Ditendang Manchester United, David de Gea Sudah Move On dan Ucapkan Doa Ini ke Setan Merah

David de Gea menegaskan tidak ada rasa sakit hati atas keputusan Manchester United yang mendorongnya keluar dari Old Trafford dua tahun lalu.

Diterbitkan 10 Agustus 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - David de Gea menegaskan tidak ada rasa sakit hati atas keputusan Manchester United yang mendorongnya keluar dari Old Trafford dua tahun lalu.

Kiper berusia 34 tahun ini mendapatkan sambutan khusus saat kembali tampil di Old Trafford dalam laga imbang 1-1 antara Fiorentina dan Manchester United, Sabtu (9/8/2025) malam WIB.

De Gea, yang menjadi pemain dengan penampilan ketujuh terbanyak di United, resmi dilepas klub pada Juli 2023 setelah manajemen memutuskan tidak memperpanjang kontraknya. Pada waktu itu, manajer Erik ten Hag memilih menggantikan De Gea dengan Andre Onana, yang didatangkan dari Inter Milan dengan nilai transfer mencapai 47,2 juta pounds.

Namun, Onana mengalami sejumlah kesulitan selama dua musim terakhir, termasuk cedera hamstring yang membuatnya absen sepanjang jadwal pramusim United. Onana berharap bisa fit untuk menghadapi pertandingan pembuka Premier League melawan Arsenal pekan depan.

Sementara itu, De Gea kini berstatus pemain Fiorentina dengan kontrak hingga 2028. Pada musim pertamanya, De Gea membantu Fiorentina mencapai semifinal Liga Konferensi Eropa, setelah klub tersebut finis di posisi keenam Serie A musim lalu dan lolos ke Liga Europa.

“Kadang sepak bola memang seperti itu," ujar De Gea tentang kepergiannya dari United. “Kamu tidak bisa mengendalikan semuanya. Saya sudah di sini selama 12 tahun, periode yang sangat berkesan dalam hidup saya. Bermain untuk klub ini sungguh luar biasa, dan saat meninggalkan klub, saya sadar betapa besar dan sulitnya bertahan di level ini selama 12 tahun.”

Ia juga menyebut momen bermain di Old Trafford di hadapan para fans dan mantan rekan satu tim begitu emosional dan tak terlupakan.

 

Yakin Manchester United Kembali ke Masa Kejayaan

Manchester United mengalami prestasi terendah sejak 1990 dengan finis di peringkat kedelapan dan ke-15 pada dua musim berturut-turut pasca kepergian De Gea. Meskipun mereka berhasil meraih Piala FA pada musim 2023-24, namun tetap gagal di final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur.

De Gea yang sempat lebih dari satu tahun tidak bermain sebelum bergabung dengan Fiorentina, berharap United bisa bangkit di bawah arahan pelatih baru Ruben Amorim.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

“Kadang sepak bola seperti itu, tidak selalu menang,” tambah De Gea. “United memang tengah mengalami masa sulit, tapi ini adalah klub besar dunia. Semoga dengan pemain baru dan era baru bersama manajer, mereka bisa meraih sesuatu yang besar tahun ini.”

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan