FIFA Perketat Aturan Piala Dunia 2026, Suporter Inggris Terancam Sanksi Berat

FIFA mengeluarkan peringatan keras kepada suporter Inggris di Piala Dunia 2026. Pelanggaran aturan seperti nyanyian ofensif, bisa terkena hukumaan berat.

OlehThomas
Diterbitkan 17 Juni 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun, setelah menuai banyak kritikan, FIFA akhirnya melonggarkan aturan tersebut. Kini, penonton diizinkan membawa satu botol minuman berbahan plastik lunak berukuran 590 mililiter yang masih tersegel pabrik saat memasuki stadion di Amerika Serikat dan Kanada. Meskipun demikian, larangan terhadap botol isi ulang berbahan keras tetap dipertahankan. Kelompok suporter mengkritik larangan awal ini sebagai upaya komersialisasi yang mengorbankan keselamatan penonton, mengingat semua produk minuman di area stadion dikuasai oleh sponsor utama, Coca-Cola.

Bagi suporter yang berulah, otoritas Dallas telah menyiapkan tindakan tegas. Suporter Inggris yang melakukan kerusuhan saat Piala Dunia 2026 akan ditahan di Tarrant County Jail. Pelaku kerusuhan akibat konsumsi alkohol berlebihan di tempat umum akan diproses hukum sesuai aturan setempat di Texas.

Larangan Perjalanan dan Aturan Baru Sepak Bola

Lebih dari 2.300 pendukung dari Inggris dan Skotlandia dipastikan tidak dapat menyaksikan langsung Piala Dunia 2026. Pemerintah Inggris mewajibkan seluruh pemegang Football Banning Order (FBO) untuk menyerahkan paspor kepada pihak kepolisian sebelum Selasa, 2 Juni 2026.

FBO adalah perintah pengadilan yang dijatuhkan kepada individu yang terbukti melakukan pelanggaran terkait sepak bola, termasuk kekerasan, pelecehan, dan berbagai bentuk kerusuhan. Mereka yang tidak mematuhi ketentuan ini menghadapi ancaman hukuman penjara hingga enam bulan beserta denda tanpa batas. Langkah ini terbukti efektif dalam menekan angka insiden yang melibatkan suporter Inggris pada turnamen internasional sebelumnya.

Di luar regulasi suporter, FIFA bersama Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) juga akan menerapkan sejumlah perubahan aturan permainan yang dikenal sebagai 'aturan anti-Arsenal'. Aturan ini bertujuan mengendalikan praktik menghalangi pergerakan lawan dalam situasi bola mati, seperti tendangan sudut atau tendangan bebas. Pemain akan dikenakan sanksi jika sengaja menghalangi lawan, mirip konsep 'screen' dalam bola basket, dan wasit berwenang memberikan hukuman bahkan sebelum bola ditendang. Peraturan baru ini akan mulai berlaku di semua kompetisi besar mulai awal Juli 2026, termasuk Piala Dunia 2026.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan