Ancaman Boikot Global Paksa FIFA Batalkan Rencana FIFA Forward Enterprise

Gianni Infantino menghentikan proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) setelah ancaman boikot dari UEFA dan penolakan konfederasi lain.

OlehThomas
Diterbitkan 01 Agustus 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada hari yang sama, CONCACAF bersama 41 asosiasi anggotanya juga menolak proposal tersebut. Mereka menyoroti kurangnya proses yang semestinya, transparansi, tata kelola, dan keterlibatan investor swasta dalam aset FIFA. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) turut menyatakan solidaritas dengan UEFA dan CONCACAF, menyampaikan "keprihatinan serius atas proposal FIFA" dan mempertanyakan proses pengambilan keputusan di sekitar FFE.

Kontroversi ini bahkan menyebabkan pengunduran diri Carlos Cordeiro pada 31 Juli 2026, penasihat senior Infantino dan mantan presiden Federasi Sepak Bola AS. Cordeiro menyebut rencana tersebut sebagai "kesepakatan buruk untuk sepak bola" dan menuduh FIFA "menggadaikan masa depan sepak bola tanpa pembenaran yang meyakinkan."

Di tengah gejolak ini, muncul pula pertanyaan mengenai masa depan kepemimpinan Gianni Infantino sebagai presiden FIFA, dengan beberapa federasi dilaporkan mulai meragukan kepemimpinannya.

Menanggapi tekanan yang masif, FIFA, melalui Presiden Gianni Infantino, mengumumkan pada 31 Juli 2026 bahwa proposal FFE tidak akan dilanjutkan. Infantino secara resmi mengkonfirmasi pembatalan rencana tersebut keesokan harinya, 1 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut telah "menciptakan perpecahan yang sifatnya, terlepas dari tingkat dukungan, tidak lagi demi kepentingan tujuan yang ditetapkan sejak awal."

Infantino menambahkan, "Tujuan kami selalu – dan akan selalu – untuk menyatukan dan meningkatkan. Akibatnya, proposal ini tidak akan dilanjutkan." Setelah penarikan proposal ini, Federasi Sepak Bola Meksiko menyatakan bahwa peninjauan terhadap inisiatif tersebut dianggap telah selesai.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan