Kronologi Hukuman FIFA terhadap Malaysia: Skandal Naturalisasi Bermasalah hingga Pengakuan Buyut

Upaya naturalisasi pemain asing yang dijalankan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pada 2025 justru berakhir bencana. FIFA resmi menjatuhkan sanksi pada Jumat (26/9/2025) usai menemukan adanya pelanggaran berat dalam proyek tersebut.

Diterbitkan 27 September 2025, 13:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Minimnya jejak diaspora Malaysia di Argentina, Brasil, dan Spanyol membuat publik makin curiga. Namun, para pemain tetap diturunkan kala Malaysia melibas Vietnam 4-0 pada 10 Juni 2025, dengan Holgado dan Figueiredo ikut menyumbang gol.

Pada pertengahan Juni, media lokal bahkan menyebut ada enam sampai sepuluh pemain “kelas A” lain yang sedang dipertimbangkan FAM, meski tak pernah terealisasi.

FAM Klaim Sah, AFC Ikut Bersuara

Awal Juli 2025, Presiden FAM Joehari Ayub menegaskan seluruh proses naturalisasi sudah mendapat lampu hijau FIFA. Ia menyatakan semua dokumen telah diverifikasi.

Sekjen AFC, Datuk Seri Windsor John, juga menanggapi isu ancaman sanksi FIFA. Menurutnya, pihak AFC tidak menerima informasi apa pun, sebab ranah ini sepenuhnya menjadi wewenang FIFA.

Blunder Facundo Garces

Agustus 2025, Garces membuat pernyataan kontroversial. Bek Alaves itu mengaku darah Malaysianya berasal dari kakek buyut, padahal aturan FIFA hanya memperbolehkan sampai kakek-nenek.

Setelah menimbulkan kehebohan, ia buru-buru mengklarifikasi bahwa ucapannya hanyalah salah transkrip dan menegaskan dirinya keturunan Malaysia dari jalur kakek-nenek.

FIFA Menjatuhkan Vonis

Akhirnya, pada 26 September 2025, FIFA resmi menjatuhi hukuman setelah laporan soal lima pemain naturalisasi Malaysia diproses. Mereka adalah Garces, Holgado, Figueiredo, Irazabal, dan Hevel.

“Komite Disiplin FIFA telah mengevaluasi bukti dan menjatuhkan sanksi,” demikian bunyi pernyataan resmi.

FIFA juga menambahkan bahwa persoalan legalitas pemain kini dilimpahkan ke Tribunal Sepak Bola FIFA. Pihak terkait masih memiliki waktu untuk meminta alasan lengkap keputusan tersebut dan berhak mengajukan banding ke Komite Banding FIFA.

Sumber: Bola.com

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan