Frustrasi di Ipswich Town, Elkan Baggott Bidik Promosi Liga Inggris Bersama Millwall

Elkan Baggott menikmati adaptasi di Millwall usai frustrasi jadi bek keempat di Ipswich Town.

Diterbitkan 22 Agustus 2026, 18:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Hal itu berasal dari manajer dan Direktur Sepak Bola, Steve Gallen, yang mendatangkan pemain dengan profil tersebut lalu mengembangkan mereka, dan sekarang Anda bisa melihat hasilnya. Femi Azeez juga merupakan contoh pemain yang usianya sangat mirip dengan saya, datang ke sini dan berkembang, jadi ini benar-benar menjadi prospek yang sangat menarik," tuturnya.

Baggott, bek tengah bertinggi 196 cm, menilai kesesuaian usia mayoritas skuad membantunya beradaptasi cepat di lingkungan baru.

Tinggalkan Ipswich: Frustrasi Pilihan Keempat

Baggott menghabiskan masa pembinaan di Ipswich sejak umur 14 tahun dan melakukan debut tim utama pada 2020. Setelah menempuh tiga musim sebagai pemain pinjaman, ia kembali ke klub tersebut musim lalu.

Persaingan ketat di jantung pertahanan membuatnya lebih banyak menjadi opsi keempat. Sepanjang musim, ia hanya tampil dua kali, situasi yang diakuinya mengecewakan, meskipun klub berhasil promosi ke Premier League 2026/2027.

"Saya tidak akan berbohong, itu memang membuat frustrasi karena ketika saya diberi tahu akan menjadi bek tengah pilihan keempat, biasanya Anda mungkin mendapatkan enam, tujuh, delapan, sembilan, atau 10 pertandingan ketika musim berakhir," jelas Baggott.

"Namun, saya berada di tim yang berhasil promosi dari liga dan berada di lingkungan tersebut sepanjang tahun sehingga ada banyak pelajaran yang saya dapatkan, sangat bagus bisa berada dalam lingkungan yang sedang berjuang meraih promosi," ujarnya.

Tantangan Persaingan dan Target Promosi Di The Den

Di Millwall, Baggott harus bersaing di lini belakang yang musim lalu tampil kuat. The Lions hanya kebobolan 49 gol di Championship, mencatat 18 clean sheet, dan menjadi tim dengan kebobolan tandang paling sedikit, yakni 24 gol.

"Datang ke tim yang pertahanannya luar biasa pada musim lalu, saya akan selalu berjuang untuk mendapatkan tempat saya, saya menyadari tantangan tersebut," kata Baggott.

"Bagi saya saat ini, yang terpenting adalah melakukan yang terbaik dalam latihan, kemudian ketika mendapatkan kesempatan, saya harus memanfaatkannya dan memastikan posisi tersebut menjadi milik saya," tegasnya.

Ia juga menyoroti metode kerja manajer Alex Neil yang menekankan detail demi meraih tiga poin setiap pekan. Pendekatan tersebut menurutnya memberikan pengalaman baru sejak bergabung.

"Hal yang saya pelajari tentang dia sejak datang ke sini adalah, tentu semua orang mengatakan bahwa tiga poin pada hari Sabtu merupakan hal yang paling penting, tetapi pekerjaan dan detail yang dia lakukan untuk memastikan kami mendapatkan tiga poin pada hari Sabtu adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya," ucap Baggott.

Selain itu, sambutan dari ruang ganti dianggapnya turut mempercepat proses adaptasi di klub barunya.

"Para pemain membuat saya merasa sangat diterima sejak saya datang, saya rasa sebagian besar pemain juga berusia tidak jauh dari saya sehingga sangat mudah untuk beradaptasi, saya benar-benar menikmati waktu saya di sini dan juga waktu bersama para pemain," tuturnya.

Soal target, Baggott menegaskan ambisi Millwall musim ini.

"Harapan utama adalah mendapatkan promosi, setelah apa yang terjadi musim lalu, memasuki musim ini, itu merupakan target yang jelas," ujar Baggott.

"Untuk diri saya sendiri, saya ingin berusaha masuk ke tim, kemudian mendapatkan sebanyak mungkin kesempatan bermain dan semoga bisa membantu tim meraih promosi," kata pesepak bola kelahiran Bangkok, Thailand, 23 Oktober 2022 itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Aning Jati, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan