Liverpool vs Man United: Siapa yang Lebih Tertekan di Anfield?

Liverpool dan Manchester United sama-sama dalam tekanan jelang laga di Anfield. Siapa yang lebih tertekan dan bagaimana strategi kedua pelatih akan menentukan hasilnya?

Diterbitkan 19 Oktober 2025, 18:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kondisi Ibrahima Konate, Ryan Gravenberch, dan Wataru Endo masih dalam pemantauan. Tanpa mereka, Slot kehilangan keseimbangan defensif dan stabilitas yang selama ini menjadi pondasi tim.

Sementara di kubu Amorim, kemenangan 2-0 atas Sunderland sebelum jeda memang menenangkan suasana, tapi belum cukup meyakinkan. Amorim masih mencari ritme yang sesuai dengan skemanya. Ia ingin timnya “mengundang lawan menekan lebih dulu, lalu menyerang balik cepat lewat sayap atau umpan panjang kepada Benjamin Sesko,” kata Anka.

Masalahnya, pendekatan ini butuh presisi tinggi di dua area krusial, lini belakang dan depan. Amorim tampaknya masih berusaha menemukan kombinasi ideal agar timnya bisa mengeksekusi instruksi dengan tajam.

Siapa yang Lebih Tertekan?

Jika dilihat dari konteks klasemen dan ekspektasi publik, Liverpool tampak berada dalam posisi lebih terdesak. “Juara bertahan tak boleh kalah empat kali beruntun,” ujar Evans tegas.

Pertandingan ini juga dimainkan di Anfield, melawan tim yang belum menang dalam empat laga tandang terakhirnya. Dengan kata lain, Liverpool wajib menang, bukan hanya untuk menjaga peluang juara, tapi juga untuk memulihkan kepercayaan diri yang nyaris runtuh.

Namun, Amorim juga tak bisa santai. Kekalahan akan kembali menghidupkan isu pemecatan yang sempat mereda. Meski begitu, Anka menilai beban terbesar tetap di pundak Slot. “Tiga kekalahan beruntun membuat ‘status klub krisis’ kini melekat pada Liverpool,” katanya.

Slot dikenal sebagai pelatih yang mampu menemukan solusi kreatif saat timnya terpojok. Tetapi kali ini, ujian datang lebih cepat dan lebih berat daripada yang ia bayangkan.

Pemain yang Harus Naik Level

Di kubu Liverpool, nama Salah kembali jadi sorotan. Evans menilai tekanan kini mengarah padanya setelah start musim yang lambat. “Dia baru mencetak dua gol dari tujuh laga Premier League. United tahu betul bahayanya, tapi Salah butuh performa besar untuk menyalakan kembali musimnya.”

Dengan Alexander-Arnold absen, peran Conor Bradley di sisi kanan akan sangat vital untuk mengembalikan keseimbangan serangan. Slot juga diharapkan bisa memaksimalkan kemampuan progresif Gravenberch, yang punya potensi besar saat membawa bola ke depan.

Bagi United, sorotan mengarah pada Mason Mount. Menurut Anka, pemain ini “melakukan pekerjaan dua orang sekaligus” saat bertahan, namun belum menunjukkan kontribusi nyata di momen-momen besar. Dua penalti gagal dari Bruno Fernandes juga menambah daftar pemain yang harus memperbaiki performa di laga ini.

Mount dikenal cerdas membaca permainan, tapi pertanyaan utamanya tetap sama: bisakah ia tampil konsisten dan bugar untuk benar-benar memberi dampak?

Strategi Kemenangan untuk Manchester United

Amorim punya pendekatan berbeda. Ia ingin timnya menyerang cepat sejak menit pertama, memanfaatkan ruang di belakang bek Liverpool yang gemar naik membantu serangan.

Anka menyoroti satu detail menarik: kiper Liverpool, Giorgi Mamardashvili, adalah pemain kidal, berbeda dengan Alisson yang biasa menggunakan kaki kanan. Dalam laga melawan Chelsea, beberapa kesalahan distribusi bola muncul karena para bek masih terbiasa mengoper ke sisi kanan.

Bagi Amorim, situasi ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan pressing agresif di awal laga. Mount mungkin menjadi kunci dalam skenario itu, pemain yang bisa menekan cepat, mencuri bola, dan menciptakan peluang instan.

Selain itu, Amorim diyakini akan tetap mempertahankan formasi 5-2-3 yang rapat di tengah. Penyesuaian posisi gelandang serang untuk menutup ruang di depan Sesko menunjukkan bahwa pelatih asal Portugal itu belajar dari kelemahan sebelumnya.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan