Menlu AS Tegaskan Larangan Individu Terkait IRGC Iran di Piala Dunia 2026

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Washington tidak akan menghalangi Timnas Iran di Piala Dunia 2026, namun individu terkait IRGC akan dilarang.

OlehThomas
Diterbitkan 25 April 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Tidak ada pernyataan dari AS yang melarang mereka datang. Masalahnya bukan para atlet Iran. Masalahnya adalah beberapa orang lain yang ingin mereka bawa, beberapa di antaranya memiliki hubungan dengan IRGC. Kami mungkin tidak bisa membiarkan mereka masuk, tapi bukan para atletnya sendiri," kata Rubio dilansir Reuters.

"Mereka tidak bisa membawa sekelompok teroris IRGC ke negara kami dan berpura-pura bahwa mereka adalah jurnalis dan pelatih atletik," tambah Rubio.

Alasan Pelarangan dan Konsekuensi Bagi Rombongan Tim

Alasan utama di balik larangan ini adalah status IRGC sebagai organisasi teroris asing menurut pemerintah AS. Marco Rubio menjelaskan bahwa fokus masalah bukan pada para atlet, melainkan pada individu-individu tertentu dalam rombongan tim yang mungkin memiliki kaitan dengan IRGC. AS tidak akan mengizinkan mereka masuk ke negaranya.

Rubio bahkan mengeluarkan peringatan keras terhadap upaya penyamaran. Ia menegaskan bahwa pihak-pihak terkait IRGC tidak dapat datang ke AS dengan menyamar sebagai jurnalis atau pelatih atlet. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan AS dalam menyaring setiap individu yang memasuki wilayahnya, terutama dalam konteks acara internasional besar seperti Piala Dunia.

Implikasi dari kebijakan ini adalah setiap anggota rombongan Timnas Iran akan menjalani pemeriksaan ketat. Individu yang terbukti memiliki afiliasi atau hubungan dengan IRGC akan ditolak masuk, terlepas dari peran mereka dalam rombongan tim. Kebijakan ini bertujuan untuk memisahkan partisipasi olahraga dari isu keamanan nasional yang lebih luas.

Dinamika Geopolitik dan Tantangan Visa Menjelang Piala Dunia 2026

Pernyataan mengenai larangan individu terkait IRGC ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang memanas antara AS dan Iran. Sebelumnya, sempat muncul spekulasi dan usulan agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 dari utusan Trump, Paolo Zampolli, namun usulan tersebut tidak memiliki kaitan resmi dengan kebijakan pemerintah AS dan telah ditolak. Iran sendiri sempat meminta FIFA untuk memindahkan lokasi pertandingan mereka dari AS ke Meksiko, tetapi permintaan tersebut ditolak oleh FIFA.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah menegaskan bahwa Iran diharapkan untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026, dengan menyatakan bahwa olahraga harus berada di luar politik. Meskipun demikian, isu keamanan tetap menjadi perhatian. Pemerintah Iran sempat menyuarakan kekhawatiran terhadap keselamatan para pemainnya jika bertanding di AS, bahkan Donald Trump sempat menyatakan bahwa tim Iran mungkin lebih aman tidak datang.

Selain isu IRGC, kebijakan visa AS juga berpotensi menyulitkan negara lain. Program jaminan visa baru yang berlaku mulai 2 April 2026, menyasar warga dari 50 negara, termasuk lima negara yang sudah lolos ke Piala Dunia 2026: Aljazair, Tanjung Verde, Senegal, Pantai Gading, dan Tunisia. Suporter dari negara-negara tersebut diwajibkan menyetor dana jaminan hingga 15.000 dolar AS per orang untuk mendapatkan visa wisata, menambah kompleksitas bagi partisipasi global di turnamen tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan