Lini Belakang Vietnam Disorot, Timnas Indonesia Bisa Manfatkan

Usai menang 7-0 di Piala AFF 2026, media Vietnam menyoroti rapuhnya lini belakang. Indonesia dinilai bisa mengancam lewat striker 1,96 m Mitchell Baker.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Enam menit sebelumnya, Claudio Osorio menyodorkan umpan silang yang nyaman untuk disundul rekannya dari jarak dekat tanpa pengawalan, meski bola masih menyamping dari gawang," lanjut ulasan tersebut.

Menurut ulasan yang sama, masalah utama terletak pada disiplin menjaga struktur, khususnya jarak antarlini yang tidak rapat dan area transisi yang longgar.

"Itu hanyalah beberapa contoh saat lini pertahanan Vietnam berhasil ditembus. Para pemain asuhan Kim Sang-sik belum mampu menjaga formasi bertahan dengan cukup baik, terutama di celah antara bek tengah dan bek sayap, serta ruang kosong di belakang dua gelandang tengah. Hal ini terjadi karena Nguyen Hoang Duc dan Nguyen Quang Hai cenderung lebih sering membawa bola ke depan dan kurang maksimal dalam melakukan intersepsi," tulisnya.

Filosofi Lebih Proaktif, Dampaknya ke Garis Pertahanan

Vietnam kini mengadopsi pendekatan lebih proaktif dengan menjadikan intensitas menyerang sebagai fondasi. Perubahan ini didorong materi lini depan yang dinilai berkualitas, termasuk tiga pemain naturalisasi: Nguyen Xuan Son, Do Hoang Hen, dan Nguyen Tai Loc, serta bintang muda Nguyen Dinh Bac.

"Namun, hal ini bukan alasan untuk melonggarkan pertahanan. Tanpa kehadiran kapten Do Duy Manh, kekuatan pertahanan jelas terpengaruh karena Pelatih Kim belum menemukan pengganti yang sepadan," tulis ulasan tersebut.

"Kim Sang-sik membutuhkan strategi yang disiplin dan rapat dengan kerapatan posisi yang tepat untuk menutupi kelemahan individu. Hal ini sangat penting mengingat Timnas Vietnam cenderung mendorong posisi ke depan, yang menuntut garis pertahanan naik 10–15 meter lebih tinggi dari biasanya, sehingga menyisakan lebih banyak ruang di belakang para bek."

Tanpa Do Duy Manh, analisis itu menilai kestabilan lini belakang menurun. Kerapatan dan koordinasi dinilai perlu ditingkatkan untuk mengimbangi karakter permainan yang lebih maju.

Ancaman Garuda Jelang Laga Berikutnya

Thanh Nien menilai Indonesia dan Singapura berpotensi mengeksploitasi celah yang terlihat saat menghadapi Timor Leste. Laga tandang di Stadion Pakansari juga disorot sebagai partai yang menuntut kewaspadaan ekstra.

"Jika Timor Leste saja bisa mendekati gawang Patrik Le Giang hanya dengan beberapa operan cepat, maka Indonesia dan Singapura tentu juga bisa melakukannya. Tentu saja, Timnas Vietnam akan bermain lebih berhati-hati dan defensif dalam pertandingan menentukan, seperti laga tandang di Stadion Pakansari, Indonesia," tulis Thanh Nien.

"Dengan kehadiran 12 pemain naturalisasi, termasuk penyerang seperti Beckham Putra, Egy Maulana Vikri, Eliano Reijnders, Jens Raven, Ragnar Oratmangoen, Saddil Ramdani, dan Mitchell Baker (striker berpostur 1,96 meter keturunan Australia), Indonesia akan menjadi ancaman besar bagi lini pertahanan Vietnam yang masih rapuh."

"Pelatih Kim Sang-sik memiliki waktu satu minggu latihan untuk memperketat kedisiplinan bertahan sebelum Timnas Vietnam memasuki fase pertandingan yang lebih berat," bunyi akhir dari ulasan Thanh Nien tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Radifa Arsa, Harley Ikhsan, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan