Gagal di Piala AFF 2026, Ini Prioritas John Herdman Selanjutnya

Timnas Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2026. John Herdman fokus ke FIFA ASEAN Cup 2026 pada September–Oktober dan menilai pemain seperti Verdonk-Idzes.

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 15:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kallang - Timnas Indonesia mengalihkan fokus setelah tersingkir dari Piala AFF 2026. Pelatih John Herdman menempatkan FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai prioritas berikutnya, memanfaatkan agenda resmi FIFA untuk kembali menata langkah dan menguji komposisi terbaik Skuad Garuda.

Indonesia gagal melaju ke semifinal seusai bermain imbang 1-1 dengan Timnas Singapura pada partai pemungkas Grup A di Jalan Besar Stadium, Kallang, Singapura, Jumat (7/8/2026). Hasil itu membuat Skuad Garuda finis di peringkat ketiga Grup A dengan tujuh poin dari empat laga, di bawah Timnas Vietnam dan Timnas Singapura.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Herdman mendapat pertanyaan mengenai target Timnas Indonesia pasca kegagalan di Piala AFF. Ia menegaskan turnamen berikut pada kalender resmi menjadi momentum untuk bangkit sekaligus menyaring pemain yang layak memperkuat tim utama.

FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Target Utama

Herdman menandai FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai panggung penting karena berlangsung pada periode FIFA Matchday, yang memungkinkan Timnas Indonesia menurunkan kekuatan penuh.

"FIFA ASEAN Cup 2026 pada September dan Oktober 2026, saat kami bisa memainkan tim utama pada kalender FIFA," ujar Herdman.

Ia juga menyebut turnamen tersebut akan membuka peluang bagi para pemain yang berkarier di luar negeri untuk bergabung. Nama Calvin Verdonk dan Jay Idzes masuk dalam rencana untuk memperkuat struktur utama Timnas Indonesia.

"Ya, saya pikir Calvin Verdonk, Jay Idzes, dan beberapa pemain dari kelompok ini juga akan melangkah maju pada momen tersebut. Itulah kesempatan berikutnya bagi kami," ungkap Herdman.

Arsitek berusia 51 tahun itu menegaskan target Timnas Indonesia tetap sama: memburu gelar pada ajang berikutnya setelah kesempatan di Piala AFF terlepas.

"Ke depannya kami harus memenangkan trofi itu. Apa pun alasannya, kami harus menunggu lebih lama kali ini."

Evaluasi, Fondasi Tim, dan Identitas Taktik

Herdman mengakui timnya kehilangan kesempatan pada Piala AFF 2026. Namun, ia menilai proses yang berjalan tetap berada di jalur yang diinginkan berkat fondasi budaya dan kebersamaan yang mulai menguat.

"Kami kehilangan kesempatan di turnamen ini. Sebagai staf pelatih dan para pemain, kami telah membangun fondasi budaya yang baik. Para pemain saling berjuang satu sama lain," tutur Herdman.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dari sisi permainan, ia menyebut identitas taktik Timnas Indonesia kian terlihat, baik saat menguasai bola maupun ketika menekan lawan di laga tandang. "Dari sisi taktik, Anda bisa melihat bahwa tim ini memiliki identitas yang jelas. Ketika bermain tandang, kami melakukan tekanan tinggi dan mendominasi penguasaan bola," jelasnya. Pelatih asal Inggris itu menyebut evaluasi internal akan dilakukan untuk menutup celah yang tersisa, sembari menekankan aspek transisi bertahan yang dinilainya sudah berada pada level solid. "Kami akan melakukan evaluasi internal terhadap beberapa kekurangan yang masih perlu diperbaiki. Transisi bertahan kami sangat solid." Menurutnya, performa pada laga terakhir menampilkan ancaman yang lebih tajam dibanding beberapa pertandingan sebelumnya, termasuk saat menghadapi Vietnam. "Malam ini saya juga merasa kami terlihat lebih berbahaya dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya, termasuk melawan Vietnam dan lainnya," paparnya. Selain evaluasi permainan, Herdman akan menggunakan penampilan para pemain di Piala AFF 2026 sebagai dasar penilaian untuk menentukan komposisi Skuad Garuda ketika seluruh pemain terbaik tersedia pada FIFA ASEAN Cup 2026. "Saya akan menilai para pemain ini untuk melihat siapa yang bisa melangkah ke level berikutnya pada kompetisi mendatang, ketika seluruh skuad sudah tersedia untuk dipilih," terang Herdman.

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Harley Ikhsan, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan