Boxing Day 2025 Jadi yang Tersepi dalam 43 Tahun, Hanya 1 Laga Kasta Tertinggi yang Bergulir

Tradisi sepak bola Boxing Day di Premier League 2025 akan terasa berbeda dengan hanya satu pertandingan yang digelar.

Diterbitkan 26 Desember 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Boxing Day secara tradisional menandai dimulainya jadwal pertandingan sepak bola yang padat selama periode Natal dan Tahun Baru di Inggris. Ini adalah momen yang sangat dinantikan oleh para penggemar, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya sepak bola Inggris.

Namun, Boxing Day menjadi pengecualian yang signifikan. Hanya satu pertandingan Premier League yang dijadwalkan untuk mempertahankan ritual ini, sebuah perubahan drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

Situasi ini menandai jumlah pertandingan divisi teratas paling sedikit sejak tahun 1982, ketika tidak ada pertandingan karena 26 Desember jatuh pada hari Minggu. Kondisi ini memicu diskusi luas mengenai alasan di balik pengurangan jadwal dan bagaimana hal tersebut memengaruhi tradisi sepak bola Inggris yang sudah berusia berabad-abad.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada penggemar yang terbiasa dengan "pesta" sepak bola, tetapi juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh Premier League dalam menyeimbangkan tradisi dengan tuntutan kalender pertandingan global yang semakin padat. Keputusan ini diambil untuk mengakomodasi berbagai faktor, termasuk kesejahteraan pemain dan ekspansi kompetisi Eropa.

Tradisi dan Sejarah Panjang Boxing Day Sepak Bola

Sepak bola pada Boxing Day telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di Inggris, setua sejarah sepak bola itu sendiri. Tradisi ini bermula sejak musim perdana liga papan atas pada tahun 1888. Pertandingan divisi teratas pertama yang dimainkan pada Boxing Day adalah kemenangan Preston North End 5-0 atas West Bromwich Albion pada Desember 1888, menandai awal dari sebuah fenomena budaya yang bertahan hingga kini.

Meskipun memiliki sejarah panjang, tradisi ini tidak selalu tanpa pengecualian. Ada beberapa tahun di mana tidak ada pertandingan divisi teratas yang digelar pada Boxing Day, seperti pada tahun 1948, 1954, 1965, 1971, dan 1976.

Dahulu, jika Boxing Day jatuh pada akhir pekan, pertandingan akan ditunda ke hari kerja berikutnya. Namun, tradisi tersebut telah memudar, dan kini pertandingan Boxing Day bisa saja dimainkan pada hari Minggu jika tanggal 26 Desember jatuh pada hari tersebut.

Premier League 2025: Jadwal Tersibuk yang Paling Sepi

Boxing Day 2025 akan mencatat sejarah sebagai salah satu yang paling sepi dalam era Premier League. Hanya ada satu pertandingan yang akan mempertahankan ritual pertandingan Boxing Day di Inggris: Manchester United melawan Newcastle di Old Trafford pada 26 Desember. Ini adalah jumlah pertandingan divisi teratas paling minim sejak tahun 1982, ketika tidak ada pertandingan karena 26 Desember jatuh pada hari Minggu.

Pengurangan jadwal ini sangat kontras dengan gambaran Boxing Day yang biasanya dipenuhi oleh berbagai pertandingan di seluruh negeri. Keputusan ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam cara Premier League mengelola kalender pertandingannya. Meskipun demikian, tradisi menonton sepak bola pada hari libur ini tetap menjadi bagian penting bagi banyak penggemar di Inggris.

Alasan di Balik Pengurangan Jadwal Boxing Day

Premier League menjelaskan bahwa keputusan untuk hanya menggelar satu pertandingan pada Boxing Day 2025 disebabkan oleh kalender pertandingan global yang padat. Liga mengakui bahwa situasi ini berdampak pada tradisi penting dalam sepak bola Inggris. Tantangan penjadwalan ini berakar pada ekspansi kompetisi klub Eropa, yang menyebabkan revisi kalender domestik dan perubahan pada FA Cup.

Akibatnya, Premier League menjadi kompetisi 33 akhir pekan, lebih sedikit dari musim sebelumnya, meskipun tetap memiliki 380 pertandingan sejak 1995. Dengan jumlah akhir pekan yang lebih sedikit, Liga terikat oleh bagaimana kalender jatuh.

Premier League juga menekankan perlunya menyebar pertandingan untuk memastikan pemain memiliki waktu istirahat yang cukup antar pertandingan. Pengaturan khusus telah dibuat untuk memberikan lebih banyak waktu antar pertandingan selama periode perayaan, memastikan tidak ada klub yang bermain dalam waktu 60 jam dari pertandingan lain.

Dampak pada Pemain dan Respons Penggemar

Secara historis, jadwal padat pasca-Natal seringkali memicu keluhan dari para pelatih tentang beban kerja yang berlebihan dan kurangnya waktu pemulihan bagi pemain. Frank Lampard, misalnya, pernah menyatakan bahwa jadwal padat Chelsea pada Boxing Day dan 28 Desember 2020 adalah "kontraproduktif bagi kualitas Premier League".

Namun, jika Premier League tetap berpegang pada tradisi dan menjadwalkan semua pertandingan pada 26 Desember, semua klub akan memiliki setidaknya tiga hari istirahat sebelum Matchweek 19 dimulai pada 30 Desember.

Meskipun ada reaksi negatif dari media mengenai daftar pertandingan yang berkurang, tidak ada protes besar dari para suporter atas minimnya pertandingan Boxing Day. Dalam beberapa tahun terakhir, daftar pertandingan Boxing Day seringkali dimainkan selama dua hari—26 dan 27 Desember—sehingga para penggemar telah terbiasa dengan jadwal yang melampaui batas Boxing Day.

Asosiasi Suporter Sepak Bola hanya mengkritik jadwal pertandingan Manchester United-Newcastle pada pukul 8 malam waktu setempat, tanpa mengecam pertandingan lainnya yang dimainkan pada hari Sabtu dan Minggu.

Momen Klasik Boxing Day dan Dominasi Manchester United

Boxing Day telah melahirkan banyak pertandingan klasik yang tak terlupakan dalam sejarah sepak bola Inggris. Salah satu yang paling fenomenal adalah pada tahun 1963, ketika 66 gol tercipta dalam 10 pertandingan, termasuk kemenangan Fulham 10-1 atas Leicester dan kemenangan Burnley 6-1 atas Manchester United.

Di era Premier League, momen-momen ikonik juga tercipta, seperti hat-trick Thierry Henry yang membantu Arsenal meraih kemenangan 6-1 atas Leicester pada tahun 2000, dan kemenangan Southampton 4-0 atas The Gunners pada tahun 2015.

Pertandingan seru lainnya termasuk hasil imbang 4-4 antara Chelsea dan Aston Villa di Stamford Bridge pada tahun 2007, serta kebangkitan Manchester United dari ketertinggalan 3-0 menjadi imbang 3-3 melawan Sheffield Wednesday dengan gol penyeimbang Eric Cantona pada tahun 1992. Manchester United sendiri memiliki rekor terbaik di Boxing Day, baik di era Premier League dengan 22 kemenangan maupun secara keseluruhan dengan 54 kemenangan.

Sepak Bola Lain di Boxing Day dan Proyeksi Masa Depan

Meskipun Premier League sepi, penggemar sepak bola di Inggris masih dapat menikmati banyak pertandingan di Boxing Day. Ada jadwal lengkap pertandingan di EFL (English Football League) dan National League. Ini termasuk 36 pertandingan EFL, seperti Wrexham melawan Sheffield United dan pemimpin Championship Coventry melawan Swansea, serta 12 pertandingan di National League. Jadi, para penggemar tidak perlu pergi jauh untuk menemukan pertandingan di daerah mereka jika ingin menghormati tradisi menghadiri pertandingan pada Boxing Day.

Premier League telah memberikan jaminan bahwa musim depan akan ada lebih banyak pertandingan pada Boxing Day. Hal ini karena tanggal 26 Desember tahun depan akan jatuh pada hari Sabtu, memungkinkan penjadwalan yang lebih fleksibel dan mengembalikan kemeriahan tradisi Boxing Day yang lebih lengkap.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan