PSIM Yogyakarta Ajak Suporter Penuhi Stadion demi Modal Paruh Kedua

Dirut PSIM Yogyakarta Liana Tasno mengajak suporter memenuhi stadion demi memperkuat finansial klub.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 15:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta mengajak suporter kembali memenuhi tribun sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi finansial klub jelang paruh kedua kompetisi. Seruan itu datang dari Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, yang menilai kehadiran penonton langsung menjadi modal penting untuk manuver tim di bursa paruh musim.

Ia menyebut dukungan dari tribune bukan hanya menambah energi skuad di lapangan, tetapi juga berdampak nyata pada arus pemasukan klub. Dengan ruang fiskal yang lebih baik, PSIM Yogyakarta berpeluang menambah amunisi sesuai kebutuhan pelatih pada putaran kedua.

Di sisi lain, Liana menegaskan manajemen akan tetap profesional dalam mengelola komposisi skuad, termasuk ketika harus berpisah dengan pemain yang dinilai tidak sesuai kebutuhan tim. Ia menyoroti pentingnya integritas dan penghormatan terhadap kontrak dalam setiap keputusan.

Stadion Ramai, Nafas Finansial Klub

Liana memaparkan bahwa idealnya klub memiliki dana cadangan khusus yang disiapkan untuk putaran kedua. Pos tersebut krusial apabila tim ingin bergerak di bursa paruh musim untuk mendatangkan pemain baru.

"Kalau ditanya idealnya memang begitu. Di putaran kedua harus ada bujet cadangan sendiri. Intinya, tolong suporter penuhi stadion PSIM, karena itu kontribusi banget untuk di paruh musim supaya kami bisa beli pemain baru," pintanya.

Ia juga meminta agar dukungan diberikan tanpa praduga negatif kepada manajemen yang menurutnya terus bekerja untuk kepentingan bersama.

"Tapi, jangan lagi nanti bilang, 'Demo aja manajemen PSIM kalau enggak penuhi janji,'. Padahal, kami semua di sini kerja keras sama-sama. Enggak ada mikirin pribadi masing-masing, ini benar-benar buat DIY. Jadi, jangan ada curiga lagi," ucap Liana.

Profesionalisme Kontrak dan Perpisahan Pemain

Menyinggung perombakan skuad, Liana menilai dinamika keluar-masuk pemain adalah hal biasa dalam sepak bola. Namun, ia menekankan tata kelola yang berpegang pada nilai integritas.

"Ini biasa di sepak bola, ada pemain yang enggak cocok di PSIM. Tapi, PSIM harus memperlakukan mereka dengan integritas dan kebaikan," ujar Liana.

Ia memastikan setiap keputusan menghormati perjanjian yang sudah ditandatangani. Bila diperlukan, opsi kompensasi tetap terbuka selama sesuai dengan ketentuan kontrak.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"PSIM harus menghormati kontrak yang sudah ada, walau pemain itu belum memberi kontribusi. Bagaimanapun juga kami harus menghormati kontrak yang ada. Jadi, memungkinkan juga buat PSIM untuk memberi kompensasi," imbuhnya.

Halaman
Show All
Ana Dewi, Edu Krisnadefa, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan