

Sementara itu, Sony mengklaim telah mengamankan pasokan memori hingga Maret 2027 untuk menjaga stabilitas harga PS5. Namun, langkah Sony setelah periode tersebut masih menjadi pertanyaan. Nintendo pun tercatat sudah menyesuaikan harga Nintendo Switch 2.

 
 

5. Router Internet

Peningkatan harga juga memengaruhi router rumah tangga. Selain lonjakan harga DRAM umum, memori khusus yang dirancang untuk perangkat pita lebar (broadband) melonjak hingga hampir 700% pada 2026.

Produsen router sering kali hanya mendapatkan sisa pasokan memori setelah diprioritaskan untuk pembuat ponsel pintar.

Situasi makin rumit dengan adanya regulasi baru dari Federal Communications Commission (FCC) di AS yang membatasi penggunaan router buatan luar negeri atas alasan keamanan nasional. Batasan sertifikasi baru ini mendorong naiknya biaya manufaktur yang pada akhirnya dibebankan kepada konsumen.

 
Â