Awal Menjanjikan, Akhir Mengecewakan: Andai Saja Timnas Indonesia Tak Kehilangan Kendali di Tengah Laga

Gol cepat Kevin Diks sempat membangkitkan optimisme bahwa Indonesia bisa mencuri poin di Jeddah. Sayangnya, euforia itu hanya bertahan sebentar.

Diterbitkan 09 Oktober 2025, 09:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kluivert tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. Menurutnya, semangat juang tim tetap terjaga meski dalam posisi tertinggal. “Kami masuk ruang ganti, memulai lagi babak kedua dengan baik, dan ya, hal-hal seperti itu memang terjadi,” ucapnya.

Di balik kekecewaan itu, pelatih asal Belanda tersebut berusaha menanamkan optimisme. “Tentu saya sangat kecewa, tapi kami masih punya pertandingan lain. Kekalahan 2-3 ini terjadi melawan tim yang bagus, jadi kami tidak akan menundukkan kepala,” katanya menegaskan.

Fokus Menatap Irak

Kekalahan di laga pembuka memang menyakitkan, tetapi perjalanan di Grup B belum usai. Indonesia harus segera berbenah karena laga berikutnya, laga terakhir melawan Timnas Irak tidak kalah berat. Pertandingan akan kembali digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, pada Minggu (12/10) dini hari WIB.

Jika pelajaran dari laga melawan Arab Saudi benar-benar diambil, peluang untuk bangkit tetap terbuka. Timnas Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka bisa menandingi tim-tim besar Asia—asal mampu menjaga kendali permainan hingga akhir.

Andai saja Garuda tidak kehilangan kendali di malam itu, mungkin cerita di Jeddah akan lain. Namun, di sepak bola, “andai” hanyalah pengingat bahwa detail kecil bisa mengubah segalanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan