Bangun Era Baru Ekosistem Olahraga, Kemenpora Genjot Sport Tourism dan Sport Industry

Kemenpora fokus mendorong sport tourism dan sport industry karena bisa memberikan dampak besar kepada masyarakat luas.

OlehThomas
Diterbitkan 15 November 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Pengembangan sport industry juga layak mendapatkan perhatian dan menjadi fokus utama negara kita, karena ini akan menumbuhkan sektor manufaktur perlengkapan olahraga, manajemen event, media dan berbagai jenis usaha berbasis kreatifitas yang membuat eksosistem olahraga akan berjalan berkelanjutan," pungkas Triawan.

Kesuksesan MotoGP Indonesia 2025

Apa yang disampaikan Triawan Munaf memang terbukti dengan kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah di tahun ke empat ajang olahraga kelas dunia, MotoGP di Sirkuit Mandalika yang selesai digelar Oktober lalu. Kolaborasi yang solid antar lembaga membuat gema MotoGP menciptakan rekor baru yaitu tiket nonton habis terjual dan disaksikan 140.324 penonton.

Perputaran uang senilai Rp 4,8 triliun juga menjadi bukti bahwa dengan pengelolaan maksimal, sport tourism bisa menjadi kunci peningkatan kondisi perekonomian masyarakat setempat.

Dirut InJourney, Maya Watono, menyampaikan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 bukan sekedar ajang olahraga otomotif berskala dunia, melainkan juga platform strategis mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia ke panggung global. Antusiasme publik terhadap ajang balap tahun ini terlihat dari tingkat hunian hotel di kawasan The Mandalika yang mencapai 100 persen, bahkan melebihi kapasitas yang tersedia.

MotoGP Indonesia Mendongkrak Roda Perekonomian

Untuk memenuhi peningkatan permintaan perjalanan, sejumlah maskapai menambah frekuensi penerbangan menuju Lombok. Tercatat sebanyak 44 penerbangan tambahan beroperasi, terdiri atas Garuda Indonesia (18 penerbangan), Citilink (10), AirAsia (8), Pelita Air (2), dan Wings Air (6). Kenaikan jumlah penerbangan ini menegaskan peran MotoGP sebagai penggerak utama mobilitas wisatawan sekaligus katalis pertumbuhan sektor pariwisata di NTB.

"Ini saya rasa momen yang bersejarah ya karena kita pecah telur, pecah rekor, 140 ribu pengunjung. Ini ada peningkatan 15 persen dari tahun sebelumnya. Kami lihat dari sisi bandara, hotel, pengunjung, dan UMKM, peningkatan tenaga kerja lokal ini luar biasa. Ajang ini juga membuktikan bahwa kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia dapat terintegrasi dalam pengalaman olahraga global, memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sportainment yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar," ujar Maya Watono.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan