Marc Marquez Sedang Panas, Bisa Akhiri Kutukan di Mandalika?

Marc Marquez belum pernah menyelesaikan balapan utama pada MotoGP Indonesia di Mandalika.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada 2025, Marquez datang dengan status berbeda. Ia telah menemukan kembali kepercayaan dirinya dan akhirnya berhasil merebut gelar juara dunia MotoGP.

Start dari baris ketiga, Marquez mampu finis keenam dalam Sprint setelah menjalani Long Lap Penalty. Kecepatan balapnya juga memberikan sinyal positif menjelang balapan utama pada Minggu.

Namun, harapan tersebut kembali pupus hanya beberapa saat setelah balapan dimulai.

Pada lap 1, Marquez terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing. Kecelakaan itu mengakhiri akhir pekannya di Mandalika sekaligus menjadi penutup yang buruk bagi musimnya.

Empat kunjungan, empat cerita yang hampir selalu berakhir dengan kekecewaan.

Kesempatan Marc Marquez Ubah Cerita

Kini Marquez mendapat kesempatan untuk menulis ulang semuanya. Marquez datang ke Indonesia dengan momentum luar biasa. Dalam sembilan seri terakhir, ia berhasil meraih enam kemenangan.

Performa tersebut membuatnya kembali berada dalam perburuan gelar juara dunia sekaligus mengejar gelar MotoGP kedelapan. Ia juga tengah berusaha mencatatkan sejarah dengan mengejar ketertinggalan poin terbesar dalam sejarah MotoGP.

Karena itu, Mandalika 2026 menjadi lebih dari sekadar satu seri balapan.

Bagi Marquez, ini adalah kesempatan untuk mengakhiri sebuah cerita buruk yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Setelah berbagai kegagalan, kecelakaan, dan masalah teknis, pembalap Ducati Lenovo Team itu akhirnya memiliki peluang untuk membuktikan bahwa Mandalika juga bisa menjadi tempat keberuntungan baginya.

Namun, Marquez memilih tetap realistis dan tidak ingin terlalu larut dalam ekspektasi. “Tentu saja saya belum pernah menyelesaikan balapan di sana. Saya sedikit kurang beruntung,” ujar Marquez.

Ia juga mengingat kembali penampilannya pada sprint tahun lalu, ketika mampu menunjukkan performa kompetitif meski harus menjalani penalti long lap.

“Tahun lalu di sprint, saya merasa tidak terlalu buruk setelah menjalani long lap penalty. Jadi, kita lihat saja. Kami perlu memahami apa yang bisa dilakukan.”

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan