Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang merosot pada perdagangan saham sepekan, tepatnya pada 12-16 Oktober 2026. Sentimen IHSG akan dipengaruhi sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG rawan koreksi selama sepekan. IHSG akan bergerak di level support 5.973 dan level resistance 6.227.
Untuk sentimen yang mempengaruhi IHSG antara lain, pertama, pasar menanti rilis data inflasi AS. "Ini isalah satu penentu arah kebijakan suku bunga the Fed ke depan," ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com, Senin, (12/10/2026).
Advertisement
Kedua, IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih rawan melemah dan juga aliran dana investor asing yang keluar. Ketiga, ia menuturkan, pasar masih mencermati harga komoditas, terutama juga minyak meskipun AS menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum mid election atau pemilihan pada November 2026.
Sementara itu, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, selama IHSG bertahan di atas 6.000 secara teknikal berpeluang menguat pada pekan ini.
Nafan menuturkan, penguatan IHSG akan ditopang dari sentimen positif domestik dan sentimen negatif global yang mereda. Salah satunya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu di AS pada November 2026. Hal ini berdampak terhadap penurunan harga minyak.
Sentimen yang Bayangi IHSG
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755475/original/077659200_1778657376-5.jpg)
Selain itu, ia menuturkan, jika harga energi menurun akan mendorong the Federal Reserve (the Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter yang adaptif pada pertemuan 28 Oktober 2026.
“Probabilitas suku bunga the Fed tetap 82,3%. Ini bagus buat pasar saham di Tanah Air. Sentimen eksternal positif, harga saham global alami penguatan dan harga minyak melandai, sehingga sentimen global mereda,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Sedangkan dari domestik, ia mengatakan, ada sejumlah sentimen positif. Pertama, ia menuturkan, data penjualan ritel Agustus 2026 tumbuh 1,3% dibandingkan Juli 2026 sekitar 1,1%. Nafan menilai, potensi konsumsi rumah tangga itu masih cukup baik. “Selain itu, ada rencana Danantara juga memanfaatkan peluang investasi jika pasar saham alami tekanan dengan valuasi menarik dan sekitar US$ 1 miliar hingga akhir 2026 ini sentimen positif secara psikologis,” kata dia.
Nafan menambahkan, reformasi pasar modal dan evaluasi MSCI pada November 2026 juga tetap menjadi perhatian pasar.
“Penyesuaian batas minimum dan mekanisme perdagangan, transparansi kepemilikan serta upaya peningkatan tata kelola akan mempengaruhi persepsi investor di pasar saham Tanah Air jelang pengumuman MSCI berpotensi investor lebih selektif,” kata dia.
Advertisement
Kinerja IHSG Pekan Lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham sepekan tepatnya 5-9 Oktober 2026. Analis menuturkan, IHSG sepekan dipengaruhi sentimen internal dan eksternal terutama rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS).
IHSG naik 0,94% ke posisi 6.093,75 dari pekan lalu 6.036,88. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI melonjak 0,69% menjadi Rp 10.701 triliun dari pekan lalu Rp 10.627 triliun.
Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG sepekan bergerak naik 0,94% tetapi belum mampu break dari moving average (MA)20 harian. Sedangkan dari sentimen, ia menuturkan,pertama, data tenaga kerja AS jauh di bawah ekspentasi, hanya bertambah 29.000, sedangkan tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%. “Hal ini dicermati pasar karena adanya ekspektasi akan sikap dovish dari the Fed ke depan,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Kinerja Perdagangan Saham
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/1505536/original/011475000_1486967390-Pembukaan-Saham3.jpg)
Kedua, dari rilis Federal Open Market Committee (FOMC) Minutes menunjukkan the Fed kembali menyiratkan ada satu kali kenaikan suku bunga pada akhir 2026. Hal ini mengakibatkan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun pada level 5,2%.
"Ketiga, dari sisi komoditas, terpantau harga minyak masih cenderung tinggi pada rentang US$ 90-US$ 103 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah sehingga mengakibatkan meningkatkan kekhawatiran pasar akan inflasi energi,” tutur dia.
Faktor keempat, ada kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, Herditya menuturkan, indeks dolar AS cenderung menguat dan menekan mata uang negara berkembang sehingga hal tersebut juga menekan IHSG. Ditambah aliran dana investor yang keluar dalam sepekan mencapai Rp 2,48 triliun pada 8 Oktober 2026.
Dari rata-rata volume transaksi harian BEI tercatat turun 7,62% menjadi 46,53 miliar saham dari 50,37 miliar saham pada pekan lalu. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 0,27% menjadi 1,67 juta kali transaksi dari 1,68 juta kali transaksi pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian naik 28,52% menjadi Rp 16,23 triliun dari pekan lalu Rp 12,63 triliun.
Selama sepekan, investor asing melakukan aksi jual saham Rp 2,44 triliun. Pada pekan lalu, aksi jual investor asing mencapai Rp 5,03 triliun.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2844337/original/009156800_1562219838-20190704-Ma_ruf-Amin-Temui-Jusuf-Kalla-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1040537/original/091207600_1446442504-20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182874/original/009156400_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)