Posisi Favorit Florian Wirtz, Filosofi Iraola, dan Kesempatan Bangkit di Liverpool

Florian Wirtz berpeluang bangkit bersama Liverpool. Andoni Iraola telah menyiapkan strategi agar playmaker asal Jerman itu kembali tampil maksimal.

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 12:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Florian Wirtz memasuki musim baru dengan harapan besar setelah menjalani tahun pertama yang mengecewakan bersama Liverpool. Kedatangan Andoni Iraola sebagai pelatih membuka peluang bagi gelandang serang asal Jerman itu untuk mengembalikan performa terbaiknya.

Florian Wirtz sebelumnya direkrut Liverpool dari Bayer Leverkusen dengan nilai transfer 116 juta pound sterling (sekitar Rp2,78 triliun). Akan tetapi, kontribusinya belum memenuhi ekspektasi karena kesulitan beradaptasi sepanjang musim debut.

Iraola pun telah menyiapkan rencana yang diyakini mampu mengoptimalkan kemampuan Wirtz. Pelatih asal Spanyol itu percaya sang pemain memiliki kualitas untuk menjadi salah satu motor serangan Liverpool.

Iraola Kembalikan Wirtz ke Posisi Favorit

Langkah pertama yang ingin dilakukan Iraola adalah memainkan Wirtz di posisi terbaiknya sebagai gelandang serang nomor 10. Posisi tersebut menjadi tempat yang paling sering ia tempati ketika tampil impresif bersama Bayer Leverkusen.

Musim lalu, Wirtz cukup sering dimainkan di sisi sayap sehingga pengaruhnya terhadap permainan tidak maksimal. Bersama Timnas Jerman, ia juga beberapa kali mengisi sektor kiri, tetapi Iraola memiliki rencana berbeda.

"Kami membutuhkan versi terbaik Florian. Kami tahu apa yang bisa dia berikan kepada kami dan saya pikir dia sangat cocok dengan model permainan kami."

"Saya melihatnya lebih cocok bermain di posisi belakang penyerang. Kami tahu bersama Timnas Jerman dia terkadang bermain di sisi kiri, tetapi kami akan mulai bekerja dengannya di posisi tersebut."

Peran Baru Diyakini Mengangkat Performa

Iraola telah memberikan gambaran mengenai susunan timnya selama pramusim. Dominik Szoboszlai lebih sering dimainkan sebagai gelandang yang posisinya lebih dalam sehingga ruang di belakang penyerang disiapkan untuk Wirtz.

Keputusan tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan yang dialami Wirtz pada musim lalu. Ketika dimainkan sebagai gelandang serang, ia akan lebih sering terlibat dalam proses membangun serangan.

Statistik musim lalu memperlihatkan penurunan cukup signifikan dibanding musim terakhirnya di Leverkusen. Jumlah sentuhan bola, percobaan dribel, tembakan, hingga expected assist semuanya mengalami penurunan.

Filosofi Iraola Cocok untuk Wirtz

Iraola dikenal mengandalkan pressing agresif dan transisi cepat saat tim merebut bola. Gaya bermain tersebut dinilai sangat sesuai dengan karakter Wirtz yang gemar membawa bola dan menciptakan peluang dari ruang sempit.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pelatih asal Spanyol itu tidak mempermasalahkan pemain kehilangan bola selama peluang merebutnya kembali tetap besar. Menurutnya, momen transisi menjadi salah satu cara paling efektif untuk menghasilkan peluang mencetak gol. "Semua bergantung pada seberapa besar Anda berani mengambil risiko dengan bola. Saya selalu mengatakan kepada para pemain, setiap kali merebut bola, pandangan pertama bukan kepada penyerang, melainkan ke arah kiper lawan. Apakah Anda bisa langsung mencetak gol?"

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan