Pemerintah Italia Tolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026: Tegaskan Kualifikasi Harus di Lapangan

Pemerintah Italia menolak gantikan Iran di Piala Dunia 2026, menepis usulan kontroversial utusan AS.

OlehThomas
Diterbitkan 24 April 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Zampolli secara aktif telah menyampaikan idenya ini kepada Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Meskipun demikian, usulan ini segera memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari dalam negeri Italia sendiri.

Pemerintah Italia Tolak Gantikan Iran: Tegaskan Kualifikasi di Lapangan

Pemerintah Italia dengan tegas menolak usulan untuk menggantikan Iran di Piala Dunia 2026, menegaskan bahwa partisipasi harus didapatkan melalui kualifikasi yang adil. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menyatakan bahwa gagasan tersebut "tidak mungkin" dan "tidak pantas", menekankan bahwa tim harus membuktikan kelayakan mereka "di lapangan". Pernyataan ini mencerminkan prinsip integritas olahraga yang dipegang teguh oleh Italia.

Senada dengan Abodi, Presiden Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI), Luciano Buonfiglio, menambahkan bahwa ia akan merasa "tersinggung" jika Italia masuk Piala Dunia melalui cara yang tidak sportif. Menurut Buonfiglio, sebuah tim harus "layak" untuk dapat berlaga di ajang sebesar Piala Dunia, bukan karena penunjukan.

Bahkan, Menteri Keuangan Italia Giancarlo Giorgetti tidak ragu menyebut usulan pertukaran tersebut "memalukan". Penolakan kolektif dari para pejabat tinggi ini menunjukkan konsensus kuat di Italia terhadap pentingnya sportivitas dan pencapaian melalui meritokrasi. Italia sendiri gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak playoff, memperpanjang catatan absen mereka dari turnamen bergengsi ini.

FIFA dan Iran Tegaskan Komitmen Partisipasi di Piala Dunia 2026

Meskipun ada usulan kontroversial, FIFA secara konsisten menyatakan bahwa Iran akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 sesuai rencana yang telah ditetapkan. Presiden FIFA Gianni Infantino telah menegaskan bahwa "Tim Iran akan datang, pasti" dan menekankan bahwa "Olahraga harus berada di luar politik." Sikap FIFA ini menggarisbawahi upaya untuk menjaga otonomi olahraga dari intervensi politik.

Iran sendiri juga telah menyatakan niat kuatnya untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026. Juru bicara pemerintah Iran mengumumkan bahwa persiapan sedang dilakukan secara intensif untuk partisipasi mereka dalam turnamen tersebut. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Iran untuk tetap menjadi bagian dari ajang sepak bola global.

Kedutaan Besar Iran di Roma bahkan mengecam pernyataan Zampolli, menegaskan bahwa "Sepak bola adalah milik rakyat, bukan politisi." Pernyataan ini memperkuat posisi Iran yang menolak segala bentuk politisasi dalam dunia sepak bola.

Aturan FIFA dan Kandidat Pengganti Jika Iran Mundur

Dalam skenario hipotetis jika Iran memang memutuskan untuk mundur atau dikeluarkan dari Piala Dunia 2026, aturan FIFA memiliki ketentuan mengenai penggantian tim. FIFA menyatakan memiliki "diskresi tunggal" untuk mengganti tim yang mundur "dengan asosiasi lain". Meskipun aturan ini tidak secara spesifik menyatakan bahwa pengganti harus berasal dari konfederasi yang sama, ada pertimbangan logis terkait peringkat.

Berdasarkan peringkat FIFA dan aturan yang berlaku, pengganti yang paling mungkin jika Iran tidak dapat berpartisipasi adalah Uni Emirat Arab atau Irak. Kedua negara ini merupakan tim Asia dengan peringkat tertinggi yang tidak lolos kualifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa proses penggantian akan tetap didasarkan pada kriteria olahraga dan peringkat, bukan intervensi eksternal.

Hingga saat ini, tidak ada indikasi resmi dari FIFA maupun Iran bahwa akan ada perubahan dalam rencana partisipasi Iran. Oleh karena itu, spekulasi mengenai penggantian tim tetap berada dalam ranah hipotesis, dengan penolakan tegas dari Italia memperjelas posisi mereka.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan