Geramnya Pramono Tanggapi Dugaan Pelecehan Guru terhadap Murid

Pramono meminta pelaku tidak lagi menjadi pendidik dan diproses hukum.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 00:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Pramono Anung menuntut sanksi tegas bagi guru pelaku pelecehan.
  • Pelaku tidak boleh lagi menjadi pendidik karena mencoreng marwah profesi.
  • Kasus ini viral di Threads, melibatkan pelecehan dan hukuman fisik.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan guru pelaku dugaan pelecehan seksual terhadap muridnya harus dijatuhi hukuman tegas untuk memberikan efek jera.

Sikap ini disampaikan menanggapi kabar adanya dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru yang viral di media sosial Threads.

"Saya sudah meminta untuk diberikan sanksi sekeras-kerasnya, setegas-tegasnya, dan tidak diberikan kesempatan kepada yang bersangkutan menjadi pendidik," kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

"Apa yang dilakukan di SMKN 27 itu betul-betul menciderai marwah dari pendidik sendiri. Maka dalam hal ini, Pemerintah DKI Jakarta mendukung sepenuhnya tindakan sekeras-kerasnya," sambungnya.

Pramono menyebut Dinas Pendidikan tidak boleh lagi memberikan ruang kepada para pelaku usai tindakan tersebut.

"Langkah yang diambil oleh Dinas Pendidikan, yakni tidak memberikan ruang apa pun kepada yang bersangkutan menjadi pendidik di Jakarta," jelas dia.

Pramono menilai sikap dan perilakunya sudah mencoreng kepercayaan publik soal tenaga pendidik yang seharusnya dapat memberikan contoh yang baik kepada muridnya.

"Itu sudah betul-betul mencederai kredibilitas publik kepada guru-guru. Dengan demikian, tidak bisa lagi menjadi pendidik di Jakarta. Maka saya minta untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata dia.

Awal Mula

Kasus ini bermula dari sebuah unggahan viral yang diposting oleh salah satu netizen di Threads. Warganet itu mengaku pernah menjadi siswa SMP yang diajar oleh guru bersangkutan.

Ia menyebut guru tersebut merupakan guru seni budaya yang memberikan hukuman fisik kepada siswa yang tidak hafal materi pelajaran, seperti suling dan pianika.

Dalam unggahan itu, ia juga mengatakan pernah dicubit hingga mengalami luka dan lebam keunguan.

"Setiap ada hafalan suling/pianika yang enggak hafal pokoknya kena cubitannya dia yang sampai keungu-unguan," tulisnya dalam utas Threads milik @nrfsyahab.

Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan kepada siswa laki-laki maupun perempuan dengan bagian tubuh yang berbeda. Berdasarkan keterangannya guru tersebut kembali melakukan aksinya setelah kembali mengajar usai dimutasi ke SMKN 27 Jakarta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6