Skuad Bertabur Bintang Italia vs Racikan Guus Hiddink
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4144726/original/044917500_1662112699-3_000_APP2002061823798.jpg)
Italia tiba di Piala Dunia 2002 dengan skuad yang luar biasa, dihuni penyerang kelas dunia seperti Alessandro Del Piero, Christian Vieri, Francesco Totti, dan Pippo Inzaghi yang sedang di puncak performa. Lini belakang mereka tak kalah tangguh dengan Fabio Cannavaro dan Alessandro Nesta, serta kiper termahal dunia, Gigi Buffon. Mayoritas pemain ini merupakan bagian dari tim yang mencapai final Kejuaraan Eropa dua tahun sebelumnya, menjanjikan performa gemilang di Piala Dunia.
Di bawah asuhan manajer Giovanni Trapattoni, yang memiliki rekam jejak impresif dengan tujuh gelar Serie A dan berbagai trofi Eropa, Italia diharapkan melaju jauh. Namun, taktik ultra-defensif Trapattoni sering dianggap ketinggalan zaman, meskipun Italia berhasil lolos kualifikasi Piala Dunia tanpa kekalahan. Ekspektasi tinggi dan gaya bermain yang konservatif menciptakan tekanan tersendiri bagi Azzurri.
Di sisi lain, Korea Selatan dilatih oleh Guus Hiddink, yang reputasinya besar namun hasil awalnya kurang memuaskan, termasuk kekalahan telak 5-0 dari Prancis di Piala Konfederasi 2001. Hiddink menerapkan meritokrasi ketat, mendorong pemain muda untuk berekspresi, yang berlawanan dengan budaya Korea yang menghargai usia. Kehidupan pribadinya juga sempat menimbulkan kontroversi di Korea Selatan yang konservatif, namun ia berhasil membangun tim yang solid.
Korea Selatan menunjukkan performa impresif di fase grup, mengalahkan Polandia 2-0, bermain imbang 1-1 dengan AS, dan menundukkan Portugal 1-0 untuk melaju ke babak 16 besar. Keberhasilan ini menunjukkan tangan dingin Hiddink dalam meracik tim, mengubah mereka menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan.
Drama di Daejeon: Pertarungan Sengit 16 Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4144731/original/025681200_1662112703-8_000_APP2002061823890.jpg)
Perjalanan Italia di fase grup Piala Dunia 2002 sendiri tidak mulus; setelah menang 2-0 atas Ekuador, mereka kalah 2-1 dari Kroasia dan bermain imbang 1-1 dengan Meksiko, nyaris tersingkir. Taktik Trapattoni dipertanyakan, dan serangkaian keputusan wasit yang merugikan Italia, termasuk empat gol yang dianulir, memicu teori konspirasi di kalangan suporter. Kondisi ini membuat Italia memasuki babak 16 besar dengan penuh tekanan.
Pertandingan babak 16 besar antara Italia dan Korea Selatan di Daejeon World Cup Stadium menjadi panggung drama yang tak terlupakan. Suporter Korea Selatan membentangkan koreografi "Again 1966" di stadion, sebuah provokasi yang mengingatkan Italia pada kekalahan memalukan mereka dari Korea Utara. Italia bermain tanpa dua bek tengah utama, Nesta yang cedera dan Cannavaro yang diskors, menjadi kerugian besar bagi pertahanan mereka.
Pada menit keempat, Korea Selatan mendapat penalti setelah Christian Panucci menjatuhkan Seol Ki-hyeon, namun tendangan Ahn Jung-hwan berhasil ditepis oleh Buffon, menjaga asa Italia. Italia kemudian memimpin melalui sundulan Christian Vieri di pertengahan babak pertama, seolah mengamankan posisi mereka. Namun, drama belum berakhir, dan ketegangan terus menyelimuti jalannya pertandingan.
Korea Selatan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-88 melalui Seol Ki-hyeon, memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Puncak drama terjadi pada menit ke-117 di perpanjangan waktu, ketika Ahn Jung-hwan mencetak gol kemenangan melalui sundulan setelah menerima umpan silang dari Lee Young-pyo. Gol emas ini secara dramatis mengeliminasi Italia dari turnamen, memicu perayaan massal di Seoul dengan sekitar tiga juta orang membanjiri jalan-jalan.
Kontroversi Wasit Byron Moreno dan Reaksi Italia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4144730/original/034516600_1662112702-7_000_APP2002061824060.jpg)
Kekalahan Italia memicu reaksi keras dari media Italia; Corriere dello Sport berteriak "LADRI" (PENCURI), sementara Gazzetta dello Sport menulis "Vergogna!" (Memalukan!). Bahkan pejabat pemerintah Italia, termasuk menteri kabinet Franco Frattini, menyebut wasit Byron Moreno dari Ekuador "memalukan" dan "skandal," menunjukkan tingkat kemarahan yang meluas. Kritik utama Italia berpusat pada serangkaian keputusan kontroversial yang dianggap merugikan mereka.
Dua insiden di perpanjangan waktu menjadi sorotan utama: kartu kuning kedua kontroversial untuk Francesco Totti karena dianggap melakukan diving, meskipun ada kontak dengan pemain lawan, yang berujung pada pengusiran. Selain itu, gol Damiano Tommasi dianulir karena offside yang, berdasarkan tayangan ulang, terbukti merupakan keputusan yang salah. Keputusan-keputusan ini secara langsung memengaruhi jalannya pertandingan dan hasil akhir.
Meskipun demikian, beberapa analisis ulang, seperti yang dilakukan oleh Daniele Manusia dari majalah Vice edisi Italia, menyimpulkan bahwa reaksi awal mungkin berlebihan dan Moreno tidak melakukan banyak kesalahan yang disengaja. Namun, teori konspirasi semakin berkembang setelah Korea Selatan mengalahkan Spanyol di perempat final dengan keputusan wasit yang juga kontroversial, di mana dua gol Spanyol dianulir, menguatkan dugaan adanya bias.
Byron Moreno menjadi kambing hitam bagi Italia, dengan laporan tentang liburannya di Amerika dan pembelian mobil mewah pasca-turnamen semakin memicu kemarahan. Pada September 2002, Moreno diskors 20 pertandingan oleh federasi Ekuador karena penanganan pertandingan liga yang kontroversial. Karirnya sebagai wasit berakhir setelah larangan singkat lainnya, dan ia bahkan ditangkap pada tahun 2010 karena mencoba menyelundupkan heroin, mengakhiri citranya sebagai figur yang kontroversial.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3321403/original/043631400_1607672656-cek_fakta_badan_siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2739072/original/057326800_1551245536-20190227-Mahfud-Md-Datangi-KPK-DWI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4144727/original/013344200_1662112700-4_000_APP2002061824043.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3477850/original/010811100_1623255757-italy-crest-update-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710892/original/001376500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.25__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303387/original/036540500_1784628712-000_C2PH28L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293246/original/020171000_1783680971-000_B83E7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)